Tak akan ada Jalan lain

Tak ada gumpalan awan gelap di atas sana
Tak ada kilat berpecutan di atas sana
Tak ada angin linglung tersesat di kejauhan sana
Tak ada tusukan dingin datang dari arah sana
Badai itu datang
Badai pikiran yang tiba-tiba menerjang
Badai intervensi terselubung yang garang
Badai moral yang membawa gersang

Datang menghantam dengan kehalusan tingkat dewa
Menggembala pikiran ke arah berbeda
Melahap perlahan idealis dan keyakinan
Melahap dengan pasti prinsip dan kunci pikiran

Kemana jiwa berlari
Kemana hati bersembunyi
Kemana kaki melangkah menghindari
Kemana pikiran harus meloncati
Banyak jalan namun terhalangi
Banyak jembatan namun terhadangi
Banyak lorong namun telah dibatasi

Hanya ada satu jalan tersisa untuk pergi
Hanya ada satu gang untuk hati bersembunyi
Hanya ada satu pintu untuk jiwa meminta dilindungi
Di atas hamparan sajadah yang membumi
Dalam sujud dan tetesan air mata membasahi
Dalam diam doa dan pasrahnya hati
Di atas tengadah jiwa yang berserah diri
Mengembalikan semua pada Ilahi
Menyerahkan semua pada Penguasa hati
Memohon perlindungan hati
Memohon perlindungan jiwa yang sendiri
Menyerahkan semua tanpa sisa ego di hati
Memohon pada Penguasa hidup ini
Sebagai hamba paling lemah dari yang lemah
Sebagai makhluk paling rendah dari yang rendah

Read More..

Jenuh

Biar...
Biarkan saja
Semua berjalan seperti yang kau saksikan
Biarkan saja
Semua berlalu seperti yang kau temu
Biarkan saja
Semua terjadi seperti yang kau lewati
Biarkan saja

Tak perlu menjadi pahlawan yang terlalu
Yang harus selalu merubah yang berlalu
Merasa harus selalu menghancurkan batu
Yang dijumpa setiap mata beradu
Semua ini sudah tertulis dalam buku
Buku yang semua mata tak ada yang tahu
Buku yang tersimpan dalam ruang satu
Buku yang semua tak dapat menyentuh

Biar...
Biarkan saja semua terjadi begini
Biarkan saja semua mengalir
Biarkan saja,

Apa memang tak masalah
Untuk bersikap secuek itu
Apa memang tak masalah
Untuk berdiri begitu

Biar...
Biarkan saja

Read More..

Sepatu

12-05-2019

Seandainya...
Ketika memanjat bisa menggunakan sepatu biasa
Tanpa terpeleset
Dan tetap dapat mencengkram tebing atau batuan
Slim dan fit
Kuat
Mungkin aku tak akan membeli sepatu panjat
Untuk dapat menapak pinggiran point atau tebing
Mencapai puncak

Seandainya...
Ketika bermain badminton tidak dilantai beton
Atau vinl, manapun yg bisa terpeleset tanpa karet di sepatu
Mungkin aku tak akan membeli sepatu khusus badminton
Karena dipakai dijalan biasa
Sedikit kurang nyaman karena terlalu mencengkram kedalam lantai

Seandainya...
Ketika berjalan ke puncak tak melewati bebatuan
Atau pasir dengan butir ribuan
Atau air yang dimana mana merasuki tanah
Atau hujan yg sewaktu waktu bisa datang
Atau ranting dahan tajam yang pasti akan dilewati
Mungkin aku tak akan membeli sepatu khusus hyking

Seandainya...
Sepatu untuk kerja itu ringan
Meskipun safety toe nya tetap menghiasi
Dan penambilannya besar lebih dari si kaki
Mungkin aku tak akan pernah membeli sepatu untuk jalan atau berlari

Seandainya...
Sepatu roda itu rodanya dapat tersimpan saat tidak terpakai
Namun tetap melekat dalam sepatu tersembunyi
Dan bentuknya tetap minimalis
Tidak berat memberi beban kaki
Mungkin aku akan membeli sepatu roda untuk dapat menggelinding di atas kaki

Seandainya
Sepatu air itu bentuknya normal seperti sepatu pada umumnya
Tapi tetap tahan air dan cepat kering
Terutama tahan pada air laut yang asin
Mungkin aku tak akan membeli sepatu air untuk berjalan di atas indahnya penghuni laut yang beacam-macam

Berkhayal dengan imaji
Membayang sepucuk sepatu
Dengan sejuta fungsi
Tenis, badminton, running, roller, safety toe, oil resistant, water resistant, pas dijalan lantai, pas dijalan raya, pas di jalan berlumpur, pas di tanah kering, pas di tebing dan memanjat, pas....untuk semua aktivitas...

Tapi ...kasihan sepatu yang sudah diterbitkan
Beredar kesana kemari
Berpose disetiap toko olahraga..

So...

Read More..

Predictable

                                                                    11-04-2019

Kalau seandainya
Kukatakan bahwa yang terjadi
Sesuai dengan apa yang telah diprediksi
Mungkin bisa dikata
Bahwa sombong mulai merasuk dalam diri
Mengunci mati dari dalam hati

Kalau seandainya
Kukatakan bahwa yang tampak didepan mata
Sesuai dengan apa yang telah tertuang dalam peta
Mungkin bisa dikata
Bahwa tinggi hati telah meresap dalam jiwa

Kalau seandainya
Kukatakan bahwa yang menerpa kulit ini
Sesuai dengan apa yang terasa bagai perulangan hari
Mungkin bisa dikata
Takabur telah bercampur padu dalam nafas ini

Kalau seandainya
Kukatakan bahwa yang berlalu hari ini
Telah berlalu dimasa kemarin dalam mimpi
Mungkin bisa dikata
Aku telah lupa diri

Namun....
Beberapa kilas tak dapat dipungkiri
Seperti dalam dunia psikologi
Seperti dalam dunia humanity
Kehidupan memang bagai roda
Bumi pun selalu berputar
Bukan urusan atas bawah depan belakang
Tapi berputarnya roda bisa menjadi isyarat
Bahwa dimanapun berada polanya tetap sama

Entah itu watak atau karakternya
Entah itu wajah atau auranya
Entah itu suara atau suasananya
Entah itu momen atau kejadiannya
Entah itu kalimat atau kata-katanya
Entah itu aliran air atau hembusan udara
Entah itu gempa atau hanya debur ombaknya
Entah itu kesunyian atau keheningannya
Entah itu hiruk pikuk atau keramaiannya
Entah itu benda-benda atau aksesorisnya
Entah itu jiwa atau raganya
Entah itu kehidupan atau kematiannya

Semua bagai berputar mengelilingi satu sumbu yang sama
Hingga disini dan disana akan tetap ditemui
Walaupun dengan wujud yang berbeda
Atau apapun munculnya dengan hal yang benar berbeda
Akan ada secuil kesamaan
Setetes kesamaan
Atau bahkan sebait kesamaan

Hingga merasa begitu banyak dejavu dilalui
Dapat membuat padi semakin menunduk
Dapat juga membuat semakin tegak menjulang

Yang pasti...
Pola itu tetap ada

Dan seharusnya
Itu dapat membuat hidup semakin ringan
Semakin memahami
Semakin mengerti
Langkah apa yang harus dilepaskan
Niat apa yang harus diluncurkan

Seharusnya
Memejamkan mata pun
Akan semakin mudah
Semudah menghirup dan melepaskan nafas
Dari dalam jiwa

Read More..

Kembar ???

                                                             28-01-2019

Mencoba menikmati debur ombak sore hari
Di tepian pesisir berhias angin bernyanyi
Ditemani awan yang menatap ke arah sini
Duduk bertiga diatas lonjoran besi

Mencoba menikmati...
Ombak yang bergulung riuh
Tak peduli pada deretan pemancing yang hening
Tak peduli pada jajaran kepala yang bermain di tepian

Beberapa titik tanah telah aku lalui
Walau masih belum ada seperseribu dunia ini
Walau masih hanya dijalur negeri pertiwi
Walau masih disisi bumi ini

Kurasa...
Dimana aku menjejakkan kaki
Dimana aku menghembuskan nafas ini
Dimana aku melepaskan pandangan penuh nyali
Dimana aku merebahkan punggung tak berduri

Kutemui orang-orang serupa
Mereka berbeda
Beda jiwa
Beda nafas
Beda nyawa
Namun bagiku mereka benar serupa
Ada yang serupa raga
Ada yang serupa nama
Ada yang serupa aura
Ada yang serupa suara
Ada yang serupa kata kata
Ada yang serupa watak
Ada yang serupa cela
Ada yang serupa hina
Ada yang serupa mulia

Benarlah...
Hubungan baik itu perlu dijaga
Paling tidak, tak perlu kita membuat luka
Dan juga
Menghadapi masalah itu mulia
Selain membuat diri tak terpenjara
Juga akan bebas dimanapun berada
Tanpa ada rasa waswas yang menyapa
Tanpa ada rasa terkejar masa lalu tanpa asa

Karena dimanapun kita melangkahkan jiwa
Disana akan kita berjumpa juga
Dengan apa yang pernah kita hindari sebelumnya
Atau juga
Berjumpa dengan yang telah  kita hadapi ditempat lainnya

Seperti asap, api, angin, tanah, air, petir.....
Dimanapun tempatnya
Mereka selalu ada
Hanya dalam bentuk yang kadang berbeda
Atau dengan perilaku yang tak sama...
Asap ...
Saat kita jumpa diatas nyala lampu minyak
Tampil dengan warna hitam nya,
Saat kita jumpa dengan para pengguna vape...
Mereka muncul dengan warna putih dan aroma manisnya

Angin...
Saat kita berada dipegunungan
Jumpa dengan sejuk dan dinginnya
Saat kita berada di kutub
Merasalah kita dengan kebekuannya yang menusuk
Saat berada di tengah perbedaan temperatur lingkungan ekstrim
Jumpa kita dengan kecepatannya yang menggelora

Api...
Saat diatas lilin ditengah meja makan
Tampak suasana romantisnya
Saat diatas pemusnahan sampah
Tampak suasana panas yang sedikit menggelora
Ketika yang melahap rumah atau barang berharga
Maka akan terlihat keganasannya

Tanah...
Saat kita jumpa ditengah pemukiman yang sejuk dan tentram
Terasa ketenangannya
Saat kita saksikan longsoran di pengunungan gundul
Tampak rasa ngeri mengikuti
Saat kita jumpa rapuhnya pijakan dunia
Akan kita lihat rasa takut menghantui
Dan menyelimuti rasa derita pada pemukiman pasca gempa

Air...
Saat kita penuh dahaga
Hadir dia menggelora dalam membasahi rasa
Saat gerah menyerbu raga
Hadir dia menyegarkan dan membersihkan
Saat hujan dengan intensitas normal
Hadir dia membawa kesejukan dan suasana dingin
Saat muncul dengan nama yang ganas...Banjir Melanda
Sengsaralah para pasukan bernyawa yang ada di depannya

Petir...
Dia hadir sebagai kumpulan tenaga yang menggelora
Dalam hidup keseharian
Kecil dalam balutan karet dan plastik
Membantu semua merasakan indahnya dunia
Dalam hujan
Adanya dia membantu memecah gumpalan air dilangit
Namun...saat wujud raksasanya yang bertandang
Beruang pun dapat menjadi debu yang bertaburan

Dimanapun berada...
Selalu kita akan jumpa
Begitu juga dengan manusia...
Dimanapun tempatnya,
Isinya selalu sama
Hanya berbeda jiwanya
Hanya berbeda nafasnya
Hanya berbeda nyawanya

Read More..

Yang Kecil Pun Turut Berganti

                                                                       17-01-2019

Tahun..Bulan...Hari....Jam.....Menit......Detik.........
Waktu telah berganti
Banyak hal pun mengiringi
Dari satu ke yang lain
Dari debur ombak hingga warna langit

Kini telah berganti lagi
Tahun dalam perhitungan masehi
Diiringi pula oleh hari-hari
Yang setia sejajar mendampingi
Musim mungkin lebih awal berganti
Ombak mungkin lebih dulu berlari
Dingin mungkin tiba lebih dini
Namun semua seakan sama
Melangkah dalam waktu seirama
Seperti tanpa gema
Tanpa bayangan yang tersisa

Seperti hal nya tahun
Suasana pun dalam hidup tak tertimbun
Bergerak mengikuti pusaran waktu yang anggun

Kini aku disini
Menapak jejak di atas tanah yang baru
Menghirup rendah udara pulau bali
Menangkap suara ombak menderu
Memandang pegunungan yang tampak berani
Merasakan tatapan langit yang lembut tak sayu

Bagai mendapat timbunan Ruby
Menatap ilmu banyak menanti
Tajam pula pandangan wawasan mengamati
Seakan langkah telah ada yang menarik tali
Tapi hati tetap perlahan bergerak dengan pasti
Mencoba untuk dapat menikmati
Apa yang akan digenggam dalam hati
Apa yang akan disandar disisi kepala ini

Dibelakang....
Ada tempat yang ditinggal pergi
Namun tak akan pernah hilang ditelan gelapnya hari
Karena yang lalu....
Tetaplah menjadi masa lalu
Namun itu tetap berarti....
Karena setitik tunas yang menerbitkan masa kini
Dan itu tak akan pernah bisa terhapus mati
Akan tetap melekat dalam setiap pandang

Kini..
Biarkan hati menyusuri
Jalan dan setapak yang ada disini
Biarkan telinga dan imaji menikmati
Angin, ombak, hujan, panas, dingin dan gunun ug berdiri
Biarkan hati melangkah dengan pasti

Read More..

Mimpi Rindu

                                                 15/06/2018

Pagi tadi...
Ya...pagi tadi,
Saat suara takbir berkumandang..
Saat suara itu melambangkan kemenangan
Dan kesedihan...
Karena berjumpa dengan bulan berkah
Dan berpisah dengan bulan indah
Merdu...sendu.....haru.....

Namun sayangnya..
Kepala tak bisa diam
Karena diam mengundang mimpi menjemput
Karena diamku adalah lorong...
Menuju dunia penuh kehampaan
Ketenangan....
Keheningan...
Dunia mimpi....yang kosong

Ya...
Datanglah bayangan-bayangan
Keluarga...
Kawan..
Rekan...
Pekerjaan..
Perjuangan...
Pengorbanan..
Khayalan...
Impian...
Pertengkaran..
Dan.....
............tak terungkapkan

Anehnya...
Tiba~tiba
Seandainya Engkau disini ya Rasul
Seandainya Engkau ada ditengah kami
Seandainya Engkau ....
..........bersama kami
Tentu pertikaian ini tak sejauh ini
Tentu perselisihan ini tak setinggi ini
Karena Engkau....
Mendadak hati ini rindu ya Rasul
Aku sadar...
...seandainya....aku terlahir pada zaman Engkau diangkat
Tak ada jaminan aku akan mencintaimu
Tak ada jaminan aku akan mengikutimu
Karena itu...
Seandainya Engkau disini ya Rasul
Aku ingin berjumpa denganmu
dan bertanya....bertanya apapun
Aku ingin berjumpa denganmu
dan mendekat,
Kupikir...hanya mendekat denganmu
Hati ini akan terasa tenang
apalagi mendengar suaramu

Kemudian tersadar aku
Dan berfikir...
...kenapa bisa terbesit hal itu
Apa aku tertidur
Atau aku terlalu menikmati
Berputarnya kepala ini
Yang meniti jalan~jalan semu
Menjemput pikiran yang jauh
Menjaga agar tak terpejam mata
Agar tetap terjaga

Read More..

Like Father Like Son

                                                 14/06/2018

Ternyata...
Pepatah yang berkata
Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya
Memang benar adanya
Walau tak semua
Bisa dikata hampir semua

Dulu..
Aku melihat papa disana
Begitu sibuknya
Mengabdikan diri untuk negara
Tak tau itu apa
Pengabdian atau Tanggung Jawab yang tak dapat diabaikannya
Hingga pada suatu acara
Seperti hari~hari besar Agama
Hari~hari Raya
Selalu saja berlalu tanpa jejaknya
Karena beliau menapakkan langkahnya
di jalanan...memastikan keamanan
Memastikan perjalanan yang lain aman
Hingga sanak saudara
Hanya dapat melihat wakilnya saja

Kini...
Tak pernah ada rencana
Untuk mewarisi jejak yang telah beliau tanam
Untuk mengikuti arah yang telah beliau ukirkan
Ternyata Aliran nafas kehidupan menarik diri ini
Masuk kedalam pusaran tanggung jawab yang hampir serupa
Dan akhirnya
Kini sanak saudara hanya melihat wakil ku
Dalam beberapa acara temu
Termasuk hari~hari besar itu
Termasuk hari ini.....

Yaa...
Untuk sekedar menghibur hati
Sering terbesit ucapan menenangkan
Jika dulu papa memastikan amannya perjalanan orang~orang
Untuk dapat berkumpul bersama
Dihari yang besar
Maka aku memastikan agar orang-orang bisa memasak untuk makan bersama
Dihari yang besar

Read More..