2013.....??

                              01-01-2013
Berlalu sudah masa setahun
Kadang tak terasa jika telah maju
Tau-tau sudah di penghujung waktu
Dan banyak impian semakin dikejar terburu

Satahun telah lalu menemani
Mengemban rencana dengan rapi
Namun penghujung waktu tlah berlalu
Masih saja aku merasa jemu
Jemu oleh banyaknya hal yang belum terlampau
Karena ilmu yang belum terjangkau

Semalam berdiri aku diatas bola
Bola besar berisi gas yang besar
Melihat keindahan di tepi pelabuhan
Menatap cantiknya kapal kapal menari
Sambil memancarkan suar dan kembang api
Terpancar kegembiraan di atas bumi
Riang tak menatap pada maut di depan mata

Sejenak aku terkejut
Oleh ketakutan akan kematian
Walau ujungnya tetap dapat ku hirup nafas
Namun sempat pasrah jua hati di depan mati
Berdebar masih menatap keangkasa
Membayangkan bagaimana cara aku mati

Sadar lagi untuk yang kesekian kali
Namun masih saja diri ini ingkar
Tak pernah menjadi lebih baik
Masih tetap menjadi mimpi
Angan. Menggapai surga nanti

Read More..

24......

                               24-12-2012
Tak terasa..
Berlalu begitu lama
Telah banyak pula
Jalan yang dilalui sekian lama

Berliku dan bergelombang
Tak sedikit pula yang terlarang
Penuh tanjakan dan turunan
Penuh harapan dan kekhawatiran

Sayang.....
Hanya sedikit dapat ku ingat
Tak banyak dan samar berlalu kilat
Bagai bayang-bayang yang terang
Hampir tak dapat teraba karena gersang

Ingat akan masa dimana aku berjalan
Menjajakan es di tengah lapangan
Menunggu gerobak dipinggir jalan
Mencari peluang untuk berjualan
Menjual apa yang dapat menghasilkan
Untuk bertahan
Bertahan dalam persaingan
Persaingan kehidupan

Banyak pula kawan aku jumpa
Dari seberang pulau
Hingga tetangga provinsi
Dari tengah kota
Hingga pelosok pegunungan dan hutan
Dari pinggiran sungai hingga pinggir laut

Tak terasa
24 tahun lamanya aku telah berjalan
Sebanyak itu pula aku telah terbangun
Selama itu pula kuhirup udara kehidupan
Entah sampai kapan

Syukur terucap dari dalam sukma
Senang dengan semua perhatianNya
Hingga kini aku dapat terus terbuka
Dan merasakan indahnya titipan
Merasakan sekecap kehidupan
Yang hanya sesaat saja

Read More..

Lidah

                           19-12-2012
Kesekian kali
Mendapat pesan yang begitu berarti
Menerima nasihat yang menegur hati
Halus namun cukup membuat gigit jari

Ternyata lidah ini liar
Masih doyan dengan keburukan
Masih lapar akan aib menjalar
Masih tetap seperti kerasukan

Ternyata lidah ini hina
Masih tega menggunjing tuannya
Masih percaya pada dendam membuta
Masih saja ingin nafsu tersampai gila

Lidah
Katanya tak bertulang
Namun tajam melebihi pedang yang kejam
Katanya tajam
Namun bila terkena sangat menyakitkan

Lidah..
Tak dapat dibuang tak dapat dibuat binasa
Tak dapat sirna tak dapat pula dihina
Tak lazim dibungkus kafan
Walau sepertinya layak mengenakan
Tak umum dikremasi
Walau sepertinya layak untuk dihabisi

Namun sayang..
Baik pun kadang terucap melaluinya
Sopan pun kadang tercermin darinya
Baik kadang dipandang tutur katanya
Sopan kadang dipandang dari wibawanya
Bisakah
Kita bawa lidah
Kita rayu sang lidah
Kita ajak lidah
Untuk bersama menjadi berbeda
Menjadi lebih bermakna
Menjadi lebih berwibawa
Lebih dari segala

Read More..

Resetting Planing

                             19-11-12
Mulai lagi menyusun
Sesuatu yang dulu ditinggal pergi
Pergi menyusun sesuatu yang berbeda

Dulu pernah aku bimbang
Dari saksi akan kebiasaan lama
Dari menerima yang hati ku tak ingin itu terjadi

Dulu pernah ku teteskan air mata
Untuk kebiasaan yang tak aku suka
Untuk senyuman insan diatas kesalahan

Dulu pernah aku merenung
Dari menerima hal yang kecil
Dari tuntutan yang tak berhenti
Dari nafas yang bergantung diujungnya

Kini...
Intinya sama yang telah terjadi
Namun kadang lebih besar
Dan banyak ilmu belum aku mengerti

Kini...
Kembali aku menata rencana
Tentang apa yang akan dilakukan
Tentang langkah yang akan diluruskan

Pilihannya kini tinggal dua
Tetap mencari jalan
Untuk dapat meluruskan
Tetap bertahan dengan semangat yang menggebu
Tetap berjuang diatas tangan sendiri
Dengan kata pedas yang akan selalu ku bawa

Atau....
Memilih untuk diam
Seakan tak ada apa apa
Memilih untuk membisu
Seakan tak ada yang perlu lurus
Memilih untuk mematung
Seolah tak perlu kebiasaan dirubah
Walau dengan hati menentang
Yang kian lama kian redup
Dan hati akan menjadi luluh

Read More..

Gambling.....

                                         09-11-2012
Jarang aku beruntung dengan gambling
Entah itu judi ataupun dalam pekerjaan
Entah kebiasaan maupun perjalanan hidup keseharian
Bahkan mungkin......
Hampir tidak pernah

Namun....
Dilain sisi,
Terkadang aku selalu beruntung
Ketika spekulasi menjadi putusan akhir
Dari apa yang ada dikepala ini
Entah apa pun itu
Selalu saja begitu

Hingga kadang telah menjadi kebiasaan
Dan aku pun sulit pada akhirnya
Membedakan yang mana spekulasi
Membedakan yang mana gambling
Hingga aku pun terjebak diantaranya

Tak jarang pula
Kesulitan karena kurangnya ilmu
Akibat terlalu banyak spekulasi tentu
Dan terlalu sering gambling juga
Ilmu yang telah ada pun banyak sirna
Terkikis oleh spekulasi yang mengalir deras

Hingga nyali pun menciut
Dihadapkan dengan para pujangga ilmu
Bingung akhirnya mendengar istilah yang keluar
Terpuruk sendiri..........

Read More..

Qurban ???

                                       26-10-2012
Tetap saja
Tidak aku berqurban tahun ini
Masih saja hati ini
Diselimuti oleh bermacam alasan tak pasti
Banyak ini banyak itu tak tahu diri
Bagaimana bisa hati ini tetap hidup disini

Tetap saja
Tidak aku menambah iman hingga kini
Justru malah menjauh dari Nya
Padahal berkali kali aku hidup
Berkali kali aku mati
Dan keberuntungan selalu mengitari
Walau undian tak pernah berpihak

Namun ada yang kini membuatku risih
Semakin risih dan prihatin
Melihat sekian orang
Bertahan dengan ketidakmampuannya

Kini miskin bukanlah nasib
Kini fakir bukanlah takdir
Kini gharim menjadi hobi
Kini terlantar adalah sebuah kebanggaan

Sedih hati ini menyaksikan
Teriris hati ini merasakan
Ketika si yang mengaku miskin dan fakir
Menerima namun menuntut
Menuntut meminta ini dan itu
Dan jika tak diberi sesuai keinginannya
Mengolok dengan lantang
"Tak adil"
"PKI"
"Besok tak masuk kerja"
Dan macam lainnya

Apa mereka sadar
Sudah untung mereka diberi
Padahal mereka tak miskin
Padahal mereka tak fakir
Padahal mereka tak hina
Mereka hanya orang-orang yang tidak tahu
Tidak mengerti
Bangga disebut fakir miskin
Bangga jika hidup mereka penuh sesat
Namun bisanya hanya memperolok
Menyebar fitnah menyayat
Berlomba selalu dalam keburukan

Sedih hati ini
Banyak orang berbuat curang di negeri ini
Banyak orang mengaku miskin di negeri ini
Banyak orang bangga menjadi fakir miskin
Banyak orang yang telah mati hatinya
Dan hanya berjalan diatas nafsunya
Berjalan diatas kesesatannya
Dan sesatnya adalah kebiasaannya
Kebiasaan yang terus dipertahankannya.

Read More..

Diantara Nafsu dan Cinta

                                  22-10-2012
Aku memiliki seekor nafas
Cheetah...
Tinggal bersama sekian lama
Seatap serumah seperjalanan

Namun sayang..
Aku buat kesalahan besar
Ku didik ia menjadi kuat, lincah, dan cepat
Ku didik ia menjadi perkasa dan penakluk

Seharusnya..
Kutanamkan dalam jiwanya
Keasabaran dan ketabahan
Penurut dan tak gampang takluk
Defensive dan tajam nurani

Ia semakin susah dimengerti
Berkali-kali jeruji ia hancurkan
Liar dan semakin menakutkan
Bahkan sukar bagiku menaklukan
Susah bagiku menjinakkan

Lincah ia mencari celah
Mencari peluang memangsa kemaksiatan
Dan menjadikan zina santapan malam

Segala ketabahan ditaklukan
Ikhlas dan menahan ia lunturkan
Tak ada lagi ingat baginya
Apa yang selalu diwiridkanya

Tangkas ia menuruti goda
Cepat ia sesat
Cepat ia bejat

Susah..
Mengendalikannya...
Cheetah itu
Bernama
NAFSA

Ia berlari mendesak
Membuat keraguan
Menggetarkan cinta yang tertanam
Meruntuhkan cinta yang perkasa

Berputar memeningkan pandangan
Membutakan perasaan
Dan menyamarkan sentuhan
Membuat cinta jadi senyap
Membuat cinta jadi santapan

Read More..

3 hari di jakarta

Ternyata...
Menjadi luar biasa itu memang susah
Apalagi menjadi yang biasa saja
Lebih berlipat susah

Namun....
Semua itu masih sepele
Jika dibandingkan dengan yang biasa
Tetapi ada di lingkungan yang luar biasa
Tak hanya berlipat
Tak hanya rangkap susahnya

Tetapi tetap saja
Semua tergantung yang menjalani
Langkah selanjutnya ada diujung kaki
Namun yang terjadi nanti
Tetaplah ada digenggaman Illahi

Beberapa hari disini
Mencoba mencari sesuatu lagi
Ilmu yang mungkin tak pasti
Tapi pasti terjadi
Namun sayang
Masih kurang aku berkehendak
Sehingga malas dan kantuk tak terelakkan

Seperti biasa
Mencoba menjadi luar biasa
Namun kemauan biasa saja
Bahkan langkah ada dibawah biasa
Hingga melangkah pun terasa berat
Dan nafas semakin berkarat

Read More..

Mencari Lelahku

                             11-10-2012
8.08
Itulah yang ditunjukkan jam di tanganku
Menit itu pertama ku tempuh
Di tengah terik yang berat
Menyengat hingga dalam kalbu

7.28
Itulah yang ditunjukkan jam di tanganku
Menit itu ada diwaktu kedua
Disamping panas yang berkarat
Mengerat hati hingga tampak layu
Namun mencoba aku untuk menyapu
Dengan kayuhan tanpa keluh
Dengan keringat tanpa gemuruh

Teringat masa dulu dimana aku
Mengayuh puluhan langkah terpaku
Siang malam menahan layu
Pagi petang tanpa rasa malu
Kini menjadi kenangan dihati
Dikala hati diselubungi emosi
Amarah dan dendam yang menyakiti

Kini..
Memori itu menjadi pelipur
Kenangan itu menjadi penyejuk
Bagai ada ditengah salju
Walau langit sedang hujan batu

Read More..

Ditengah pesta

                             06-10-2012
Tampak ceria dari raut mukanya
Tampak gembira dari sorot matanya
Mereka gembira
Ditengah pesta

Sebagian sibuk dengan cerianya
Sebagian lagi terpikir dengan bebannya
Tak sedikit pula yang membawa masalahnya
Namun tak tampak oleh mata

Senang tetaplah senang
Walau diantara kegundahan nyata
Sedih tetap sedih
Walau ditengah pesta yang tak pamrih
Mencoba untuk meninggalkan
Hal yang membuat tertekan
Walau hanya untuk sekejap
Walau hanya untuk sekilat mata terpejam

Read More..

Selalu Jumpa dengan Pilihan

                                  05-10-2012
Dalam setiap langkah
Dalam setiap alir darah
Selalu tak lelah
Jumpa dengan pilihan yang gerah

Pada setiap hening jiwa
Pada setiap sunyi raga
Selalu dengan biasa
Bertemu pilihan yang terduga

Diantara kejap mata
Diantara lantang suara
Tak gentar oleh pilihan yang aniaya
Tak mundur oleh pilihan yang binasa

Dihadapan nafas memburu
Dihadapan nadi dari hulu
Tetao tegas dihadapan pilihan baru
Yang setiap waktu dapat membuat bisu

Bagai diantara jurang yang dalam
Ketika bertemu dengan yang kelam
Bagai ditengah lautan biru
Kala berjumpa dengan yang haru
Bagai di atas awan
Saat berjalan di atas pilihan
Yang jika maju akan tertekan
Jika mundur akan terperosok dari haluan
Akan tertindas apabila mengambil kanan
Dan ke kiri menjemput luka menakutkan
Ke atas akan terpatung kedinginan
Dan ke bawah akan langsung dihancurkan

Berdiri di atas awan tan perlengkapan
Kemudian terjun bebas mengudara
Dan mendarat pada kematian
Atau lumpuh dengan penyesalan

Namun....
Apapun yang terjadi
Harus tetap diputuskan
Walau nanti hilang nafasku
Hingga sirna raga yang semu

Read More..

Mencoba menyelam kembali

Terkadang...
Apa yang diniatkan dalam hati
Tak sepenuhnya terjadi
Entah itu karena diri ini
Atau karena hal lain mempengaruhi

Padahal....
Semua kendali ada pada hati
Yang kemudian disampaikan pada tangan kaki
Melalui otak kanan kiri
Bertumpu pada aliran nadi

Semua yang terjadi akhirnya
Menjadi bagian dari suatu rangkaian
Suatu rantai yang terus berjalan
Namun tetap bergantung diujung hati
Apa yang selanjutnya nanti
Harusnya memang dibawah kendali
Walau tak sadar diri ini melampaui

Namun....
Ternyata tak semudah menatap nadi
Kendali selalu diluar hasil yang pasti
Beruntung tidaknya nanti
Siapa yang dapat mebgerti

Semua kadang memandang
Dengan mata tertutup sebelah saja
Kemudian mengucap
Apa yang sama dengan pikirannya
Tanpa tahu langkah sebenarnya
Tanpa tahu apa faktanya
Tanpa tahu bagaimana terjadinya
Ataupun apa prosesnya

Itulah manusia
Memandang bukan pada proses
Langkah, cara, ataupun yang dilewati
Namun hanya ada pada akhirnya
Hasil apa yang ditunjukkan

Tuhanku beda
Allah tak mengajarkanku hal itu
Terpenting adalah langkahnya
Proses ataupun cara menyelesaikannya
Hingga hasil tak begitu penting
Karena jika prosesnya salah
Maka diakhir pun akan mengikuti

Read More..

Dibalik dinding...Siapa yang tahu?

                                 04-10-2012
Keringat yang telah bercucuran
Pusing yang melekat tajam
Hingga sakit perut yang meremas
Selama sekian hari ini
Seperti tidak ternilai lagi

Dibanding dengan yang awalnya biasa
Berubah menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan
Selembar piagam dan sebatang trophy
Menjadi pengikat agar lanjut hingga akhir

Walau dukungan tak seberapa
Walau kata hanya tinggal kata
Dan sakit hati tak terobati
Ditambah lagi menjadi korban
Korban keEgoisan seorang
Yang merasa telah berhasil memimpin
Dan ujungnya memberikan jalan yang salah

Hati hanya tibggal berdoa
Dan berharap banyak

Read More..

Benci dalam langkah yang telah gerah

                                    03-10-2012
Aku berangkat lebih awal dari biasa
Berjalan menuju halte
Naik bus sebagai penumpang ke-dua
Menikmati buruknya udara di pagi yang kelam
Memandang wajah-wajah pelerja keras
Bahkan hingga pekerja teladan
Masuk tepat pulang tepat
Ada pula pekerja yang konsisten
Masuk awal pulang awal
Atau pulang terlambat masuk pun juga

Sambil menahan kantuk
Menuruni tangga bus pun sempoyongan
Berjalan berkilo-kilometer
Hingga keringat menggambar peta dipundak
Menyantap nasi pun terasa nikmat
Walau kantong sedikit tipis

Pulang pun jua demikian
Berjalan ratusan meter
Hingga pakaian kuyup oleh derasnya hujan keringat
Menahan sedikit lapar yang melilit pikiran
Hingga bus datang membawa gerah dalam ruangnya
Terkantuk-kantuk sambil menahan kaki tetap berdiri
Hingga akhirnya turun pun masih lanjut langkah panjang
Dengan sedikit goyang kepala
Menatap jalan pun tak genap

Hingga di atas dipan
Terasa nikmat walau sekejap mata

Berfikir sedikit
Tak ingin berharap
Namun hati masih terasa sakit jika teringat
Sungguh.......
Sebagai arca yang berharga
Yang dapat mengungatkan
Kelak jika menjadi pemimpin
Jangan lupa jika kau pernah membencinya

Read More..

Antara mau dan keterpaksaan

                       02-10-2012
Lelah...
Ketika pikiran mulai naik
Bergerak tanpa ada jeda yang baik
Mengalir tanpa ada arus balik

Ingin melawan
Namun ada rasa keterikatan
Ingin pergi
Namun tanggung jawab belum terselesaikan
Ingin menghindar namun percuma

Berdiri dibawah pemimpin
Yang tak ingin tau keadaan
Tak ingin mengerti kerja sama
Dan seakan najis dengan saran sebenarnya

Lelah....
Namun tak dapat pergi begitu saja
Letih....
Namun tak mungkin dapat nengelak

Read More..

Menanjak menuju puncak

                                  01-10-2012
Kata orang....
Untuk mencapai puncak gunung
Ada biaya yang harus dibayar
Ibarat barter dalam dagangan
Puncak dibayar dengan tenaga
Dibayar oleh keringat seribu jagung
Ditempuh oleh nafas yang kekar
Dilalui oleh langkah penuh harapan
Diterima dengan rasa sejuta rupa

Kata orang.....
Mencapai derajad manusia dunia
Tak bisa jika hanya duduk menerima
Hanya menjalankan rutinitasnya saja
Dan pulang sebelum jam lima

Kata orang.......
Mencapai derajad tinggi akhirat
Tak bisa hanya berdiri seraya meratap
Tak bisa hanya dengan kebiasaan
Bangun pun harus sebelum semut berkelana

Memang semua itu
Tak semudah meludah dijalan basah
Tak seringan mengangkat angan
Tak seperti mengedipkan mata

Kadang..
Semua harus dibayar oleh pengorbanan
Harta, waktu, jarak, rasa, serta jiwa
Dan semua itu terkadang belum cukup
Untuk mendapat apa yang diingini
Untuk mendapat apa yang jadi tragedi
Dalam hidup ini
Dalam dunia ini
Bersama nafas yang mulai iri
Dengan udara yang lepas kesana sini

Read More..

Mengenang Gelapnya Hati

                                             30-09-2012
Mencoba mengenang..
Masa dimana aku terpuruk
Oleh langkah tanpa rekayasa
Oleh keinginan tanpa ada asa
Oleh semangat tanpa ada bara

Semua tampak tak karuan
Bertahan namun jatuh jua
Menahan namun tak tertahan
Hingga diujung sia-sia belaka
Bagai berjalan tanpa mata
Tanpa kaki dan hati yang terbuka

Berkali-kali terperosok
Kedalam jurang yang itu-itu jua
Seperti seekor keledai
Yang terjatuh hingga mati
Hanya karena kotoran yang sama
Berkali-kali masuk kehidungnya

Hati ini sadar sesungguhnya
Namun entah karena apa
Hasilnya tetap terulang juga
Tanpa ada perbaikan yang nyata
Hingga hati terkikis oleh hitam
Yang pekat kelam dan menakutkan
Jiwa pun turut redup
Dengan cahaya gelap yang merenggut
Raga mulai ikut terpuruk
Dengan laku nya yang semakin buruk

Jalan masih jauh panjang dihadapan
Cahaya masih luas terbentang
Langit masih tak enggan menaungi
Udara pun tak letih menyelimuti
Hingga samudera tak ingin ditinggal mati

Masihkah harapan panjang seperti jalan ini
Masihkah keinginan terbentang seperti cahaya ini
Masihkah semangat tak enggan selalu menemani
Masihkah kebenaran masih dapat menyelimuti
Masihkah kabaikan tak dapat ditinggal oleh hati

Read More..

Lamunan siang yang tak terang

                                          28-09-2012
Gema sang awan membawaku pergi
Pergi menyusuri jalan kota ini
Sendiri mencoba memandang hati
Yang tampak tak pernah letih
Walau teriknya sang siang membunuh benih
Melumat daratan tanpa rasa kasih Menghujamkan panas yang menyengat baju ari

Aku terduduk sesaat
Dibawah pohon sedikit rindang
Di depan mall yang belum mulai bernafas
Kulihat....
Banyak orang mulai berdatangan,,,
Dari yang akan mencari nafkah didalam gedung itu
Maupun yang mengais rezeki di emperan
Banyak air muka kulihat
Masam.....sampai manis melekat
Senyum yang terpasang apa adanya
Hingga kerutan dahi ada apanya
Ada yang tertawa lepas..
Tersenyum dikulum
Ceria dalam kesedihan
Bahkan menangis ditengah keramaian
Ada pula yang menunggu
Menanti yang tak kunjung tampak
Hingga tertegun dalam bersama lamunannya

Sesaat aku melihat seorang ibu paruh baya
Mulai menata barang dagangannya
Dibantu sang suami yang sedikit tegap tentunya
Dihalaman yang tak pernah ramah

Teringat aku dengan umi ku
Dikala dulu berjuang
tak pernah henti berdagang
Ini itu tak menentu
Demi sekolah 3anak yang sedikit tak tau malu
Berhutang sana sini dengan raut letih dan lesu
Berjalan sana sini pun hingga layu
Berangkat setelah shubuh
Ditemani anak anak serta suami
Mencoba membantu menggalikan rizqi
Ditengah kejamnya kota yang tak tahu santun

Kini...... aku disini Jadi seperti ini Dengan semua tetesan keringat
Dan air mata mereka yang telah membimbingku Menyayangi......hingga akhir masa..
Ku pikir..semua orang disini pun sama
Untuk apa langkah itu dilalui
Walau harus memeras nafas
Yang hanya tersisa secangkir gelas

Read More..

Diantara Keyakinan dan Kekhawatiran

                                          12-09-2012

Sedetik......
Terasa bagaikan telah bertahun-tahun mencapainya
Bagai melampaui jalanan panjang
Berlubang dan dipinggiran jurang yang tajam

Semenit......
Bagaikan hampir seabad didepan
Terasa seperti memanjat tebing yang tinggi menjulang
Menembus langit menembus matahari yang terang

Sehari.........
Seminggu...
Sebulan.......
Setahun.......

Entah bagaimana akan berlalu
Kadang terasa sedikit berat dengan hal itu

Harus menerima yang tak ingin diterima
Harus memberikan yang tak ingin dilakukan
Harus berpura-pura setuju dengan apa yang telah ada
Harus bersandiwara dengan semua kebiasaannya

Berat memang jika dirasakan
Ibarat memikul logam sebesar bumi yang perkasa

Mencoba bertahan beberapa saat
Menunggu waktu yang sesuai untuk mengambil langkah

Kadang..
Kecewa itu masih lebih baik
Dibanding dengan riang namun ditepi jurang
Read More..

Kejujuran ditengah Kegelapan

                                                                 09-03-2012
Kadang...
Setinggi hati merasa mudah menjalani hidup
Ada pula lubang menghadang menjadikan semangat sedikit redup

Kadang...
Telinga yang telah tertutup oleh bisikan kejinya hidup
Ada pula suara meledak menanti membuat gugup

Kadang...
Tegarnya jiwa melalui jurang kemunafikan
Ada pula setan serupa dengan kawan

Namun...
Sebesar apapun gunung melintang jalan
Setinggi apapun binatang kelicikan
Seluas apapun samudra ketidakjujuran

Langkah harus tetap sendiri
Sendiri berjalan di jalan Illahi
Walau seburuk kotoran orang memandang
Walau serendah kakus orang berkata
Walau sehina jalanan orang merasa
Jangan hati terbawa mati
Jangan hati ikut bunuh diri
Jangan hati ikut mengakali
Jangan hati ikut mencurangi
Jangan hati ikut mencuri
Jangan hati ikut.....KEJI

Jahat itu banyak rupanya
Kadang terlihat buruk dia
Namun kadang kita tertipu oleh ketaatannya
Sering kita tertipu oleh kebaikannya
Dan masih kita tertipu oleh kepeduliannya

Jangan berkata aku ini tak sombong
Jangan berkata aku ini lurus
Jangan berkata aku ini bersih

Namun....
Pikirkanlah........
Apakah benar aku tak sombong
Apakah benar kesombonganku telah pergi
Apakah benar aku telah lurus
Kemana saja langkah kaki telah meniti
Apakah benar aku ini bersih
Darimana saja rizki yang aku simpan dalam daging tubuhku
Apakah benar.....


Read More..

Hidup Itu Anugerah

                                                                 03-03-2012
Kadang memang mudah untuk diucapkan
Kadang terasa sudah merasakan
Kadang merasa sudah terlalu yakin pada pendiriannya
Namun kadang memang harus menjaga lisan yang terlepas

Kesombongan itu
Bagaikan air di permukaan gersang
Pada kemarau yang terlampau panjang
Nampaknya sudah kering kerontang
Nampaknya sudah tidak ada
Namun ternyata masih tersangkut di dalam dada
Namun ternyata mesih terganjal didalam hati yang tenang

Kesabaran itu
Bagaikan air di lautan lapang
Pada musim hujan yang panjang
Nampaknya menyegarkan badan
Nampaknya melegakan pandangan
Namun ternyata pekat tanpa kesegaran
Namun ternyata lekat dengan kesunyian
Dan lenyap dari keyakinan

Read More..

Melangkah Pergi

                                                                  28-02-2012
Ternyata....
Hidup itu memang singkat
Bagai hamparan angin yang berhembus dekat
Bagai bentangan pasir dibawah kaki melekat

Udara tampak begitu indah
Ketika melihat nyawa ada diujung mata
Lumpur pun terasa segar didada
Saat jiwa ada diatas kepala

Tapi hati kadang merasa heran
Banyak nafas yang begitu mengangkat dada
Merasa jalannya akan lama
Banyak pula mata yang menyimpan dusta
Dusta dendam dan aniaya
Memburu harta mengemis dunia
Tanpa melihat neraka ada dibawah maya
Tersembunyi dibawah langkah yang menganga
Siap melahap mereka yang lupa surga

Mata kadang lelah
Menyaksikan miskinnya jiwa ada dimana mana
Melihat rendahnya moral yang mulia
Menatap rakusnya kaki tangan hati yang hina
Tidakkah mereka pernah bertanya
Kemana dunia ketika mereka telah sirna
Tidakkah mereka berkaca
Bagaimana ruh masuk ke alam baka

Telinga kadang sakit
Menggelitik menusuk dengan kait
Mendengar suara fitnah yang berkelit
Hanya untuk selembar duit
Hanya untuk mendapat dunia se-tumit
Apakah mereka pernah membayang
Kemana jiwa binasa bersama uang
Ataukah tak pernah memandang
Bagaimana tubuh hancur oleh harta dunia

Jika dasar jiwa merasa kurang
Sekaya apapun mereka akan tetap merasa miskin
Setinggi apapun mereka akan tetap merasa hina
Sejauh apapun mereka akan tetap merasa tak seberapa
Sebesar apapun mereka...
Akan terus menggali, tanpa henti
Mengabaikan kehidupan nanti
Mengabaikan akhir dari dunia ini
Jika tak tegas dengan rasa kurang
Maka hidup akan dipermainkan oleh kekurangan
Hidup akan dikontrol oleh rasa kekurangan
Begitulah jika tak pernah mau berkenalan dengan hidup
Tak mengerti hidup
Tak paham apa yang dicari oleh hidup

Cukupkanlah kawan.....
Cukupkanlah...
Sedikit apapun yang dimiliki
Jika hati merasa cukup
Maka akan tercukupi semuanya
Kendalikanlah hidup
Jangan hidup yang mengendalikan kita
Keraslah pada hidup
Jangan sampai hidup keras pada kita

Read More..

Wajah, Senyuman, dan Kata

                                                                 26-02-2012
Pagi....
Saat jendela mata mulai terbuka
Tampak segar hamparan sinar surya
Berhambur memadati wajah yang sedikit gerah
Kulihat menyudut memenuhi ruang pekat ini
Sinarnya melumat semua yang ada
Disela lemari perasaan
Dicelah pintu jiwa yang tampak berantakan
Diantara dua mata yang sembab oleh kegelapan

Masih berfikir riskan hal yang itu-itu saja
Yang tak akan pernah habis walau cahaya mulai padam
Yang tak akan sirna sebelum dunia berpindah alam

Teringat wajah-wajah itu
Teringat senyuman menyimpan sayatan
Teringat kata yang menyakitkan

Wajah dimana kerakusan harta menggerogoti
Wajah dimana tiada pernah paham apa maknanya
Wajah yang tak pernah puas apa yang ada di hamparan tangan
Wajah yang tak pernah mengerti artinya dunia
Wajah...yang menipu dengan sikap sesaatnya
Wajah ..yang menipu dengan penampilannya
Wajah...yang menipu dengan sujud dan wudlunya
Wajah itu...
Yang membuat hati menjadi gelap pekat berserat

Senyum itu...
Senyuman yang menyimpan banyak tanda maksiat
Senyuman yang menyimpan banyak pemaksaan
Senyuman yang menyimpan banyak kelicikan
Senyuman yang menipu...
Menipu dengan raut senyum pengharapan
Menipu dengan raut senyum kebaikan
Menipu dengan raut senyum dendam
Menipu dengan raut senyum kebejatan
Senyum itu...
Yang membuat hati menjadi kasar bergerigi duri

Kata kata itu...
Kata yang sakit didengar telinga
Kata yang sakit dipandang mata
Kata minta dengan paksa membawa nista
Kata yang busuk mengandung kelicikan bara
Kata yang hina menyimpan sejuta aniaya
Kata-katayang menipu..
Menipu dengan nada minta
Namun memaksa sangat dalam terpanjat
Menipu dengan nada pengharapan
Namun menikam dengan kecam
Menipu dengan suara tampak tulus
Namun menghujat dalam ancaman
Menipu dengan irama indah
Namun mematikan
Kata-kata itu...
Yang membuat hati jadi buta berselimut hina

Namun...kini diri ada diantaranya
Berdiri sendiri hampir tanpa kawan bersama
Duduk sendiri mempertahankan keyakinan yang ada
Ingin rasa berlari namun jiwa menahan jangan sirna
Semua....hanya sebagai batu bagi hati
Semua...hanya sebagai irama dalam kehidupan
Semua...hanya sebagai soal yan di uji
Semua...
Hanya sebagai jalan menuju hari
Hari dimana semua akan berhanti
Berhenti dari semua.....
Bahkan berhenti dari semua kehidupan
Read More..

Sedikit lelah

                                                                  25-02-2012
Gejolak dalam celah otak
Cukup mengguncang ketenangan langkah
Gemuruh yang mengembang dalam medulla
Cukup melemaskan saraf tubuh yang tak lincah

Ketika berfikir melampaui
Pikiran pun tak akan terkendali
Akan membawa diri lemah seperti mati
Tindakan pun tak terbatas hati
Pikiran kadang terlalu buta untuk dapat melangkah
Membutuhkan seutas tongkat yang tegak
Dan dasar bumi yang alurnya terasa didasar jiwa
Pikiran terkadang terlalu rendah
Hingga mempengaruhi tempatnya
Jadi tampak sedikit bodoh berkerah

Ujung jalan
Akhirnya hanya mengarah pada kata menyerah
Walau pandangan menipu hati
Namun sayang hati masih punya ribuan mata
Dapat meraba dalam gelapnya malam
Dapat merasa dalam kacaunya suasana
Dapat menatap dalam kejamnya udara

Janganlah dipaksa hati untuk selalu berusaha
Kadangkala butuh detik untuk mengambil nafas
Janganlah ditarik hati untuk berjuang terlalu
Kadangkala butuh hari untuk dapat menenangkan
Janganlah......terlalu dibawa menjadi beban

Biarkan....
Biarkan hati dapat merasa
Merasa kesedihan ataupun kesenangan di depan mata
Biarkan...
Biarkan hati dapat memandang
Memandang benar atau salah di depan gerbang
Biarkan..
Biarkan hati dapat mendengar
Mendengar permintaan dan sedikit pergunjingan
Biarkan.
Biarkan hati merasa dibutuhkan
Dibutuhkan oleh semua yang merasa

Read More..

Pemburu dunia dan surga

                                                                 24-02-2012
Hanya sedikit yang dapat mengerti
Hingga akhirnya hanya sedikit yang dapat menghargai
Hanya sedikit yang dapat memahami
Hingga akhirnya hanya sedikit yang bisa mendekati suci

Mereka yang tak paham
Menipu jiwanya dengan harga dunia
Menghasut hatinya untuk selalu memburu
Menggelapkan pandangannya dari peduli
Dan memotong bathin dari disiplin
Mereka mengejar...
Memburu dengan menggebu
Hingga samar terlihat di depan mata
Mana yang iya
Dan mana yang menggema
Ujungnya nampak maya
Halal jadi dihina dan dianiaya
Haram jadi halal dihati mereka
Jalan pun sudah tak mempengaruhi lagi
Langit pula tak menakuti
Kilat dan badai sudah tak ada artinya
Apalagi maut yang sewaktu datang berkedip
Mereka kebal
Mereka bebal
Dari cahaya
Dari sinar purnama


Yang dapat memahami
Hanya membiarkannya mengalir
Berjalan diatas bumi dengan langkah amanah
Menerima apa yang harus diterima
Menolak apa yang harus ditolak
Tak meminta Tak memaksa
Tak pernah berbuat aniaya
Yang hak itu hak
Yang bathil itu bathil
Yang salah itu salah
Yang benar itu benar
Mengalir dalam nafas yang selalu berganti
Mengisi celah dalam darah
Tak pernah memburu
Namun selalu diburu

Biarkanlah mengalir
Hidup telah ada yang mengatur
Hitup telah ada yang menjamin
Tanpa rasa kelabu
Tanpa rasa jemu

Kelak akan terasa
Ketika umur tak lagi muda
Ketika mata tak lagi sesiap saat ini
Ketika nafas tak lagi sesigap ini
Read More..

Belajar pemadam

                                                                  24-02-2012
Hari ini...
Aku belajar menggunakan peralatan pemadam
Awalnya biasa saja
Tanpa ada rasa apa apa
Tapi....
Setelah sekian menit berlalu
Tangan ini penat...
Yang awalnya ringan jadi terasa mulai berat
Bahkan terasa berlipat-lipat..

Jadi teringat para pasukan merah
Para pejuang pemadam kebakaran
Betapa kuatnya mereka
Kuat hati
Kuat energi
Kuat jiwa
Kuat pula rasa

Melawan amukan panas bergejolak
Melawan penat dikaki tangannya
Melawan emosi dalam hatinya
Melawan takut dalam dirinya
Melawan merahnya dunia....
Read More..

Waktu

                                                                 23-02-2012
Menatap kempali dalam pusaran waktu
Menyisir disetiap gelembung arus yang memadati
Mencoba mengambil sedikit memori masa lalu
Dimana langkah masih belum seperti ini

Masuk dalam lingkaran waktu lalu
Melihat secuil ingatan dalam kegelapan
Ditengah belantara rimba yang menusuk paru
Sesak karena termakan kesesatan
Namun segar karena telah merasakan
Betapa indah berdiri diluar ikatan setan
Betapa merdu nafas diluar awan hitam

Mengalir kearah garis dalam perubahan
Beranjak ingin berubah
Namun hanya sampai pada hati
Tanpa kata maupun ungkapan
Tak ada pula luapan perbuatan
Hanya ada dalam perasaan
Hanya ada dalam hati yang tertelan
Namun.............
Langkah menjadi lebih menekan

Meluncur melewati sekian masa
Hingga akhirnya kembali dalam jurang
Sebuah lubang yang sedikit membawa kembali gelap
Hingga bimbang...
Apa kini hati telah sirna dari singasananya
Apa jiwa telah kembali tenggelam

Diantara cahaya dan ruang pekat mencekam
Berdiri jasad tanpa kaki hati
Berdiam hati tanpa ada sinar menemani
Read More..

Ibarat Air

                                                                 22-02-2012
Air...
Kadang terasa begitu menyejukkan
Menyejukkan hati yang gerah dan gundah
Menyejukkan jiwa dalam lautan yang marah
Menyejukkan pikiran dalam malam menekan
Menyejukkan mata dalam genggaman kegelapan
Menyejukkan pendengaran yang mulai resah

Bersiap untuk resiko terburuk..
Itulah kiranya sepucuk kata dariku untuk sang Air
Menikmati kesejukannya kadang membuat orang lupa
Lupa pada apa yang telah dilalui
Lupa pada apa yang telah diperjuangkan
Lupa pada semua tangga yang berhasil ditaklukan

Hingga ketika sang Air itu bergolak
Tak ada yang bisa menghindar darinya
Ada yang tertelan dalam kenikmatan sejuknya
Ada yang tertindas dalam keindahan dinginnya
Ada yang terperosok dalam kesegaran sentuhannya
Ada pula yang tersiksa dalam basahnya

Banyak yang telah jadi korban keindahannya
Namun sayang tak menjadi pelajaran bagi yang lainnya
Banyak yang telah jadi korban kesejukkannya
Namun sayang tak menjadi contoh yang lainnya

Banyak yang terbuai penampilannya
Banyak yang begitu terpesona keindahannya
Banyak yang terhasut kenikmatannya

Yang begitu menyedihkan..
Ketika yang terlahap oleh Air
Berpenampilan begitu mengecoh
Keluar masuk rumah suci
Menghadap tampak kusyuk dan syahdu
Namun sayang.........
Mereka belum mengerti tentang air......

Kadang memang tampak susah
Kadang memang tampak berat menempa

Hatiku mulai mengamatinya ketika tumbuh dulu
Jiwaku mulai mendekatinya ketika kecil dulu
Perasaanku mencoba menyentuhnya mulai masa lalu
Namun ....
Hingga kini,
Diri ini masih mencoba memahami......
Setetes air yang jatuh dari ketinggian
Disatu sisi membuat waspada yang mengerti
Disatu sisi membuat berbesar hati
Dan kini...Banyak yang mengaku merasa tahu
Namun......kosong...

Sekian kali Air jadi perumpamaan
Seperti udang dibalik batu
Air hanya sebuah contoh dari kejadian
Air hanya sebuah perantara pesan
Dari kita.......Untuk kita......Semua
Read More..

Langkah ini terasa berat

                                                                 21-02-2012
Mencoba aku memandang
Memandang dengan mata terpejam
Terpejam tanpa terawang
Menerawang dunia yang semakin kelam

Mencoba aku melihat
Melihat dengan hati tertutup
Tertutup dari semua yang pekat
Pekat yang menyelimuti jiwa redup

Mencoba aku menatap
Menatap dalam dunia yang terpisah
Terpisah dari rantai gelap
Gelap dalam alam yang hampir lelah

Kurasakan sebutir air bergelayutan diatas dahan
Jatuh terlepas dari cekamannya
Menimpa hamparan beludru sepanjang kafan biru
Kemudian bergulir kebawah diantara celah kelabu
Terus mengalir sejauh nafas terhempas
Akhirnya tersebar diatas medan panas
Panas oleh kejamnya dunia yang tertindas
Panas oleh dunia yang penuh oleh ancaman pedas
Panas oleh dunia yang penuh kecaman cadas
Kemudian lenyap tertelan hampanya dunia yang karam

Setelah melalui banyak celah
Akhirnya terpendam jua
Tanpa bisa berkata
Hanya bisa terima hasil dari semua

Read More..

Terpuruk di Ruang Gelap

                                                                 21-02-2012
Berjalan diatas kegelapan
Mengais mencari sedikit celah harapan
Naik turun tak menentu sedikit rentan
Kadang merayap menyusur tanpa menyimpan

Disini...
Dipinggir kota ini
Dibatas antara darat dan laut penuh duri
Diatas angin dibawah langit penuh janji

Janji tak dapat diambil
Karena langkah belum lengkap dan kecil
Hanya terpajang bagai angan labil
Dapat dipandang namun tampak kerdil

Diatas kepala tertumpuk sejuta bayangan
Diatas kepala tertumbuk sejuta khayalan
Diatas kepala telah lapuk sejuta kenangan
Diatas kepala telah remuk sejuta keinginan
Diatas kepala tampak buruk sejuta harapan
Diatas kepala terkeruk sejuta keyakinan

Celah belum jua tampak
Cahaya pun tak kunjung meledak
Sinar seakan tak akan tersimak

Aku terjebak
Dalam ruang gelap dan pengap
Dalam labirin penuh sesak
Terikat bersama kata siap
Namun tetap mencari celah cahaya
Menunggu cahaya meledakkan sinarnya
Menanti sinar menerangi ruang dihadapan

Read More..

Hidup Mereka di telapak Rupiah

                                                                  20-02-2012
Angin berhembus setengah merdu
Melalui celah mata orang-orang itu
Meraba tangan dan kaki dengan haru
Melewati nafas-nafas yang memburu

Cahaya pun sedikit teriris tipis
Menerpa wajah yang berhati sinis
Menyinari jiwa yang haus bagai iblis
Sambil bersungut di celah pikiran penuh kabut

Bukan hanya aku sendiri
Tanah dan air pun jadi saksi
Begitu juga dengan awan yang menaungi

Begitu hina mereka
Uang jadi berhala
Begitu kotornya mereka
Uang jadi segalanya
Begitu Baunya mereka
Uang telah membuat buta
Begitu Busuknya mereka
Uang telah jadi aniaya

Betapa rendahnya hidup
Dimana uang telah menjadi selimut yang redup
Dimana uang telah menjadi pelindung
Dimana uang telah menjadi nafas
Menjadi darah dalam hidup yang keras

Seandainya sandal dan sepatu bisa berkata
Pastilah muntah menjadi alas hati yang hina
Seandanya baju celana bisa bicara
Pastilah basah selalu oleh air sesal tiada tara
Seandainya kursi dan pintu itu bisa bersuara
Pastilah berantakan ruang oleh ketidakpuasan

Uang itu hanya pendukung
Bukan jalan yang dituju
Uang hanya pelengkap
Bukan segalanya
Uang hanya penghias
Bukan menjadi hati ataupun jiwa
Uang hanya ujian
Bukan kehidupan
Uang harusnya membuat sabar
Bukannya membuat rakus dan makar
Uang hanya sebuah pajangan
Bukan sebuah alas ataupun tongkat

Harusnya kita berkaca pada dunia
Untuk apa kita perlu uang
Harusnya kita berkaca pada alam semesta
Untuk apa uang di atas sana................a

Read More..

UANG...bisa merubah mereka


                                                                 17-02-2012
Uang lagi……………..Uang lagi……………                                               \
Uang dimata mereka memang segalanya
Tapi dihatiku hanya sebuah rizqi yang dititipkan untukku
Yang akan membantuku memperdalam keyakinanku
Dan membantuku Menambah rasa Syukurku

Aku  heran ketika tahu ekspresi banyak orang
Yang merasa aneh melihatku seakan tak doyan dengan uang….
Yang merasa aneh melihatku seakan tak butuh dengan uang….

Padahal…..hanya pola pikir dan pahitnya jalan hidup saja yang berbeda..
Menurut bayanganku mereka tak akan pernah bisa mengerti
Bagaimana indahnya kenangan
Ketika 2 hari 2 malam tanpa makan
Ketika menahan sakitnya lapar ditengah keramaian
Ketika menahan dahaga hingga tubuh hampir tak berdaya

Ketika menjalani janji bersepeda puluhan kilometer
Ketika berjalan 3 kilometer setiap hari

Ketika mencoba memahami apa arti kehidupan
Ketika mencoba mengerti apa arti kesabaran
Ketika mencoba tahu apa itu ketabahan
Ketika mencoba menjalani apa yang telah ditakdirkan

Ketika manyaksikan pedihnya kehidupan
Ketika merasakan sedikit kegelapan
Ketika melihat apa yang tak seharusnya dilihat

Dan betapa indahnya kenangan
Ketika mendapat mimpi..
Bahwa KIAMAT telah di depan mata
                                       Di samping telinga
                                       Di atas ubun-ubun

Mereka tak pernah bisa merasakan betapa nikmatnya makanan
Dari uang yang halal
Dari uang hasil keringat
Dari uang yang memang hak untuk dimiliki di hadapan Illahi

Mereka tak pernah bisa merasakan….
Betapa bangganya ketika menghadap pada Illahi
Mengatakan…
“ Ya  Allah…..Lihatlah aku,
“ Ya Allah…..Terima kasih untuk semuanya
“ Ya Allah…..Engkau maha tahu
“ Maka Engkaulah saksi dari hambamu ini
“ Setelah kegelapan menyelimutiku dulu
“ Setelah kabut menghalangi jalanku dulu
“ Setelah lumpur menguji imanku dulu
“ Saksikanlah aku kini, Aku mohon izin Mu
“ Izinkanlah aku berbangga diri dihadapan MU
“ Karena aku telah mampu berjuang….Menjaga apa yang telah Kau titipkan
“ Apa yang menjadi hak ku, maka aku menerimanya
“ Apa yang bukan hak ku, biarkan aku menolaknya
“ Namun…Tunjukkanlah aku jalan
“ Berikanlah aku bantuan
“ Berikanlah aku pertolongan
“ Menghadapi makhluq-makhluq Mu
“ yang di depan mereka memakai Topeng keagungan MU
“ Namun dibelakang mereka meminta yang bukan hak
“ Meminta yang menyiksa dan menyakiti hati orang lain
“ Dan Mereka berprasangka serta mempergunjing
“ Serta Mereka mencipta fitnah yang begitu menggelapkan pandangan

“ Ya Allah..
“ Bantulah hambaMu ini untuk kuat dan bertahan
“ Serta dapat menarik jalan lurus
“ Walau Kejahiliahan menghadang
“ Walau fitnah telah menjadi peringatan
“ Walau gunjingan dan prasangka menjadi jurang

Apakah mereka bisa merasakan betapa indahnya
Ketika berdialog seperti itu dengan Allah Tuhanku

Sudah pernah ku katakana
Hidupku sudah ada yang menanggungnya
Tak perlu aku minta
Tak perlu aku tunggu
Allah sudah memberi paket untukku
Read More..

Ibarat Angin...

                                                           16-02-2012
Sering angin itu berlalu
Membawa sesuatu yang tak tentu
Kadang membawa batu-batu
Kadang membawa kesegaran yang tak jemu
Kadang pula membawa masalah yang berliku

Sering angin itu datang
Membawa pesan kedamaian
Membawa pesan peringatan
Membawa pesan ketegangan
Membawa pesan kesedihan
Membawa pesan kenyataan

Sering angin itu menyampaikan salam
Salam kejujuran
Salam ketidak pastian

Sering angin itu menampakkan wujudnya
Namun tak semua bisa mengerti
Tak semua bisa memahami
Apa yang dibawa olehnya
Apa yang akan disampaikannya
Apa yang akan ditunjukkannya

Angin itu bisa menjadi kawan
Jika bisa kita merasakan
Angin pun bisa menjadi lawan
Jika kita tak pernah mempedulikan

Angin.....
Bisa saja sekarang berlalu
Bisa saja esok kan bertamu
Bisa saja lusa akan memburu
Walau kita tahu kemarin dia datang membawa haru

Angin hanyalah sebuah perumpamaan
Angin hanyalah sebuah gambaran kecil perwujudan
Angin hanyalah sebuah kiasan

Apa yang ada dibaliknya
Apa yang tersimpan di dalam katanya
Apa yang tercermin dalam sifatnya
Apa yang sebenarnya ingin dimaksudkan....

Hanya yang ingin tahu yang bisa mengetahuinya
Hanya yang ingin paham yang bisa memahaminya
Hanya yang peduli yang bisa merasakannya
Hanya yang berfikir yang bisa memaknainya
Hanya yang bisa membaca yang akan mengerti maksudnya
Read More..

Poison on the first kiss

                                                           15-01-2012
Teringat suatu masa
Dimana kesenangan dan kesedihan berjalan bersama
Beriringan dalam satu barisan tertata
Berdampingan dalam waktu yang cukup lama

Saat itu kukira hanya satu
Dan aku yang pertama
dia pun ucapkan itu
Pertama dan khusus untukku
dia pancarkan sinar rasa itu
dan seakan takjub untuk yang pertama

Namun..
Kenyataan memang kadang harus terungkap
Walau harus menggali dalam waktu tak singkat
Mencoba mengungkap
Apa yang menjadi kegundahan hati

Ternyata waktu itu semua dusta
Tak seindah yang diharap jiwa
Namun harus apa hati tak binasa
Mencoba bertahan dalam kenyataan duka

Itu bukanlah yang pertama dilakukannya
Itu bukanlah yang pertama dirasakannya
Itu bukanlah yang pertama didapatkannya
Dan yang diminta waktu itu pun bukanlah yang pertama
Sudah sekian kali ia dapat dalam masa
Namun akhirnya berkata juga

Bagai piala tak tetap
Yang berjalan silih berganti tiap musim
Kini disana esok disini
Lusa entah berada dengan siapa
Tak menyangka aku sebelum itu
Tak menduga aku waktu itu

Ternyata semudah itu orang mendapatkannya
Ternyata semudah itu orang mengambilnya
Ternyata semudah itu orang merasakan darinya
Ternyata semudah itu orang memainkannya
Ternyata semudah itu ia memberikan
Ternyata semudah itu ia menyerahkan
Ternyata semudah itu ia merelakan
Ternyata semudah itu...................
Ternyata semudah itu...................

Hati bagai gelas kaca yang terjatuh dari ketinggian
Mendarat lurus diatas bebatuan yang cadas
Pecah menjadi butir yang tak beraturan
Hampir menjadi debu yang tak keras

Itu memang yang pertama bagiku
Namun sudah kesekian kali baginya
Walau hati ini dikata sakit
Kaki sudah terlanjur melangkah dengannya

Bekas pun tak apa
Sisa pun tak mengapa
Walau sudah pernah dilakukannya dengan yang lain
Walau sudah berulang kali ia merasakan
Namun hati mau bagaimana
Jiwa pun tak bisa lepas juga

Aku...belum waktu untuk berpamit
Aku...belum tiba untuk kembali
Aku...belum bisa pergi dari dunia
Aku...

        Masih banyak jurang
Yang harus aku lalui
        Masih banyak tebing
Yang harus aku lewati
   dan
        Masih banyak nafas
Yang harus aku jaga
Yang harus aku junjung
Hingga mencapai surga
Read More..

Confused

                                                           07-01-2011
Aku heran..
Dengan hatiku
Dengan inginku
Dengan pikiranku
Dengan langkahku

Aku heran..
Mengapa aku masih bisa
Bersama dengan seseorang yang menyakitiku
Mengkhianatiku yang tlah lebih dari sekali
Dan telah membawa noda yang sukar untuk dihilangkan

Aku heran
Mengapa aku masih bisa
Menyayangi seseorang yang pernah mempermainkan perasaanku
Pernah memiliki banyak hati
Dan berbagi yang tak seharusnya dibagi

Aku heran
Mengapa aku masih bisa
Mencintai seseorang yang pernah berbagi cinta
Berkata dengan tiga muka
Menyapa dengan tiga suara

Aku heran
Mengapa aku masih bisa
Bertahan dengan seseorang yang telah memberi noda
Pada kepercayaan yang mulia
Memberi bercak hitam
Pada kepercayaan hingga menjadi karam

Aku heran
Mengapa aku masih mau
Menunggu waktu bersamanya
Yang telah menodai kejujuran
Menodai sumpah dan janji suci
Mengotori hati yang tampak bersih

Benarkah aku masih sanggup
Untuk mencintai dan menyayangi
Untuk sedia menemani
Menunggu untuk bersama di hari depan
Kadang akupun bimbang
Bingung dengan langkahku sendiri
Read More..