23-06-2013
Jalan itu begitu gelap
Bagai lorong yang kedap
Udara pun berhembus hanya sekejap
Seperti kilat yang datang menyantap
Ketika kulangkahkan kaki di dalamnya
Terasa nyaman dengan semua keindahannya
Indah dengan semua lumpur nista
Dan dengan semua perhiasan hina
Dunia yang sangat pekat dengan gelap
Langitnya penuh dengan awan maksiat
Yang setiap saat siap menurunkan Hujan zina dan kekufuran
Rumah-rumahnya
Terbentuk dari bilik-bilik dusta
Dan diwarnai oleh cat aniaya
Cahayanya dari bintang dendam
Dan penuh dengan iri dengki
Mencuri itu langkah yang halal
Dan fitnah sarapan yang lezat
Khianat bagai pakaian kebesaran
Dan...
Lagi-lagi dusta
Tampak seperti mahkota
Asap rokok adalah atmosfir luar biasa
Dan mabuk melengkapi setiap hembusan nafas
Kadang aku berfikir
Bahwa tulisan ini tak pernah berujung
Tak terdapat titik koma
Tak ada pula jeda
Kadang aku merasa lelah
Berlari dari semua kekacauan
Dari gelapnya malam
Yang mengejar tanpa istirahat
Dunia itu tampaknya indah
Namun diliputi jilatan neraka
Dunia itu tampaknya sejuk
Namun tak sesejuk hembusan angin surga
Dunia itu tampaknya mewah
Tapi mewah oleh lumpur dosa
Dunia itu tampaknya nyaman
Dan selalu mengajak kembali
Menarik paksa tanpa ampunan
Dan terus melumuri dengan kemaksiatan
Indah...
Namun menjerumuskan
Menghancurkan perlahan
Namun jelas tanpa takaran
Kini..
Aku mencoba melangkah
Di dunia yang penuh cahaya surya
Di liputi cahaya Illahi
Berjuang pergi dari dunia hitam
Yang penuh dengan rasa kecam