Tak akan ada Jalan lain

Tak ada gumpalan awan gelap di atas sana
Tak ada kilat berpecutan di atas sana
Tak ada angin linglung tersesat di kejauhan sana
Tak ada tusukan dingin datang dari arah sana
Badai itu datang
Badai pikiran yang tiba-tiba menerjang
Badai intervensi terselubung yang garang
Badai moral yang membawa gersang

Datang menghantam dengan kehalusan tingkat dewa
Menggembala pikiran ke arah berbeda
Melahap perlahan idealis dan keyakinan
Melahap dengan pasti prinsip dan kunci pikiran

Kemana jiwa berlari
Kemana hati bersembunyi
Kemana kaki melangkah menghindari
Kemana pikiran harus meloncati
Banyak jalan namun terhalangi
Banyak jembatan namun terhadangi
Banyak lorong namun telah dibatasi

Hanya ada satu jalan tersisa untuk pergi
Hanya ada satu gang untuk hati bersembunyi
Hanya ada satu pintu untuk jiwa meminta dilindungi
Di atas hamparan sajadah yang membumi
Dalam sujud dan tetesan air mata membasahi
Dalam diam doa dan pasrahnya hati
Di atas tengadah jiwa yang berserah diri
Mengembalikan semua pada Ilahi
Menyerahkan semua pada Penguasa hati
Memohon perlindungan hati
Memohon perlindungan jiwa yang sendiri
Menyerahkan semua tanpa sisa ego di hati
Memohon pada Penguasa hidup ini
Sebagai hamba paling lemah dari yang lemah
Sebagai makhluk paling rendah dari yang rendah

Read More..

Jenuh

Biar...
Biarkan saja
Semua berjalan seperti yang kau saksikan
Biarkan saja
Semua berlalu seperti yang kau temu
Biarkan saja
Semua terjadi seperti yang kau lewati
Biarkan saja

Tak perlu menjadi pahlawan yang terlalu
Yang harus selalu merubah yang berlalu
Merasa harus selalu menghancurkan batu
Yang dijumpa setiap mata beradu
Semua ini sudah tertulis dalam buku
Buku yang semua mata tak ada yang tahu
Buku yang tersimpan dalam ruang satu
Buku yang semua tak dapat menyentuh

Biar...
Biarkan saja semua terjadi begini
Biarkan saja semua mengalir
Biarkan saja,

Apa memang tak masalah
Untuk bersikap secuek itu
Apa memang tak masalah
Untuk berdiri begitu

Biar...
Biarkan saja

Read More..