Bumiku Semakin Sekarat

Kini..
Semakin banyak hal terbalik dijumpai
Semakin banyak kambing hitam dicari
Semakin banyak sabar terkubur mati
Semakin banyak ego berserakan dimuka bumi

Anak-anak sok menjadi dewasa..
Tawuran..
Pembunuhan..
Pencurian..
Pemerkosaan..
Premanisme..
Geng..
Hingga bekerja keras demi keluarga

Namun..
Disisi lain orang dewasa bertingkah layaknya anak-anak..
Demo anarkis..
Bertengkar didepan forum..
Bergulat merebut jabatan..
Saling menuntut atas kekalahan..
Suka mengadu hal yang masih dicurigai..
Tidak mau antre..
Tidak paham aturan..
Suka melanggar ketentuan..
Demo mogok kerja yang merugikan orang banyak...hanya demi loyalitas ataupun kebersamaan profesi, ataupun ..... apalah namanya
Walaupun yang dibela sebenarnya memang salah...
Arogansi tinggi..
Mudah terpancing amarah..
Mudah terhasut..
Bahkan sering merengek..

Adapula..
Yang mencari kambing hitam ditengah kerumitan..
Macet dikatakan jalan sempitlah penyebabnya..
Padahal..
Selebar apapun jalannya, jika perilaku manusianya sama.. tetaplah akan macet..
Karena macet disebabkan oleh ketidakdisiplinan manusianya..
Ego yang tinggi,
Tidak sabar,
Dan tanda banyaknya yang kurang bermoral..
Tentunya bukan macet yang berhubungan dengan perbaikan jalan

Belum lagi banyak petugas hukum..
Yang ternyata berperan sebagai penjahatnya...
Ya....
Korupsi,
Pungutan liar,
Tidak jujur,
Tidak amanah,
Sewenang-wenang,
Dan juga........bermoral - - - - - -

Hanya contoh kecil dari keterbalikan kehidupan ini
Bayangkan..
Apakah bumi ini benar-benar akan terbalik..
Dimana seluruh kehidupan akan tertimbun..
Dan tandanya....????
Adakah seorang yang sadar

Read More..

Marriage Preparation

15-07-2013 Akhirnya.... Dekat pula dengan waktu Yang membuat berdebar Bimbang diantara kebimbangan Melayang diatas keyakinan Terbang diantara keteguhan Beberapa langkah telah dilewati Namun ada saja yang membuat pening Emosi tak terbendung pecah berkeping-keping Kurang ini Kurang pula itu ada saja....... Awalnya berjalan agak lancar Kemudian terkejut dengan waktu yang cepat Ditengah kembali senyum itu mekar Namun ada saja yang membuat resah dan penat Hingga saat telah terasa nafas sedikit lega Masih ada juga masalah yang belum terselesaikan Hmmmm.. Kurasa.. Jalan di depan itu cukuplah berat Walau dilalui tak sendiri lagi Batu yang dilewati tentunya semakin penuh karat Walau bentuknya tak besar lagi Dinding yang harus diterjang pun rasanya bertambah tebal Walau nanti memukul dengan tangan dua pasang Emosi rasanya semakin saja kebal Sabar sukar untuk singgah dengan tenang Hanya masalah kecil.. Diawal sudah semakin besar Membalut hati agar tak kasar Membalut jiwa agar tak kerdil Hari-hari penantian Menanti dengan kegalauan Dan telah terserang "Galau Syndrome" Hari rasanya berjalan lambat Seperti enggan untuk berlalu Menunggu sesuatu... Seperti hal yang tak tentu Terpikir ini Terpikir itu Terpikir bagaimana ini Terpikir bagaimana itu Rasanya kepala ini penuh Susah... Kadang Gelisah Kadang Riang Kadang Resah Kadang Senang Kadang pasrah Kadang girang Kadang berdesah Kadang tersenyum terang Kadang bersungut tanpa gairah Kadang tertawa tak jarang Kadang....... semua terasa bercampur Hingga tak menentu Apa yang dirasa
Read More..

Kisah Suram Mantan Pejalan Dunia Hitam

                                     23-06-2013
Jalan itu begitu gelap
Bagai lorong yang kedap
Udara pun berhembus hanya sekejap
Seperti kilat yang datang menyantap

Ketika kulangkahkan kaki di dalamnya
Terasa nyaman dengan semua keindahannya
Indah dengan semua lumpur nista
Dan dengan semua perhiasan hina

Dunia yang sangat pekat dengan gelap
Langitnya penuh dengan awan maksiat
Yang setiap saat siap menurunkan Hujan zina dan kekufuran

Rumah-rumahnya
Terbentuk dari bilik-bilik dusta
Dan diwarnai oleh cat aniaya
Cahayanya dari bintang dendam
Dan penuh dengan iri dengki

Mencuri itu langkah yang halal
Dan fitnah sarapan yang lezat
Khianat bagai pakaian kebesaran
Dan...
Lagi-lagi dusta
Tampak seperti mahkota

Asap rokok adalah atmosfir luar biasa
Dan mabuk melengkapi setiap hembusan nafas

Kadang aku berfikir
Bahwa tulisan ini tak pernah berujung
Tak terdapat titik koma
Tak ada pula jeda

Kadang aku merasa lelah
Berlari dari semua kekacauan
Dari gelapnya malam
Yang mengejar tanpa istirahat

Dunia itu tampaknya indah
Namun diliputi jilatan neraka

Dunia itu tampaknya sejuk
Namun tak sesejuk hembusan angin surga

Dunia itu tampaknya mewah
Tapi mewah oleh lumpur dosa

Dunia itu tampaknya nyaman
Dan selalu mengajak kembali
Menarik paksa tanpa ampunan
Dan terus melumuri dengan kemaksiatan

Indah...
Namun menjerumuskan
Menghancurkan perlahan
Namun jelas tanpa takaran

Kini..
Aku mencoba melangkah
Di dunia yang penuh cahaya surya
Di liputi cahaya Illahi
Berjuang pergi dari dunia hitam
Yang penuh dengan rasa kecam

Read More..

Diantara Nasi dan Ilmu

                 08-06-13
Pada sebuah obrolan
Tiba-tiba saja aku teringat sesuatu
Tentang ucapan papa ku di waktu lalu
Yang dulu terasa menyakitkan
Kini baru dapat aku buat pengartian

Dulu..
Ketika masih ada di masa kuliah
Pernah satu waktu nilai jatuh pasrah
Dan...
Aku sampaikan itu pada mereka
Mereka yang memberikan biaya

Papa ku sontak berkata halus
Halus namun berat untuk ditebus
"Karena apa?
Apakah pacar??
Ataukah hal lainnya??"
Kemudian menyusul kata-kata itu
"Bukan masalah kalau tidak makan hanya 2 hari,
Tugasmu hanya belajar,
Masalah makan tinggal bilang saja"

Waktu itu
Secarik kata itu bagaikan pedang
Yang menebas paru hingga sesak
Membelah mata hingga tak bisa memandang
Dan tak bisa aku mengelak

Hati hanya bisa berkata lirih
"Jangankan 2 hari aku tak makan
3 hari pun pernah aku lalu hanya dengan air yang nampak segar
Hingga tubuh lunglai tanpa energi menghiasi
Namun tetap beruntung ada di akhir pekan"

Bertahun-tahun berlalu
Hingga tiba pada sebuah obrolan kecil..
Dan seperti biasa
Aku berucap sesuatu yang sebelumnya aku tak tahu

"Papa ku pernah menyampaikan sesuatu..
Yang dulu membuat hatiku terpukul..
Kata-kata yang sangat mulia
Dan cukup menyimpan makna
Dan kini...
Dengan rajutan kata yang telah dihias....
Menjadi sungguh luar biasa"
"TAK MAKAN 2 HARI ITU HAL YANG BIASA,
NAMUN JANGAN PERNAH TAK DAPAT ILMU 2 HARI,
KARENA ILMU ITU LEBIH BERHARGA,
SELALU ADA DISETIAP DETIK,
SETIAP MENIT,
SETIAP JAM,
SETIAP HARI,
SETIAP MINGGU DAN BULAN,
SETIAP TAHUN DAN ABAD,
ILMU ADA DESETIAP LEKUKAN WAKTU
BAHKAN SAAT MAKAN TAK MENGHAMPIRI SELAMA 2 HARI"

Read More..

Beberapa Perubahan Mulai Tampak

                   01-06-2013
Sesuai keadaan dulu
Ketika akan masuk aku
Kedalam wilayah yang kini
Menjadi tempat aku menggali
"Seharusnya aku resign
Tepat 2 bulan lagi"
Karena dalam perencanaan
Hanya ada 2 tahun saja

Namun..
21 bulan berlalu
Yang terjadi tidak seperti dulu

Kini..
Aku merasa masih perlu
Bertahan untuk sesuatu
Walau kadang ku rasa jemu
Menghadapi semua itu

Sayangnya...
Aku tertantang
Menjalani apa yang terjadi
Seperti yang sering aku dengungkan
Tanpa ini maka tidaklah dikatakan kerja
Tidaklah dikatakan usaha

Lagipula..
Aku belum memberikan apa-apa
Sebagai ganti upah yang telah ku terima
Rasanya sungguh tidaklah nyaman
Sampai dapat sesuatu
Yang begitu berarti
Yang dapat aku berikan

Sayangnya..
Aku tertantang
Menghadapi semua
Walau sempat menurun drastis
Kinerja yang aku alami
Namun...
Semua akan berlalu
Tapi tidak begitu saja..........

Read More..

Tangisan

                 23-05-2013
Beberapa hari
Mata terasa kasar sekali
Awalnya kukira kantuk dalam menyerang lagi
Atau lelah yang terlalu berarti

Namun..
Ternyata mata semakin pedih
Tanpa ada yang melumasi
Rasanya ingin tidur lagi dan lagi
Terpejam tanpa hiraukan yang disekitar sini

Air mata ini habis
Entah apa penyebab terkikis
Bisa juga terjadi krisis

Air mata ini mengering
Padahal lama tak ku pakai sering
Namun terjadi juga
Dan rasanya sungguh tak biasa

Diantara sakit dan pedih
Seperti kantuk yang tak kunjung sirna
Dan lelah yang tak juga gerah

Read More..

General Performance

                 19-05-2013
Ini yang keSekian kali
Aku..
Dianggap sesuatu
Yang aku pun tak mengira

Jika diperhatikan lebih teliti
Aku pun heran
Dari sisi apa mereka mengamati
Hingga identitasku benar-benar berhasil disamar kan

Coba saja melihatku
Aku sendiri heran dengan diriku

Mulai....
Kuli,
Tukang,
Mandor,
Pekerja bengkel,
Sales,
Mahasiswa,
Pelajar SMA
Sampe penjaga swalayan,

Sering orang bertanya secara tiba-tiba
"Mas, kipas yang ini harganya berapa?"
"Mas, sandal yang itu ada ukurannya nggak?"
"Terima kasih mas kereta dorongnya!"
Bahkan berdiri disamping tukang bakso pun
Dikira aku lah pramusajinya

Itu contoh yang bagusnya...
Yang lain......sepertinya cukup aku saja yang tau ^_^

Tapi syukurlah
Karena secara tak langsung
Membantuku menjaga identitas
Membantuku menjadi diriku
Bukan menjadi jubah yang menutupiku

Read More..

Jangan Fitnah Kawanku

                 18-05-2013
Hujan..
Mungkin di dunia ini
Aku termasuk salah satu insan
Yang malas memakai jas hujan
Dikala hujan lebat atau rintik-rintik

Dari seratus kejadian hujan
Mungkin aku memakainya lima kali
Karena alasan seragam pagi hari
Atau karena alat yang dibawa
Atau karena pakaian terakhir minggu ini

Kenapa??
Karena menurutku
Hujan itu indah
Hujan itu menyegarkan
Hujan itu menyenangkan
Dan yang penting lagi...
Hujan itu sahabat baik ku

Ketika tetesannya menyentuh kepala ku
Terasa dingin dan membuatku terasa nyaman

Ketika hembusannya menerpa wajahku
Terasa menyenangkan dan nyaman dipermukaannya
Ketika dia tak kencang
Maka akan kucoba melebarkan penutup mata ini
Agar tetesannya membasahi bolanya

Tetesannya yang menerpa tubuh ini
Terasa pijatan halus keseluruh titik syaraf
Dinginnya menenangkan jiwa
Sehingga merenung pun terasa senyap
Seakan hanya aku seorang
Ditengah dunia yang berbinar terang

Namun sayang...
Namanya menjadi sedikit suram
Karena ulah saudara sebangsa ku
Bangsa manusia
Yang membuat saluran tertutup
Yang membuat jalannya jadi terhambat
Yang membuat jalan masuknya terkunci
Dengan halusnya permukaan sang gunung
Dan penuhnya permukaan dengan gedung
Serta asap produksi yang hina
Asap kendaraan yang mencela
Dan limbah yang dibuang tanpa hati iba

Namanya pun difitnah
Dicaci dan dimaki
Dituding dengab nama yang tak sedap

Hujan asam
Penyebab banjir
Penyebab longsor
Penyebab sakit kepala
Penyebab sakit jantung
Penyebab sakit......

Kasihan kawanku
Mendapat akibat yang bukan ulahnya
Dan dibenci sekian banyak manusia
Serta dijauhi semua insan

Kuharap..
dia tak bisa marah
dia tetap menjalani tugasnya
dia tetap sabar

dia tetaplah sahabatku
Sahabat karibku

Read More..

Mencari Motivasi

                12-05-2013
Beberapa saat setelah ujung angka Dua Belas
Tepatnya di awal hari yang begitu suram
Mencoba mencari arti dan sedikit motivasi
Untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan
Berjalan di tengah malam
Dengan alasan lapar tak juga karam
Melihat kehidupan penyambut hari
Yang lama tak ku jumpai

Di warung makan pinggir jalan
Bertemu dengan sepasang remaja
Perempuannya berkata kenyang
Padahal banyak masih sisa di piring yang tak goyang
Laki lakinya hanya berkata habiskan
Jika tidak pun bukan masalah yang harus dipikirkan
Jadi teringat seseorang
Yang kini pastinya sedang terlelap
Dan membawa ikatanku dihatinya

Lalu kulihat bintang
Yang searah dengan jalanku pulang
Berkedip hanya sesaat
Seperti mataku yang sudah tak kuat

Kulihat seorang tua tidur di tanah pinggir jalan
Tukang becak tidur di becaknya
Ada pula yang tidur di bengkelnya
Di warungnya
Kios kecilnya
Kendaraanya
Trucknya
Atau dimana berhentinya

Semua itu berlawanan
Dengan suara musik menggema dari dalam cafe
Atau dari tempat karaoke
Dari kenyamanan bed dalam kamar
Atau nyamannya kursi dalam mobil yang kekar
Atau indahnya AC dan kipas angin yang besar

Sesaat kemudian pengendara kendaraan roda dua berlalu
Dengan kecepatan yang sangat tak ragu
Namun anehnya tak hanya satu...
Dimana helm nya
Bertiga berboncengan ria
Tanpa pakaian layak
Tanpa standar kendaraan jelas
Dan suara yang urakan

Dan...
Perut sebenarnya terasa kenyang
Namun
Terasa ingin lapar di atas
Huwf....
Makan...makan...makan...
Dan belum kutemukan yang dapat memotifasiku
Untuk mengerjakan semua tugas tugas ku
Apa jadinya nanti

Read More..

Mulai Menua

                 10-05-2013
Daya tahan ku mulai meredup
Tubuh ini mulai melemah dan sayup
Organ pun tak setegar di masa lalu
Begitu pula dengan kepala yang membatu

Kemarin terbawa aku
Pada suaru waktu yang mendesak ku
Mendesak untuk dapat berdiri terpaku
Menunggu
Menunggu sebuah kepastian waktu
Demi tanggung jawab yang menahan ku

24 jam berlalu
Bersandar pada kasur 4 jam aku
Kemudian terjaga dan bertahan 8 jam tak semu
Terpejam mata ini kembali 2 jam terburu
Dan siap kembali untuk 6 jam dalam hitungan waktu
Istirahat jiwa ku 1,5 jam lamanya hingga shubuh menyentuh
Dan siaga aku hingga 9 jam yang baru

Kini setelah 2 jam membaringkan tubuh
Aku mulai berfikir mundur memandang ke dalam
Mencoba melihat fakta
Mencoba meraba makna

Mungkin kepala ini telah letih
Menahan beban pikiran disela neuron neuronnya
Menahan mata untuk tetap terjaga
Menahan hidung untuk tetap terbuka
Menahan telinga untuk terus mendengan suara
Menahan tangan kaki untuk terus siaga
Menahan jantung dan organ tetap kerja
Menahan hati bertahan nyata
Manahan agar semua seakan berjalan sesuai rencana

Nyatanya..
Kepala ku terasa kosong
Bagai komputer yang tiba-tiba hang
Dan bagai kertas yang benar-benar blank
Bicara pun rasanya tak terangkat
Mendengar namun tak terpusat
Berfikir namun terasa terjerat

Huh...
Kondisinya benar-benar beda
Lain seperti dulu
Lain masa lain pula daya
Ku rasa tandanya telah tiba
Semakin banyak terkumpul iba

Mulai gigi yang dulu tanggal dan mulai rusak
Pandangan yang tiba-tiba menua
Dan daya yang mulai tak terjaga

Namun..
Berharap ini belum waktu ku
Masih banyak yang harus dilalu
Walau diri sudah mulai melemah
Hati masih ingin tampak gagah

Read More..

Hati yang Gelap

                 07-05-2013
Mencoba diri ini
Menimbun kegelisahan dalam-dalam
Mencoba hati ini
Mengubur kegelapan dalam-dalam

Kini..
Aku masih saja terpuruk
Diantara gelapnya dunia penuh nafsu
Terpojok dijalan tua yang menakutkan
Hingga kegelapan seakan menjadi pilihan

Kini..
Masih saja aku terperosok
Terperosok kedalam liang yang sama berkali kali
Mencoba sudah hati untuk dapat melepas
Namun masih saja terjerumus kedalamnya

Kadang hati ini sadar apa yang dilakukannya
Kadang jiwa ini penuh tangis karenanya
Kadang tubuh ini berselimut sesal dibawahnya
Kadang pikiran ini lelah pula ditengahnya

Ketika berjalan aku
Ku coba menarik langkah kaki ke masa lalu
Mencoba melihat kembali saat aku terjatuh
Saat kegelapan menyelimuti
Saat kegelapan menjadi kawan
Saat kegelapan menjadi pakaian
Mencoba mendengar kembali
Saat kegelapan menjadi lawan bicara
Saat kegelapan menjadi suara di kepala
Saat kegelapan seakan menjadi naluri dalam nurani
Menjerat hati
Mengelabui langkah kaki
Terjerat aku dalam kubangannya

Kini.
Aku ingin pergi
Dari gelapnya hati
Dari gelapnya mata ini
Dari gelapnya nafas siri
Dari gelapnya langkah kaki
Aku ingin pergi...
Walau tak meminta aku agar gelap itu pergi
Yang kupinta hanya itu....
Dijaga aku dari gelap itu
Dijaga aku dari kebrukan itu
Dan dijaga aku pula dari nafsu
Yang meninggalkan debu
Yang membawa pada neraka aku

Read More..

Nenek (2)

                 06-05-2013
Teringat..
Dulu ketika awal aku berkenalan
Berkenalan dengan tulisan
Tulisan yang mungkin menjenuhkan
Menjenuhkan bagi yang mencoba mengartikan

Kala itu aku membaca disebuah buku
Tentang puisi berjudulkan nenek ku
Kemudian ku coba mengambil kertas baru
Dan mulai kutulis ulang semua itu
Kubaca berulang kali
Dan ku ubah sesekali
Ku ganti kata demi kata
Hingga seakan menjadi kalimat yang bias
Yang belum pernah terukirkan
Yang belum pernah terpikirkan
Hingga saat ini aku tersenyum sendiri
Sedikit masam mengenang masa itu...
Kini coba ku ungkap
Yang sesungguhnya ada dalam nurani.

Aku kenal beliau sejak kecil
Ku ikuti langkah dan senyumnya
Ku sambut pulang letih dan binar matanya
Dia lah nenek ku
Yang mengasuhku diwaktu itu
Waktu dimana aku belum tau sesuatu

Aku panggil dia ibu
Karena mami ku memanggilnya seperti itu
Sering ku buat marah beliau
Namun tak mampu mengalahkan sayang nya padaku

Langkah kaki nya tegar
Tak pernah gontai walau sesaat
Genggamannya halus namun erat
Bagai kain beludru diselimuti serat

Hatinya benar benar sebening tetes embun
Tampak bersih dan menyejukkan
Hatinya benar benar sekuat bambu
Walau tampak lembut
Akan sangat menyiutkan nyali jika aku diganggu

Beliau ajarkan aku kesehatan tanpa obat
Berkenalan dengan tanaman buah yang berkasiat
Dan melingkupi nafas dengan oksigen tanpa karat
Udara pagi selalu meliputi disetiap langkahnya

Jalan puluhan kilometer sudah menjadi sarapan paginya
Silaturahim menjadi santapan malamnya
Dan mengangkat saudara dari kesusahan adalah makanan siangnya

Hatinya yang besar belum dapat aku cerminkan
Yang menerima setiap fitnah dan ejekan
Seraya berkata
"Tidak apa-apa, jika tidak kepada kita, kepada siapa lagi mereka dapat melakukannya"

Beliau bagai perisai di hadapan hatiku
Beliau bagai akar di bawah jiwaku
Beliau bagai pohon kasturi di atas jasadku
Beliau bagai penjaga di belakang nyawaku

Menuntun pada seruan Adzan yang indah
Menuntun pada bacaan qur'an yang menggema
Menuntun pada maaf yang tak biasa
Menuntun pada kasih sayang saudara

Kini...
Hampir 12 tahun jasad beliau tertidur
Hampir selama itu pula aku melangkah tanpanya
Hampir selama itu kucoba mengerti didikannya
Hampir selama itu....
Aku mencoba bertahan sepertinya

Semoga kelak
Kami dapat bertemu di surgaNya
Atau jika aku tak sampai
Dapat kulihat senyumnya dari nerakaNya
Walau hanya sekedar memastikan keberadaannya
Benar bahagia di dalam surgaNya

Read More..

Sepucuk Kata untuk Ayah Ibu ku

                 05-05-2013
Teringat beberapa sobekan
Sobekan memori dari masa lalu
Masa dimana aku dibesarkan
Dibesarkan oleh sepasang manusia yang begitu luar biasa

Tak terbayang
Kelak aku juga akan punya keturunan
Namun aku tau
Aku tak kan bisa sabaik itu
Sebaik mereka mengurus dan mendidik ku
Seluar biasa itu.

Aku ingat
Mereka mengarahkan ke jalan yang aku tak pernah tau
Mereka buat aku merasa semua yang perlu
Seakan dari seratus isi dunia
Aku harus bisa melihat semua
Walau tak sempurna

Mereka mengajarkan membaca
Membaca tulisan
Membaca perasaan
Membaca keadaan
Membaca semua yang rentan

Mereka mengajarkan semua
Mulai indahnya ketidakpunyaan
Hingga beratnya terpenuhi semua dengan godaan
Hidup dengan kesusahan
Hingga hidup dengan limpahan kekayaan
Hidup dalan kenangan
Hingga hidup tanpa kenalan
Hidup yang nyata
Yang terbelit hingga tampak longgar nafas terhirup
Dari kehidupan yang nyata hingga berpapasan dengan ghaib

Mereka mengenalkan
Pada perhatian dan kasih sayang
Pada kekerasan dan ketegasan
Pada hadiah dan hukuman
Pada keburukan dan keindahan
Pada yang terselubung dan yang tertampakkan

Mereka menunjukkan
Betapa indahnya perjuangan
Betapa indahnya anugerah
Betapa indahnya kesabaran
Betapa indahnya ketabahan
Serta ikhtiar yang benar benar tak kan sirna termakan zaman

Mereka antarkan aku untuk merasakan
Apa itu kesendirian
Apa itu kebersamaan
Apa itu kehidupan
Serta arti indahnya kematian

Mereka bimbing aku dalam langkah
Langkah yang tegar dalam kekalutan
Langkah yang indah dalam kesedihan
Langkah yang ceria ketika dalam permasalahan

Dan masih banyak yang mereka tanam
Tertanam dalam di hati ini
Terakar dalam tubuh ini
Hingga terukir dalam kepala

Tak akan sirna dari kenanganku
Tak akan pudar dari jiwaku
Tak akan musnah dari pandanganku
Tak akan lepas dari genggamanku
Mereka yang begitu berarti bagiku

Aku berharap
Aku berdo'a
Aku memohon

Agar kelak
Kami dapat bertemu di surgaNya
Atau jika aku tak sampai
Aku ingin melihat mereka dari nerakaNya
Walau sekedar memastikan
Mereka bahagia di surgaNya

Read More..

Cermin Bangsa ini (3)

                   05-05-2013
Ternyata selain tak bisa melihat
Juga tak bisa mendengar
Huwh...
Lengkaplah es campur negeri ini

2 hari yang lalu
Di bandara aq berada setengah jenuh
Menyaksikan sesuatu yang membuat hati merasa pilu

" urutan masuk ke pesawat....
Rear row, ... Middle row, ... Front row,... "

Namun..
Yang masuk bukanlah seperti itu
Melainkan bagai anai yang tertebar
Bagai semut ketika mendapat ketukan
Bagai angin yang menghancurkan

Berkali-kali..
Sama keadaannya
Entah itu pelabuhan atau terminal antar kota
Entah itu fasum dimana mana

Mendengar
Itu memang sangatlah sukar
Melihat
Itu pun juga susah untuk mengakar
Melakukan....
Terlebih susah untuk terjadi di tengah kakacauan itu

Lengkaplah apa yang dilahirkan bangsa ini
Dari penjahat sampai ustadz
Dari orang baik hingga bejat
Dari professor hingga profesi seadanya
Dari orang sehat hingga sakit
Entah sakit fisik atau sakit akal dalam kekalutan negara ini

Peraturan
Bukanlah sarapan
Panduan
Bukanlah makan siang
Terlebih lagi undang-undang
Bukanlah santapan malam yang lezat

Justru
Kerusuhanlah yang menjadi makan malam
Penipuan dan korupsi adalah makan siang
Pelanggaran adalah santapan pagi hari

Kering..
Kering dari kewarasan
Gersang..
Gersang dari kepatuhan

Benak ku pun akhirnya terpengaruh
Terbayang akan masa depan
Masa depan yang diliputi kesuraman
Kesuraman akan kacaunya dunia tanpa tuntunan
Kesuraman bangsa tanpa adanya peraturan
Kesuraman tanpa ada benih kebaikan...

Read More..

Ada Apa Dengan Demokrasi

                   30-04-2013
Besok..
Peringatan hari buruh..
Aku teringat beberapa momen
Diwaktu lalu yang menjadi debu

Awalnya ingin menyampaikan suara
Berlanjut dengan janji damai
Kemudian panas mulai membara
Hingga akhirnya jalan pintas anarki

Huh..
Sebenarnya lelah menjadi saksi
Entah itu telinga atau mata serta hati
Diujung hanya melihat kerusakan
Dan kerugian sepertinya harus menjadi santapan
Yah....
Kalau yang merusak rasanya enak
Enjoy saja dapat melampiaskan kekesalannya
Yang dirusak hanya bisa mengelus dada
Seraya berfikir siapa yang mengganti kerugiannya

Dan akhirnya.....
Hanya mereka yang tau

Baru aku mendengar
Demonstrasi...
Dilakukan lagi...
Lagi lagi dengan setengah anarki
Tanpa melihat siapa yang rugi

Sepertinya berfikir jernih sekarang bukan jamannya
Dan diplomasi bukan hobi yang jadi pilihan
Mereka lebih suka kekerasan
Tapi juga dulu menuntut disahkan  undang-undang anti kekerasan

Kurasa..
Ini era yang membingungkan
Ini masa yang suka berputar putar
Ini zaman yang tak tau dimana ujungnya
Ini....
Dunia yang aku tak kenal lagi
Baik tampak buruk
Buruk tampak selalu baik
Benar-benar...
Sukar untuk dipahami
Makna yang satu
Berbeda dengan makna yang lain
Seakan yang memberi makna
Memiliki tujuan sendiri-sendiri

Ah...
Entahlah
Apa aku harus biarkan
Atau berbuat yang aku pun belum tau

Read More..

Cermin Bangsa ini (2)

                26-04-2013
Kali ini
Terungkit lagi kebencian hati
Oleh ego para perokok
Yang begitu acuh menyalakan
Menyalakan asap kematian

Mereka begitu angkuh
Lebih angkuh dari merak dengan ekornya
Mereka begitu acuh
Dengan asap yang dibuatnya diudara
Tak peduli racun yang disebarkan
Tak peduli pada sakit yang ditaburkan

Begitu ringannya
Begitu besarnya ego
Menebar di kerumunan orang
Dalam bus
Terminal, stasiun, mall, tempat makan
Bahkan dalam kantor
Yang jelas tertulis " Dilarang Merokok "
Apakah  mereka tidak bisa membaca
Atau tidak bisa melihat
Atau......
Entahlah...
Negeri ini semakin susah dimengerti

Read More..

Cermin Bangsa Ini (1)

                   25-04-2013
Kadang aku merasa heran
Dengan pengendara di kanan kiri ku
Dengan yang melaju di hadapan ku
Dengan yang berpacu di belakang ku

Aku pun heran dengan mereka
Mereka yang sebagian besar buta
Buta akan warna yang ada di depan mata
Buta warna hanya dapat melihat
Mana yang dikatakan gelap dan terang
Namun yang kujumpai lebih parah rupanya

Bagaimana tak parah
Mereka tak dapat melihat warna
Garis pembatas di trafic light
Ditatap seperti tak ada garis sama sekali
Tak dapat melihat mana hijau dan mana yang merah

Yang ku tau
Mereka
Menunggu di depan tafic light
Tanpa melihat kapan merah
Kapan hijau kan berpijar

Tau tau
Dari belakang bel berbunyi kencang
Padahal kulihat hijau akan berpendar beberapa detik lagi
Dan ketika hijau menyapa di awal waktu
Suara bel semakin kencang

Kurasa
Sebagian besar orang d jalan raya
Sedang mengalami kondisi psikososial
Yang bahasa kerennya disebut "stress"
Kondisi emosional mereka sedikit terganggu

Tak ada yang mau mengalah
Mungkin akan berhenti jika mereka alami celaka
Atau mereka tersangkut kasus
Kasus orang lain celaka karena mereka
Na'udzubillah.....

Miris rasa hati ini menjadi saksi
Gambaran kecil bangsa ini
Yang menjadikan pedoman hidup
"Peraturan dibuat untuk dilanggar"

Huh...
Apalagi yang akan kusaksikan nanti

Read More..

Ditengah-tengah Bulan ke Empat

                            20-04-2013
Mencoba mengingat apa yang pernah aku tulis
Hampir dua puluh bulan yang lalu
Tentang apa yang ingin ku capai
Tentang apa yang ingin ku saksikan

Kini.....
Setelah swkian bulan berlalu
Malah lintas kota telah ku temui
Mulai dari Jakarta...
Magelang...
Cirebon...
Indramayu...
Dan kembali lagi ke Surabaya
Palembang...
Cilacap...
Bogor...
Malang...

Kini...
Entah kemana lagi kaki ini berpijak
Entah dimana lagi udara akan kuhirup

Hampir dua tahun berlalu
Akupun terjebak dalam duniaku
Lupa akan semua tulisanku
Sirna semua yang pernah aku buru
Benar benar telah terperosok aku
Dalam dunia yang aku tak tau

Jam dan detik telah sering nyawaku
Bulan dan hari telah sering berhembus di telinga ku
Namun aku masih sulit terbangun
Terbangun dari jurang yang aku gali
Tergali ditengah lumpur pekat
Dikelilingi pasir hisap yang melekat

Hingga kini masih aku mencoba
Walau kadang sering sedikit menyerah
Hampir pasrah pada semua
Pada semua yang membuat lelah
Dan gerah

Read More..

Akhirnya Sakit Juga

                            19-04-2013
Kemarin lusa...
Mendadak tubuh ini jatuh
Jatuh dari egonya yang terbusung
Membusung hingga lupa dengan kuasaNya

Perut ini mual...
Mual hingga isinya pun keluar
Bahkan air pun tak bisa masuk dirongganya
Dan udara pun tak cukup hinggap di porinya

Kemudian sekujur tubuh terasa penat
Bagai penat setelah menahan sejuta gedung
Bagai penat setelah menahan sejuta pukulan
Remuk....
Bercampur rasa yang hampir tak tertahan

12 jam berlalu
Kepala pening berpuing puing
Suhu tubuh pun meningkat perlahan
Lemas dan merasa tak mampu bergeming
Walau duduk terkulai sedikit menahan

Ternyata...
Aku hampir lupa
Terlalu tinggi percaya
Percaya pada diri sebesar semut kali
Lupa dari mana dapat semua
Lupa dari mana asal ceria

Huh...
Betapa bodohnya aku
Yang selalu mendapat teguran berkali kali
Selalu berhasil mendapat perhatianNya
Tentunya perhatian karena keburukan
Keburukan yang berulang...

Read More..

Kenangan dari Perpisahan

                        12-03-2013
Jejak tawa dari hari mulai pudar
Tapak canda dari siang terik mulai halus di akar
Bekas kerjasama dari ingatan mulai sirna dari kekar

Diujung pertemuan memang pasti disambut perpisahan
Namun diujung perpisahan pun pasti dapat salam hangat perjumpaan

Seperti hidup yang disambut kematian
Dan kematian yang telah dinanti oleh kebangkitan
Seperti malam yang dijemput siang
Dan siang yang telah ditunggu sang malam

Pertemuan bukanlah awal
Perpisahan pun bukanlah akhir
Pertemuan menjadi langkah
Perpisahan menjadi pintu
Seperti setiap jalan yang selalu ada pintu dikanan kirinya
Seperti setiap kota yang meninggalkan jejak langkah di permukaan jalannya
Semua silih berganti ditemui
Seperti siang dan malam

Yang akhirnya..
Menjadi secarik tiket pertemuan yang kekal
Atau dapat pula menjadi gapura perpisahan abadi

Read More..

                             03-01-2013
Baru saja
Ku lihat film di televisi
Ceritanya menyegarkan ingatan lama
Tentang sebuah nasihat yang tak pernah mati

Mencintai sesuatu
Janganlah terlalu
Begitu pun jika membenci itu
Karena jika sesuatu
Merusaknya dalam satu waktu
Maka cinta itu bisa menjadikan hati beku
Dapat pula membuat benci jadi cinta yang haru

Ketika cinta yang terlalu
Dikhianati oleh rasa yang pilu
Dusta yang berlabuh dihati satu
Menjadi karat yang dapat jadi hati batu
Rapuh hingga akhirnya runtuh
Hancur menjadi butiran gemuruh
Bagai pasir tertiup angin puyuh
Berantakan hingga tak terdengar keluh
Hati pun dapat menjadi bejat
Karena frustasi telah menyelimuti pekat
Dan depresi yang merasuk dalam sukma berkarat
Hingga pikiran tak dapat lagi melihat
Yang benar itu tampak salah
Yang salah terlihat benar tak gerah
Dan jalan pun akhirnya gelap
Kelam dalam kalbu yang terlahap
Dan diujung bertemu kawanan setan tak gagap
Dan mau juga berteman dengan iblis yang kalap

Walau tak semua seperti itu
Tapi ada baiknya jika tetap menjaga
Karena semua yang terlalu
Tetap saja membawa aniaya

Read More..