Tiba-tiba saja jadi teringat kembali
Masa-masa yang dulu pernah terlewati
Yang tak pernah bisa terulang lagi
Teringat kawan
Teringat akan kejadian
Teringat waktu separuh lalu
Mengenang kembali melawan jemu
Terbayang dikepala
Tiga kawan yang kini jauh disana
Telah melalui aliran sungainya sendiri
Seorang, kini menjadi besar
Memiliki ilmu dan tahta yang kekar
Dulu, menjadi acuanku dalam hal religius
Sering kami berdiskusi dan berkisah mistis
Sering kami bersua tentang hiburan imajinasi
Hingga bermain pada suatu pagi yang gelap
Bersama pedang kayu dan serbuk kayu
Disisi makam disisi jembatan
Yang menarikku juga dalam dunia martial art
Untuk yang pertama kali
Yang meminjamkan buku-bukunya
Dan yang pernah kubawa buku tugasnya tanpa mengakui
Aku tak pernah bisa mengejarnya dalam akademik
Saat hati mulai gersang, tak jarang aku mendatanginya, walau hanya untuk mendengar beberapa kata
Dan lingkaran sosialnya cukup tinggi dan putih
Seorang, kini menjadi kuat
Memiliki fisik dan tekad
Dulu, menjadi acuanku dalam bersosial
Sering kami berdiskusi dan berkisah cinta
(dia, bukan aku)
Membicarakan kehidupan disekolah
Membicarakan kesenangan dan masa depan
Mengajariku bertahan hidup dalam dunia yang keras
Dan memberi nilai ketaatan yang luar biasa terhadap orang tua
Walau tampak seperti preman, namun masih menjunjung adat
Lingkungan sosialnya pun cukup luas walau sedikit abu-abu
Saat aku dalam kesempitan pandangan, padanya sering aku berlari
Walau hanya untuk mengucap salam
Seorang lagi, kini semakin dewasa
Dulu menjadi acuanku dalam ketaatan orang tua
Trauma berkendara denganku
Karena kalalaianku hampir aku kehilangan dirinya
Sering kami bermain bersama
Mungkin karena ada ikatan antar sesama putra jawa kelahiran borneo
Saat bersamanya, rasanya kemampuanku dalam melihat suatu masalah meluas
Hingga rasanya bijak dihati semakin bertumpuk
Saat aku dalam krisis semangat, meluncur aku padanya, walau hanya melihatnya melakukan sesuatu
Lingkaran sosialnya cukup besar juga untuk seorang yang lugu
Dari kami,
Aku yang termuda
Sosialku yang paling sempit
Karena sukar membaur
Ingatanku akan nama pun sedikit tipis
Kini,
Kami telah berpencar sekian lama
Mungkin empat atau enam atau delapan atau sepuluh tahun lamanya
Dan jarang bertemu untuk waktu selama itu
Kini,
Semua telah memiliki keluarga kecilnya
Memiliki danaunya masing-masing
Memiliki aliran sungainya
Dan memiliki apinya
Berharap,
Bisa kami berkumpul lagi
Berempat
Entah hanya untuk bercanda atau bercerita
Atau untuk bermain seperti dulu
tedy, pianto, yudi
Miss you