30-09-2012
Mencoba mengenang..
Masa dimana aku terpuruk
Oleh langkah tanpa rekayasa
Oleh keinginan tanpa ada asa
Oleh semangat tanpa ada bara
Semua tampak tak karuan
Bertahan namun jatuh jua
Menahan namun tak tertahan
Hingga diujung sia-sia belaka
Bagai berjalan tanpa mata
Tanpa kaki dan hati yang terbuka
Berkali-kali terperosok
Kedalam jurang yang itu-itu jua
Seperti seekor keledai
Yang terjatuh hingga mati
Hanya karena kotoran yang sama
Berkali-kali masuk kehidungnya
Hati ini sadar sesungguhnya
Namun entah karena apa
Hasilnya tetap terulang juga
Tanpa ada perbaikan yang nyata
Hingga hati terkikis oleh hitam
Yang pekat kelam dan menakutkan
Jiwa pun turut redup
Dengan cahaya gelap yang merenggut
Raga mulai ikut terpuruk
Dengan laku nya yang semakin buruk
Jalan masih jauh panjang dihadapan
Cahaya masih luas terbentang
Langit masih tak enggan menaungi
Udara pun tak letih menyelimuti
Hingga samudera tak ingin ditinggal mati
Masihkah harapan panjang seperti jalan ini
Masihkah keinginan terbentang seperti cahaya ini
Masihkah semangat tak enggan selalu menemani
Masihkah kebenaran masih dapat menyelimuti
Masihkah kabaikan tak dapat ditinggal oleh hati