Mengenang Gelapnya Hati

                                             30-09-2012
Mencoba mengenang..
Masa dimana aku terpuruk
Oleh langkah tanpa rekayasa
Oleh keinginan tanpa ada asa
Oleh semangat tanpa ada bara

Semua tampak tak karuan
Bertahan namun jatuh jua
Menahan namun tak tertahan
Hingga diujung sia-sia belaka
Bagai berjalan tanpa mata
Tanpa kaki dan hati yang terbuka

Berkali-kali terperosok
Kedalam jurang yang itu-itu jua
Seperti seekor keledai
Yang terjatuh hingga mati
Hanya karena kotoran yang sama
Berkali-kali masuk kehidungnya

Hati ini sadar sesungguhnya
Namun entah karena apa
Hasilnya tetap terulang juga
Tanpa ada perbaikan yang nyata
Hingga hati terkikis oleh hitam
Yang pekat kelam dan menakutkan
Jiwa pun turut redup
Dengan cahaya gelap yang merenggut
Raga mulai ikut terpuruk
Dengan laku nya yang semakin buruk

Jalan masih jauh panjang dihadapan
Cahaya masih luas terbentang
Langit masih tak enggan menaungi
Udara pun tak letih menyelimuti
Hingga samudera tak ingin ditinggal mati

Masihkah harapan panjang seperti jalan ini
Masihkah keinginan terbentang seperti cahaya ini
Masihkah semangat tak enggan selalu menemani
Masihkah kebenaran masih dapat menyelimuti
Masihkah kabaikan tak dapat ditinggal oleh hati

Read More..

Lamunan siang yang tak terang

                                          28-09-2012
Gema sang awan membawaku pergi
Pergi menyusuri jalan kota ini
Sendiri mencoba memandang hati
Yang tampak tak pernah letih
Walau teriknya sang siang membunuh benih
Melumat daratan tanpa rasa kasih Menghujamkan panas yang menyengat baju ari

Aku terduduk sesaat
Dibawah pohon sedikit rindang
Di depan mall yang belum mulai bernafas
Kulihat....
Banyak orang mulai berdatangan,,,
Dari yang akan mencari nafkah didalam gedung itu
Maupun yang mengais rezeki di emperan
Banyak air muka kulihat
Masam.....sampai manis melekat
Senyum yang terpasang apa adanya
Hingga kerutan dahi ada apanya
Ada yang tertawa lepas..
Tersenyum dikulum
Ceria dalam kesedihan
Bahkan menangis ditengah keramaian
Ada pula yang menunggu
Menanti yang tak kunjung tampak
Hingga tertegun dalam bersama lamunannya

Sesaat aku melihat seorang ibu paruh baya
Mulai menata barang dagangannya
Dibantu sang suami yang sedikit tegap tentunya
Dihalaman yang tak pernah ramah

Teringat aku dengan umi ku
Dikala dulu berjuang
tak pernah henti berdagang
Ini itu tak menentu
Demi sekolah 3anak yang sedikit tak tau malu
Berhutang sana sini dengan raut letih dan lesu
Berjalan sana sini pun hingga layu
Berangkat setelah shubuh
Ditemani anak anak serta suami
Mencoba membantu menggalikan rizqi
Ditengah kejamnya kota yang tak tahu santun

Kini...... aku disini Jadi seperti ini Dengan semua tetesan keringat
Dan air mata mereka yang telah membimbingku Menyayangi......hingga akhir masa..
Ku pikir..semua orang disini pun sama
Untuk apa langkah itu dilalui
Walau harus memeras nafas
Yang hanya tersisa secangkir gelas

Read More..

Diantara Keyakinan dan Kekhawatiran

                                          12-09-2012

Sedetik......
Terasa bagaikan telah bertahun-tahun mencapainya
Bagai melampaui jalanan panjang
Berlubang dan dipinggiran jurang yang tajam

Semenit......
Bagaikan hampir seabad didepan
Terasa seperti memanjat tebing yang tinggi menjulang
Menembus langit menembus matahari yang terang

Sehari.........
Seminggu...
Sebulan.......
Setahun.......

Entah bagaimana akan berlalu
Kadang terasa sedikit berat dengan hal itu

Harus menerima yang tak ingin diterima
Harus memberikan yang tak ingin dilakukan
Harus berpura-pura setuju dengan apa yang telah ada
Harus bersandiwara dengan semua kebiasaannya

Berat memang jika dirasakan
Ibarat memikul logam sebesar bumi yang perkasa

Mencoba bertahan beberapa saat
Menunggu waktu yang sesuai untuk mengambil langkah

Kadang..
Kecewa itu masih lebih baik
Dibanding dengan riang namun ditepi jurang
Read More..