Banjir

                            10.01.2017

Biasanya berlalu lewat berita
Biasanya tampil dalam layar kaca
Wajah duka dan penuh harap
Tenaga yang terkuras dan tergagap

Malam ini aku meluncur pulang
Didalam sebuah bus malam penuh tak sesak
Melalui kota demi kota gemilang
Dan berhenti sesaat untuk melihat
Tak dapat berlalu lancar seperti biasa
Mata pun memandang dua orang
Yang dikira penjual nasi goreng atau semacamnya
Menatap kedalam sebuah gang
Berjongkok

Dari sini,
Sepertinya itu terendam air
Karena dihiasi serakan sampah
Roda bergulir kedepan
Tampak sedikit jelas akhirnya
Kenapa perjalanan sedikit tersendat
Jalan didepan mungkin digenangi air
Karena rumah di belakang itu terendam separuh
Roda bergulir kedepan
Tampak sebuah jalan masuk
Dipenuhi air berlinang
Tampak rumah bagai mandi berendam air dalam bak
Semakin kedalam
Tampak petugas duduk diperahu
Lelah

Ternyata ditampakkan pula dihadapan
Sedikit pesan pengingat
Bahwa tak selamanya dapat terus terhindar
Namun tak juga mustahil untuk menghindar
Hanya sepucuk pesan
Yang merendam banyak kehidupan

Read More..

2017

Tahun telah berganti lagi
Baru saja berlalu beberapa hari
Dan tangan teringat membuka diary
Dan mencoba mencatat kembali
Satu dua kata hati
Kalau memang bisa disebut hati

Kali ini tulisan sendiri
Bukan dari kawan atau sanak family
Bukan dari rekan atau dari belahan hati
Bukan pula dari pohon yang berdiri
Hanya ingin sedikit tertumpah
Walau lebih kearah keluh kesah
Dan terdengar seperti sampah
Hati yang tak bergairah

Hampir dua putaran masa matahari
Berjalan di kehidupan seperti saat ini
Diawali karena rasa percaya diri yang tinggi
Dengan bumbu ketidakpercayaan pasti
Kekhawatiran akan campurtangan yang rusak
Ketakutan akan jalan menjadi penuh kerak
Akhirnya melewati dengan beriring benci
Tak lupa membawa dusta dihati
Walaupun di ujung nya mulai membuka diri
Dan terang untuk semua telah ditulis
Tetap saja rasa itu masih ada

Diawali oleh khawatir
Tumbuh menjadi ketakutan
Lahirlah kebencian
Berkembang menjadi kebohongan

Lingkungan ini sungguh terasa menyulitkan
Kadang terasa lelah
Seperti terlalu besar berupa beban
Kadang terasa bersemangat
Seperti terlalu ringan bagai awan

Yang menjauhkan akhirnya dijauhkan
Yang mendustai akhirnya tersembunyi
Yang dikhawatirkan akhirnya menjadi menakutkan

Nafas ini kadang tampak ringan
Kadang tampak berat
Jika dilihat bagai kunang-kunang
Kadang redup kadang terang
Terasa pula bagai jantung
Kadang kempis kadang mengembang

Dari sudut pandang sang awan
Kaki ini terlihat nyaman
Ketika dirumah tampak bagai berhari-hari lamanya
Seperti seorang pengangguran
Walau sebenarnya dapat dihitung menggunakan jari tangan
Ketika di laut pun rasanya lama
Dan tentu jari tangan perlu tambahan
Sedangkan perjalanan diantaranya tampak begitu lama
Walau sebenarnya hanya berupa hitungan jam
Namun disatu sisi perjalanan itu
Menjauhi yang ingin selalu dekat
Dan disisi satunya benar-benar menjauhi yang ingin dijauhi

Apa yang bisa dijauhi kini hanyalah diri sendiri
Mencoba mengubur jati diri sebagian
Kerusakan mulai menggerogoti mental
Dan memang dibiarkan seperti itu
Mulanya tegak pada tonggak
Mulai jatuh seiring terbenamnya mentari
Dan memang dibiarkan seperti itu

Seandainya bukan lelaki
Mungkin sudah berdagang air mata
Menjajakan ratapan kesedihan
Mengumbar keluh kepedihan
Bagai mayat hidup menunggu obat kematian
Namun berharap pula dapat cahaya kehidupan
Seandainya bukan lelaki
Mungkin dinding hati akan dibiarkan berserakan
Karena hancur oleh retakan kepedihan
Getas oleh sakitnya kesendirian
Sayang itu hanya seandainya
Dan berandai-andai sungguh dijauhkan

Kini...
Tahun telah berganti
Telah berjalan beberapa hari
Walau hati tetap mengharap dapat kembali
Namun saat ini hanya dapat menjalani
Bertemu dengan kejenuhan
Bertemu dengan kesendirian
Bertemu dengan kepedihan
Bertemu dengan kebencian
Bertemu dengan kapahitan
Dan akan selalu membawa hati
Dalam kotak laci terkunci
Didalam sebuah brankas tersembunyi
Membiarkan semua berlalu
Dengan wajah yang tersenyum
Aura terang membiru
Cahaya semangat seperti baru

Agar yang melihat dapat selalu senang
Agar yang bertemu dapat selalu riang
Tanpa perlu tau hati bimbang
Semua hanya perlu tahu
Hidup itu untuk senang

Seperti kata seorang kawan
"Hidup itu mudah, hanya yang menjalaninya yang membuat tampak susah"
Hanya perlu menampakkan mudahnya kehidupan
Agar kemudahan menjalani dapat tertular
Dan semua dapat merasakan senang

Read More..