Melangkah Pergi

                                                                  28-02-2012
Ternyata....
Hidup itu memang singkat
Bagai hamparan angin yang berhembus dekat
Bagai bentangan pasir dibawah kaki melekat

Udara tampak begitu indah
Ketika melihat nyawa ada diujung mata
Lumpur pun terasa segar didada
Saat jiwa ada diatas kepala

Tapi hati kadang merasa heran
Banyak nafas yang begitu mengangkat dada
Merasa jalannya akan lama
Banyak pula mata yang menyimpan dusta
Dusta dendam dan aniaya
Memburu harta mengemis dunia
Tanpa melihat neraka ada dibawah maya
Tersembunyi dibawah langkah yang menganga
Siap melahap mereka yang lupa surga

Mata kadang lelah
Menyaksikan miskinnya jiwa ada dimana mana
Melihat rendahnya moral yang mulia
Menatap rakusnya kaki tangan hati yang hina
Tidakkah mereka pernah bertanya
Kemana dunia ketika mereka telah sirna
Tidakkah mereka berkaca
Bagaimana ruh masuk ke alam baka

Telinga kadang sakit
Menggelitik menusuk dengan kait
Mendengar suara fitnah yang berkelit
Hanya untuk selembar duit
Hanya untuk mendapat dunia se-tumit
Apakah mereka pernah membayang
Kemana jiwa binasa bersama uang
Ataukah tak pernah memandang
Bagaimana tubuh hancur oleh harta dunia

Jika dasar jiwa merasa kurang
Sekaya apapun mereka akan tetap merasa miskin
Setinggi apapun mereka akan tetap merasa hina
Sejauh apapun mereka akan tetap merasa tak seberapa
Sebesar apapun mereka...
Akan terus menggali, tanpa henti
Mengabaikan kehidupan nanti
Mengabaikan akhir dari dunia ini
Jika tak tegas dengan rasa kurang
Maka hidup akan dipermainkan oleh kekurangan
Hidup akan dikontrol oleh rasa kekurangan
Begitulah jika tak pernah mau berkenalan dengan hidup
Tak mengerti hidup
Tak paham apa yang dicari oleh hidup

Cukupkanlah kawan.....
Cukupkanlah...
Sedikit apapun yang dimiliki
Jika hati merasa cukup
Maka akan tercukupi semuanya
Kendalikanlah hidup
Jangan hidup yang mengendalikan kita
Keraslah pada hidup
Jangan sampai hidup keras pada kita

Read More..

Wajah, Senyuman, dan Kata

                                                                 26-02-2012
Pagi....
Saat jendela mata mulai terbuka
Tampak segar hamparan sinar surya
Berhambur memadati wajah yang sedikit gerah
Kulihat menyudut memenuhi ruang pekat ini
Sinarnya melumat semua yang ada
Disela lemari perasaan
Dicelah pintu jiwa yang tampak berantakan
Diantara dua mata yang sembab oleh kegelapan

Masih berfikir riskan hal yang itu-itu saja
Yang tak akan pernah habis walau cahaya mulai padam
Yang tak akan sirna sebelum dunia berpindah alam

Teringat wajah-wajah itu
Teringat senyuman menyimpan sayatan
Teringat kata yang menyakitkan

Wajah dimana kerakusan harta menggerogoti
Wajah dimana tiada pernah paham apa maknanya
Wajah yang tak pernah puas apa yang ada di hamparan tangan
Wajah yang tak pernah mengerti artinya dunia
Wajah...yang menipu dengan sikap sesaatnya
Wajah ..yang menipu dengan penampilannya
Wajah...yang menipu dengan sujud dan wudlunya
Wajah itu...
Yang membuat hati menjadi gelap pekat berserat

Senyum itu...
Senyuman yang menyimpan banyak tanda maksiat
Senyuman yang menyimpan banyak pemaksaan
Senyuman yang menyimpan banyak kelicikan
Senyuman yang menipu...
Menipu dengan raut senyum pengharapan
Menipu dengan raut senyum kebaikan
Menipu dengan raut senyum dendam
Menipu dengan raut senyum kebejatan
Senyum itu...
Yang membuat hati menjadi kasar bergerigi duri

Kata kata itu...
Kata yang sakit didengar telinga
Kata yang sakit dipandang mata
Kata minta dengan paksa membawa nista
Kata yang busuk mengandung kelicikan bara
Kata yang hina menyimpan sejuta aniaya
Kata-katayang menipu..
Menipu dengan nada minta
Namun memaksa sangat dalam terpanjat
Menipu dengan nada pengharapan
Namun menikam dengan kecam
Menipu dengan suara tampak tulus
Namun menghujat dalam ancaman
Menipu dengan irama indah
Namun mematikan
Kata-kata itu...
Yang membuat hati jadi buta berselimut hina

Namun...kini diri ada diantaranya
Berdiri sendiri hampir tanpa kawan bersama
Duduk sendiri mempertahankan keyakinan yang ada
Ingin rasa berlari namun jiwa menahan jangan sirna
Semua....hanya sebagai batu bagi hati
Semua...hanya sebagai irama dalam kehidupan
Semua...hanya sebagai soal yan di uji
Semua...
Hanya sebagai jalan menuju hari
Hari dimana semua akan berhanti
Berhenti dari semua.....
Bahkan berhenti dari semua kehidupan
Read More..

Sedikit lelah

                                                                  25-02-2012
Gejolak dalam celah otak
Cukup mengguncang ketenangan langkah
Gemuruh yang mengembang dalam medulla
Cukup melemaskan saraf tubuh yang tak lincah

Ketika berfikir melampaui
Pikiran pun tak akan terkendali
Akan membawa diri lemah seperti mati
Tindakan pun tak terbatas hati
Pikiran kadang terlalu buta untuk dapat melangkah
Membutuhkan seutas tongkat yang tegak
Dan dasar bumi yang alurnya terasa didasar jiwa
Pikiran terkadang terlalu rendah
Hingga mempengaruhi tempatnya
Jadi tampak sedikit bodoh berkerah

Ujung jalan
Akhirnya hanya mengarah pada kata menyerah
Walau pandangan menipu hati
Namun sayang hati masih punya ribuan mata
Dapat meraba dalam gelapnya malam
Dapat merasa dalam kacaunya suasana
Dapat menatap dalam kejamnya udara

Janganlah dipaksa hati untuk selalu berusaha
Kadangkala butuh detik untuk mengambil nafas
Janganlah ditarik hati untuk berjuang terlalu
Kadangkala butuh hari untuk dapat menenangkan
Janganlah......terlalu dibawa menjadi beban

Biarkan....
Biarkan hati dapat merasa
Merasa kesedihan ataupun kesenangan di depan mata
Biarkan...
Biarkan hati dapat memandang
Memandang benar atau salah di depan gerbang
Biarkan..
Biarkan hati dapat mendengar
Mendengar permintaan dan sedikit pergunjingan
Biarkan.
Biarkan hati merasa dibutuhkan
Dibutuhkan oleh semua yang merasa

Read More..

Pemburu dunia dan surga

                                                                 24-02-2012
Hanya sedikit yang dapat mengerti
Hingga akhirnya hanya sedikit yang dapat menghargai
Hanya sedikit yang dapat memahami
Hingga akhirnya hanya sedikit yang bisa mendekati suci

Mereka yang tak paham
Menipu jiwanya dengan harga dunia
Menghasut hatinya untuk selalu memburu
Menggelapkan pandangannya dari peduli
Dan memotong bathin dari disiplin
Mereka mengejar...
Memburu dengan menggebu
Hingga samar terlihat di depan mata
Mana yang iya
Dan mana yang menggema
Ujungnya nampak maya
Halal jadi dihina dan dianiaya
Haram jadi halal dihati mereka
Jalan pun sudah tak mempengaruhi lagi
Langit pula tak menakuti
Kilat dan badai sudah tak ada artinya
Apalagi maut yang sewaktu datang berkedip
Mereka kebal
Mereka bebal
Dari cahaya
Dari sinar purnama


Yang dapat memahami
Hanya membiarkannya mengalir
Berjalan diatas bumi dengan langkah amanah
Menerima apa yang harus diterima
Menolak apa yang harus ditolak
Tak meminta Tak memaksa
Tak pernah berbuat aniaya
Yang hak itu hak
Yang bathil itu bathil
Yang salah itu salah
Yang benar itu benar
Mengalir dalam nafas yang selalu berganti
Mengisi celah dalam darah
Tak pernah memburu
Namun selalu diburu

Biarkanlah mengalir
Hidup telah ada yang mengatur
Hitup telah ada yang menjamin
Tanpa rasa kelabu
Tanpa rasa jemu

Kelak akan terasa
Ketika umur tak lagi muda
Ketika mata tak lagi sesiap saat ini
Ketika nafas tak lagi sesigap ini
Read More..

Belajar pemadam

                                                                  24-02-2012
Hari ini...
Aku belajar menggunakan peralatan pemadam
Awalnya biasa saja
Tanpa ada rasa apa apa
Tapi....
Setelah sekian menit berlalu
Tangan ini penat...
Yang awalnya ringan jadi terasa mulai berat
Bahkan terasa berlipat-lipat..

Jadi teringat para pasukan merah
Para pejuang pemadam kebakaran
Betapa kuatnya mereka
Kuat hati
Kuat energi
Kuat jiwa
Kuat pula rasa

Melawan amukan panas bergejolak
Melawan penat dikaki tangannya
Melawan emosi dalam hatinya
Melawan takut dalam dirinya
Melawan merahnya dunia....
Read More..

Waktu

                                                                 23-02-2012
Menatap kempali dalam pusaran waktu
Menyisir disetiap gelembung arus yang memadati
Mencoba mengambil sedikit memori masa lalu
Dimana langkah masih belum seperti ini

Masuk dalam lingkaran waktu lalu
Melihat secuil ingatan dalam kegelapan
Ditengah belantara rimba yang menusuk paru
Sesak karena termakan kesesatan
Namun segar karena telah merasakan
Betapa indah berdiri diluar ikatan setan
Betapa merdu nafas diluar awan hitam

Mengalir kearah garis dalam perubahan
Beranjak ingin berubah
Namun hanya sampai pada hati
Tanpa kata maupun ungkapan
Tak ada pula luapan perbuatan
Hanya ada dalam perasaan
Hanya ada dalam hati yang tertelan
Namun.............
Langkah menjadi lebih menekan

Meluncur melewati sekian masa
Hingga akhirnya kembali dalam jurang
Sebuah lubang yang sedikit membawa kembali gelap
Hingga bimbang...
Apa kini hati telah sirna dari singasananya
Apa jiwa telah kembali tenggelam

Diantara cahaya dan ruang pekat mencekam
Berdiri jasad tanpa kaki hati
Berdiam hati tanpa ada sinar menemani
Read More..

Ibarat Air

                                                                 22-02-2012
Air...
Kadang terasa begitu menyejukkan
Menyejukkan hati yang gerah dan gundah
Menyejukkan jiwa dalam lautan yang marah
Menyejukkan pikiran dalam malam menekan
Menyejukkan mata dalam genggaman kegelapan
Menyejukkan pendengaran yang mulai resah

Bersiap untuk resiko terburuk..
Itulah kiranya sepucuk kata dariku untuk sang Air
Menikmati kesejukannya kadang membuat orang lupa
Lupa pada apa yang telah dilalui
Lupa pada apa yang telah diperjuangkan
Lupa pada semua tangga yang berhasil ditaklukan

Hingga ketika sang Air itu bergolak
Tak ada yang bisa menghindar darinya
Ada yang tertelan dalam kenikmatan sejuknya
Ada yang tertindas dalam keindahan dinginnya
Ada yang terperosok dalam kesegaran sentuhannya
Ada pula yang tersiksa dalam basahnya

Banyak yang telah jadi korban keindahannya
Namun sayang tak menjadi pelajaran bagi yang lainnya
Banyak yang telah jadi korban kesejukkannya
Namun sayang tak menjadi contoh yang lainnya

Banyak yang terbuai penampilannya
Banyak yang begitu terpesona keindahannya
Banyak yang terhasut kenikmatannya

Yang begitu menyedihkan..
Ketika yang terlahap oleh Air
Berpenampilan begitu mengecoh
Keluar masuk rumah suci
Menghadap tampak kusyuk dan syahdu
Namun sayang.........
Mereka belum mengerti tentang air......

Kadang memang tampak susah
Kadang memang tampak berat menempa

Hatiku mulai mengamatinya ketika tumbuh dulu
Jiwaku mulai mendekatinya ketika kecil dulu
Perasaanku mencoba menyentuhnya mulai masa lalu
Namun ....
Hingga kini,
Diri ini masih mencoba memahami......
Setetes air yang jatuh dari ketinggian
Disatu sisi membuat waspada yang mengerti
Disatu sisi membuat berbesar hati
Dan kini...Banyak yang mengaku merasa tahu
Namun......kosong...

Sekian kali Air jadi perumpamaan
Seperti udang dibalik batu
Air hanya sebuah contoh dari kejadian
Air hanya sebuah perantara pesan
Dari kita.......Untuk kita......Semua
Read More..

Langkah ini terasa berat

                                                                 21-02-2012
Mencoba aku memandang
Memandang dengan mata terpejam
Terpejam tanpa terawang
Menerawang dunia yang semakin kelam

Mencoba aku melihat
Melihat dengan hati tertutup
Tertutup dari semua yang pekat
Pekat yang menyelimuti jiwa redup

Mencoba aku menatap
Menatap dalam dunia yang terpisah
Terpisah dari rantai gelap
Gelap dalam alam yang hampir lelah

Kurasakan sebutir air bergelayutan diatas dahan
Jatuh terlepas dari cekamannya
Menimpa hamparan beludru sepanjang kafan biru
Kemudian bergulir kebawah diantara celah kelabu
Terus mengalir sejauh nafas terhempas
Akhirnya tersebar diatas medan panas
Panas oleh kejamnya dunia yang tertindas
Panas oleh dunia yang penuh oleh ancaman pedas
Panas oleh dunia yang penuh kecaman cadas
Kemudian lenyap tertelan hampanya dunia yang karam

Setelah melalui banyak celah
Akhirnya terpendam jua
Tanpa bisa berkata
Hanya bisa terima hasil dari semua

Read More..

Terpuruk di Ruang Gelap

                                                                 21-02-2012
Berjalan diatas kegelapan
Mengais mencari sedikit celah harapan
Naik turun tak menentu sedikit rentan
Kadang merayap menyusur tanpa menyimpan

Disini...
Dipinggir kota ini
Dibatas antara darat dan laut penuh duri
Diatas angin dibawah langit penuh janji

Janji tak dapat diambil
Karena langkah belum lengkap dan kecil
Hanya terpajang bagai angan labil
Dapat dipandang namun tampak kerdil

Diatas kepala tertumpuk sejuta bayangan
Diatas kepala tertumbuk sejuta khayalan
Diatas kepala telah lapuk sejuta kenangan
Diatas kepala telah remuk sejuta keinginan
Diatas kepala tampak buruk sejuta harapan
Diatas kepala terkeruk sejuta keyakinan

Celah belum jua tampak
Cahaya pun tak kunjung meledak
Sinar seakan tak akan tersimak

Aku terjebak
Dalam ruang gelap dan pengap
Dalam labirin penuh sesak
Terikat bersama kata siap
Namun tetap mencari celah cahaya
Menunggu cahaya meledakkan sinarnya
Menanti sinar menerangi ruang dihadapan

Read More..

Hidup Mereka di telapak Rupiah

                                                                  20-02-2012
Angin berhembus setengah merdu
Melalui celah mata orang-orang itu
Meraba tangan dan kaki dengan haru
Melewati nafas-nafas yang memburu

Cahaya pun sedikit teriris tipis
Menerpa wajah yang berhati sinis
Menyinari jiwa yang haus bagai iblis
Sambil bersungut di celah pikiran penuh kabut

Bukan hanya aku sendiri
Tanah dan air pun jadi saksi
Begitu juga dengan awan yang menaungi

Begitu hina mereka
Uang jadi berhala
Begitu kotornya mereka
Uang jadi segalanya
Begitu Baunya mereka
Uang telah membuat buta
Begitu Busuknya mereka
Uang telah jadi aniaya

Betapa rendahnya hidup
Dimana uang telah menjadi selimut yang redup
Dimana uang telah menjadi pelindung
Dimana uang telah menjadi nafas
Menjadi darah dalam hidup yang keras

Seandainya sandal dan sepatu bisa berkata
Pastilah muntah menjadi alas hati yang hina
Seandanya baju celana bisa bicara
Pastilah basah selalu oleh air sesal tiada tara
Seandainya kursi dan pintu itu bisa bersuara
Pastilah berantakan ruang oleh ketidakpuasan

Uang itu hanya pendukung
Bukan jalan yang dituju
Uang hanya pelengkap
Bukan segalanya
Uang hanya penghias
Bukan menjadi hati ataupun jiwa
Uang hanya ujian
Bukan kehidupan
Uang harusnya membuat sabar
Bukannya membuat rakus dan makar
Uang hanya sebuah pajangan
Bukan sebuah alas ataupun tongkat

Harusnya kita berkaca pada dunia
Untuk apa kita perlu uang
Harusnya kita berkaca pada alam semesta
Untuk apa uang di atas sana................a

Read More..

UANG...bisa merubah mereka


                                                                 17-02-2012
Uang lagi……………..Uang lagi……………                                               \
Uang dimata mereka memang segalanya
Tapi dihatiku hanya sebuah rizqi yang dititipkan untukku
Yang akan membantuku memperdalam keyakinanku
Dan membantuku Menambah rasa Syukurku

Aku  heran ketika tahu ekspresi banyak orang
Yang merasa aneh melihatku seakan tak doyan dengan uang….
Yang merasa aneh melihatku seakan tak butuh dengan uang….

Padahal…..hanya pola pikir dan pahitnya jalan hidup saja yang berbeda..
Menurut bayanganku mereka tak akan pernah bisa mengerti
Bagaimana indahnya kenangan
Ketika 2 hari 2 malam tanpa makan
Ketika menahan sakitnya lapar ditengah keramaian
Ketika menahan dahaga hingga tubuh hampir tak berdaya

Ketika menjalani janji bersepeda puluhan kilometer
Ketika berjalan 3 kilometer setiap hari

Ketika mencoba memahami apa arti kehidupan
Ketika mencoba mengerti apa arti kesabaran
Ketika mencoba tahu apa itu ketabahan
Ketika mencoba menjalani apa yang telah ditakdirkan

Ketika manyaksikan pedihnya kehidupan
Ketika merasakan sedikit kegelapan
Ketika melihat apa yang tak seharusnya dilihat

Dan betapa indahnya kenangan
Ketika mendapat mimpi..
Bahwa KIAMAT telah di depan mata
                                       Di samping telinga
                                       Di atas ubun-ubun

Mereka tak pernah bisa merasakan betapa nikmatnya makanan
Dari uang yang halal
Dari uang hasil keringat
Dari uang yang memang hak untuk dimiliki di hadapan Illahi

Mereka tak pernah bisa merasakan….
Betapa bangganya ketika menghadap pada Illahi
Mengatakan…
“ Ya  Allah…..Lihatlah aku,
“ Ya Allah…..Terima kasih untuk semuanya
“ Ya Allah…..Engkau maha tahu
“ Maka Engkaulah saksi dari hambamu ini
“ Setelah kegelapan menyelimutiku dulu
“ Setelah kabut menghalangi jalanku dulu
“ Setelah lumpur menguji imanku dulu
“ Saksikanlah aku kini, Aku mohon izin Mu
“ Izinkanlah aku berbangga diri dihadapan MU
“ Karena aku telah mampu berjuang….Menjaga apa yang telah Kau titipkan
“ Apa yang menjadi hak ku, maka aku menerimanya
“ Apa yang bukan hak ku, biarkan aku menolaknya
“ Namun…Tunjukkanlah aku jalan
“ Berikanlah aku bantuan
“ Berikanlah aku pertolongan
“ Menghadapi makhluq-makhluq Mu
“ yang di depan mereka memakai Topeng keagungan MU
“ Namun dibelakang mereka meminta yang bukan hak
“ Meminta yang menyiksa dan menyakiti hati orang lain
“ Dan Mereka berprasangka serta mempergunjing
“ Serta Mereka mencipta fitnah yang begitu menggelapkan pandangan

“ Ya Allah..
“ Bantulah hambaMu ini untuk kuat dan bertahan
“ Serta dapat menarik jalan lurus
“ Walau Kejahiliahan menghadang
“ Walau fitnah telah menjadi peringatan
“ Walau gunjingan dan prasangka menjadi jurang

Apakah mereka bisa merasakan betapa indahnya
Ketika berdialog seperti itu dengan Allah Tuhanku

Sudah pernah ku katakana
Hidupku sudah ada yang menanggungnya
Tak perlu aku minta
Tak perlu aku tunggu
Allah sudah memberi paket untukku
Read More..

Ibarat Angin...

                                                           16-02-2012
Sering angin itu berlalu
Membawa sesuatu yang tak tentu
Kadang membawa batu-batu
Kadang membawa kesegaran yang tak jemu
Kadang pula membawa masalah yang berliku

Sering angin itu datang
Membawa pesan kedamaian
Membawa pesan peringatan
Membawa pesan ketegangan
Membawa pesan kesedihan
Membawa pesan kenyataan

Sering angin itu menyampaikan salam
Salam kejujuran
Salam ketidak pastian

Sering angin itu menampakkan wujudnya
Namun tak semua bisa mengerti
Tak semua bisa memahami
Apa yang dibawa olehnya
Apa yang akan disampaikannya
Apa yang akan ditunjukkannya

Angin itu bisa menjadi kawan
Jika bisa kita merasakan
Angin pun bisa menjadi lawan
Jika kita tak pernah mempedulikan

Angin.....
Bisa saja sekarang berlalu
Bisa saja esok kan bertamu
Bisa saja lusa akan memburu
Walau kita tahu kemarin dia datang membawa haru

Angin hanyalah sebuah perumpamaan
Angin hanyalah sebuah gambaran kecil perwujudan
Angin hanyalah sebuah kiasan

Apa yang ada dibaliknya
Apa yang tersimpan di dalam katanya
Apa yang tercermin dalam sifatnya
Apa yang sebenarnya ingin dimaksudkan....

Hanya yang ingin tahu yang bisa mengetahuinya
Hanya yang ingin paham yang bisa memahaminya
Hanya yang peduli yang bisa merasakannya
Hanya yang berfikir yang bisa memaknainya
Hanya yang bisa membaca yang akan mengerti maksudnya
Read More..