Kadang..
Manusia tidak bercermin pada hatinya
Bahkan dirinya pun malu menatap cermin itu
Mengatakan ego seseorang lebih tinggi
Namun tak memandang
Sebesar apa pula ego yang dimilikinya
Seperti aku..
Yang kata orang,...
Semaunya sendiri
Urakan
Sembrono
Dan tak mau mendengar
Jika diberi nasihat tak mau menuruti
Jika diberi kabar tak mau mendengar
Jika diberi tau ini itu tak mau menjalani
Jika diberi saran tak mau melaksanakan
Begitulah kiranya orang memandangku
Terutama saat saran dan nasihat menyangkut adat dan kebiasaan orang orang itu
Namun..
Coba kita lihat dari sudut pandang lainnya
Orang tidak egois seperti apa
Yang jika memberi nasihat harus dituruti
Yang jika memberi saran harus dilaksanakan
Yang memberi kabar harus didengar
Yang memberi tau ini itu harus dijalankan
Yang marah, mengumbar cacian, celaan dan fitnah
Apabila saran nasihat dan lainya tidak diikuti, dijalankan, didengar, dituruti.......
Apalagi jika membawa status sebagai orang tua..
Padahal anaknya telah memiliki tanggung jawab dengan keluarga kecilnya
Maka kata-kata orang tua adalah nasihat
Bukan perintah seperti saat si anak masih menjadi tanggung jawabnya dalam hal kahidupan baik makan minum sampai pendidikan
Marah dengan alasan nasihat tak didengar
Demi membuat lega dan senang hati orang tua
Ah.....
Jika nasihatnya masuk ke dalam jurang...apakah masih harus dilaksanakan tanpa pemikiran yang matang
Dan pertanyan yang terucap hanyalah
Siapa??
Siapa yang menghasutmu
Kapan??
Kapan akan dilaksanakan nasihatnya
Bagaimana??
Bagaimana akan memulainya
Tak pernah terbesit di otak mereka
Kenapa??
Kenapa tidak dijalankan
Punya prinsip lain kah
Punya jalan hidup lain kah
punya sumber ilmu lain kah
Punya keyakinan lain kah
Itulah mengapa kunyatakan
Semua manusia sama saja dalam hal egois
Karena setiap orang
Punya prinsip hidup yang digenggamnya
Punya keyakinan jalan hidupnya