20-02-2012
Angin berhembus setengah merdu
Melalui celah mata orang-orang itu
Meraba tangan dan kaki dengan haru
Melewati nafas-nafas yang memburu
Cahaya pun sedikit teriris tipis
Menerpa wajah yang berhati sinis
Menyinari jiwa yang haus bagai iblis
Sambil bersungut di celah pikiran penuh kabut
Bukan hanya aku sendiri
Tanah dan air pun jadi saksi
Begitu juga dengan awan yang menaungi
Begitu hina mereka
Uang jadi berhala
Begitu kotornya mereka
Uang jadi segalanya
Begitu Baunya mereka
Uang telah membuat buta
Begitu Busuknya mereka
Uang telah jadi aniaya
Betapa rendahnya hidup
Dimana uang telah menjadi selimut yang redup
Dimana uang telah menjadi pelindung
Dimana uang telah menjadi nafas
Menjadi darah dalam hidup yang keras
Seandainya sandal dan sepatu bisa berkata
Pastilah muntah menjadi alas hati yang hina
Seandanya baju celana bisa bicara
Pastilah basah selalu oleh air sesal tiada tara
Seandainya kursi dan pintu itu bisa bersuara
Pastilah berantakan ruang oleh ketidakpuasan
Uang itu hanya pendukung
Bukan jalan yang dituju
Uang hanya pelengkap
Bukan segalanya
Uang hanya penghias
Bukan menjadi hati ataupun jiwa
Uang hanya ujian
Bukan kehidupan
Uang harusnya membuat sabar
Bukannya membuat rakus dan makar
Uang hanya sebuah pajangan
Bukan sebuah alas ataupun tongkat
Harusnya kita berkaca pada dunia
Untuk apa kita perlu uang
Harusnya kita berkaca pada alam semesta
Untuk apa uang di atas sana................a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar