Benci dalam langkah yang telah gerah

                                    03-10-2012
Aku berangkat lebih awal dari biasa
Berjalan menuju halte
Naik bus sebagai penumpang ke-dua
Menikmati buruknya udara di pagi yang kelam
Memandang wajah-wajah pelerja keras
Bahkan hingga pekerja teladan
Masuk tepat pulang tepat
Ada pula pekerja yang konsisten
Masuk awal pulang awal
Atau pulang terlambat masuk pun juga

Sambil menahan kantuk
Menuruni tangga bus pun sempoyongan
Berjalan berkilo-kilometer
Hingga keringat menggambar peta dipundak
Menyantap nasi pun terasa nikmat
Walau kantong sedikit tipis

Pulang pun jua demikian
Berjalan ratusan meter
Hingga pakaian kuyup oleh derasnya hujan keringat
Menahan sedikit lapar yang melilit pikiran
Hingga bus datang membawa gerah dalam ruangnya
Terkantuk-kantuk sambil menahan kaki tetap berdiri
Hingga akhirnya turun pun masih lanjut langkah panjang
Dengan sedikit goyang kepala
Menatap jalan pun tak genap

Hingga di atas dipan
Terasa nikmat walau sekejap mata

Berfikir sedikit
Tak ingin berharap
Namun hati masih terasa sakit jika teringat
Sungguh.......
Sebagai arca yang berharga
Yang dapat mengungatkan
Kelak jika menjadi pemimpin
Jangan lupa jika kau pernah membencinya


| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar