15-01-2012
Teringat suatu masa
Dimana kesenangan dan kesedihan berjalan bersama
Beriringan dalam satu barisan tertata
Berdampingan dalam waktu yang cukup lama
Saat itu kukira hanya satu
Dan aku yang pertama
dia pun ucapkan itu
Pertama dan khusus untukku
dia pancarkan sinar rasa itu
dan seakan takjub untuk yang pertama
Namun..
Kenyataan memang kadang harus terungkap
Walau harus menggali dalam waktu tak singkat
Mencoba mengungkap
Apa yang menjadi kegundahan hati
Ternyata waktu itu semua dusta
Tak seindah yang diharap jiwa
Namun harus apa hati tak binasa
Mencoba bertahan dalam kenyataan duka
Itu bukanlah yang pertama dilakukannya
Itu bukanlah yang pertama dirasakannya
Itu bukanlah yang pertama didapatkannya
Dan yang diminta waktu itu pun bukanlah yang pertama
Sudah sekian kali ia dapat dalam masa
Namun akhirnya berkata juga
Bagai piala tak tetap
Yang berjalan silih berganti tiap musim
Kini disana esok disini
Lusa entah berada dengan siapa
Tak menyangka aku sebelum itu
Tak menduga aku waktu itu
Ternyata semudah itu orang mendapatkannya
Ternyata semudah itu orang mengambilnya
Ternyata semudah itu orang merasakan darinya
Ternyata semudah itu orang memainkannya
Ternyata semudah itu ia memberikan
Ternyata semudah itu ia menyerahkan
Ternyata semudah itu ia merelakan
Ternyata semudah itu...................
Ternyata semudah itu...................
Hati bagai gelas kaca yang terjatuh dari ketinggian
Mendarat lurus diatas bebatuan yang cadas
Pecah menjadi butir yang tak beraturan
Hampir menjadi debu yang tak keras
Itu memang yang pertama bagiku
Namun sudah kesekian kali baginya
Walau hati ini dikata sakit
Kaki sudah terlanjur melangkah dengannya
Bekas pun tak apa
Sisa pun tak mengapa
Walau sudah pernah dilakukannya dengan yang lain
Walau sudah berulang kali ia merasakan
Namun hati mau bagaimana
Jiwa pun tak bisa lepas juga
Aku...belum waktu untuk berpamit
Aku...belum tiba untuk kembali
Aku...belum bisa pergi dari dunia
Aku...
Masih banyak jurang
Yang harus aku lalui
Masih banyak tebing
Yang harus aku lewati
dan
Masih banyak nafas
Yang harus aku jaga
Yang harus aku junjung
Hingga mencapai surga
Teringat suatu masa
Dimana kesenangan dan kesedihan berjalan bersama
Beriringan dalam satu barisan tertata
Berdampingan dalam waktu yang cukup lama
Saat itu kukira hanya satu
Dan aku yang pertama
dia pun ucapkan itu
Pertama dan khusus untukku
dia pancarkan sinar rasa itu
dan seakan takjub untuk yang pertama
Namun..
Kenyataan memang kadang harus terungkap
Walau harus menggali dalam waktu tak singkat
Mencoba mengungkap
Apa yang menjadi kegundahan hati
Ternyata waktu itu semua dusta
Tak seindah yang diharap jiwa
Namun harus apa hati tak binasa
Mencoba bertahan dalam kenyataan duka
Itu bukanlah yang pertama dilakukannya
Itu bukanlah yang pertama dirasakannya
Itu bukanlah yang pertama didapatkannya
Dan yang diminta waktu itu pun bukanlah yang pertama
Sudah sekian kali ia dapat dalam masa
Namun akhirnya berkata juga
Bagai piala tak tetap
Yang berjalan silih berganti tiap musim
Kini disana esok disini
Lusa entah berada dengan siapa
Tak menyangka aku sebelum itu
Tak menduga aku waktu itu
Ternyata semudah itu orang mendapatkannya
Ternyata semudah itu orang mengambilnya
Ternyata semudah itu orang merasakan darinya
Ternyata semudah itu orang memainkannya
Ternyata semudah itu ia memberikan
Ternyata semudah itu ia menyerahkan
Ternyata semudah itu ia merelakan
Ternyata semudah itu...................
Ternyata semudah itu...................
Hati bagai gelas kaca yang terjatuh dari ketinggian
Mendarat lurus diatas bebatuan yang cadas
Pecah menjadi butir yang tak beraturan
Hampir menjadi debu yang tak keras
Itu memang yang pertama bagiku
Namun sudah kesekian kali baginya
Walau hati ini dikata sakit
Kaki sudah terlanjur melangkah dengannya
Bekas pun tak apa
Sisa pun tak mengapa
Walau sudah pernah dilakukannya dengan yang lain
Walau sudah berulang kali ia merasakan
Namun hati mau bagaimana
Jiwa pun tak bisa lepas juga
Aku...belum waktu untuk berpamit
Aku...belum tiba untuk kembali
Aku...belum bisa pergi dari dunia
Aku...
Masih banyak jurang
Yang harus aku lalui
Masih banyak tebing
Yang harus aku lewati
dan
Masih banyak nafas
Yang harus aku jaga
Yang harus aku junjung
Hingga mencapai surga