Ada Apa Dengan Demokrasi

                   30-04-2013
Besok..
Peringatan hari buruh..
Aku teringat beberapa momen
Diwaktu lalu yang menjadi debu

Awalnya ingin menyampaikan suara
Berlanjut dengan janji damai
Kemudian panas mulai membara
Hingga akhirnya jalan pintas anarki

Huh..
Sebenarnya lelah menjadi saksi
Entah itu telinga atau mata serta hati
Diujung hanya melihat kerusakan
Dan kerugian sepertinya harus menjadi santapan
Yah....
Kalau yang merusak rasanya enak
Enjoy saja dapat melampiaskan kekesalannya
Yang dirusak hanya bisa mengelus dada
Seraya berfikir siapa yang mengganti kerugiannya

Dan akhirnya.....
Hanya mereka yang tau

Baru aku mendengar
Demonstrasi...
Dilakukan lagi...
Lagi lagi dengan setengah anarki
Tanpa melihat siapa yang rugi

Sepertinya berfikir jernih sekarang bukan jamannya
Dan diplomasi bukan hobi yang jadi pilihan
Mereka lebih suka kekerasan
Tapi juga dulu menuntut disahkan  undang-undang anti kekerasan

Kurasa..
Ini era yang membingungkan
Ini masa yang suka berputar putar
Ini zaman yang tak tau dimana ujungnya
Ini....
Dunia yang aku tak kenal lagi
Baik tampak buruk
Buruk tampak selalu baik
Benar-benar...
Sukar untuk dipahami
Makna yang satu
Berbeda dengan makna yang lain
Seakan yang memberi makna
Memiliki tujuan sendiri-sendiri

Ah...
Entahlah
Apa aku harus biarkan
Atau berbuat yang aku pun belum tau

Read More..

Cermin Bangsa ini (2)

                26-04-2013
Kali ini
Terungkit lagi kebencian hati
Oleh ego para perokok
Yang begitu acuh menyalakan
Menyalakan asap kematian

Mereka begitu angkuh
Lebih angkuh dari merak dengan ekornya
Mereka begitu acuh
Dengan asap yang dibuatnya diudara
Tak peduli racun yang disebarkan
Tak peduli pada sakit yang ditaburkan

Begitu ringannya
Begitu besarnya ego
Menebar di kerumunan orang
Dalam bus
Terminal, stasiun, mall, tempat makan
Bahkan dalam kantor
Yang jelas tertulis " Dilarang Merokok "
Apakah  mereka tidak bisa membaca
Atau tidak bisa melihat
Atau......
Entahlah...
Negeri ini semakin susah dimengerti

Read More..

Cermin Bangsa Ini (1)

                   25-04-2013
Kadang aku merasa heran
Dengan pengendara di kanan kiri ku
Dengan yang melaju di hadapan ku
Dengan yang berpacu di belakang ku

Aku pun heran dengan mereka
Mereka yang sebagian besar buta
Buta akan warna yang ada di depan mata
Buta warna hanya dapat melihat
Mana yang dikatakan gelap dan terang
Namun yang kujumpai lebih parah rupanya

Bagaimana tak parah
Mereka tak dapat melihat warna
Garis pembatas di trafic light
Ditatap seperti tak ada garis sama sekali
Tak dapat melihat mana hijau dan mana yang merah

Yang ku tau
Mereka
Menunggu di depan tafic light
Tanpa melihat kapan merah
Kapan hijau kan berpijar

Tau tau
Dari belakang bel berbunyi kencang
Padahal kulihat hijau akan berpendar beberapa detik lagi
Dan ketika hijau menyapa di awal waktu
Suara bel semakin kencang

Kurasa
Sebagian besar orang d jalan raya
Sedang mengalami kondisi psikososial
Yang bahasa kerennya disebut "stress"
Kondisi emosional mereka sedikit terganggu

Tak ada yang mau mengalah
Mungkin akan berhenti jika mereka alami celaka
Atau mereka tersangkut kasus
Kasus orang lain celaka karena mereka
Na'udzubillah.....

Miris rasa hati ini menjadi saksi
Gambaran kecil bangsa ini
Yang menjadikan pedoman hidup
"Peraturan dibuat untuk dilanggar"

Huh...
Apalagi yang akan kusaksikan nanti

Read More..

Ditengah-tengah Bulan ke Empat

                            20-04-2013
Mencoba mengingat apa yang pernah aku tulis
Hampir dua puluh bulan yang lalu
Tentang apa yang ingin ku capai
Tentang apa yang ingin ku saksikan

Kini.....
Setelah swkian bulan berlalu
Malah lintas kota telah ku temui
Mulai dari Jakarta...
Magelang...
Cirebon...
Indramayu...
Dan kembali lagi ke Surabaya
Palembang...
Cilacap...
Bogor...
Malang...

Kini...
Entah kemana lagi kaki ini berpijak
Entah dimana lagi udara akan kuhirup

Hampir dua tahun berlalu
Akupun terjebak dalam duniaku
Lupa akan semua tulisanku
Sirna semua yang pernah aku buru
Benar benar telah terperosok aku
Dalam dunia yang aku tak tau

Jam dan detik telah sering nyawaku
Bulan dan hari telah sering berhembus di telinga ku
Namun aku masih sulit terbangun
Terbangun dari jurang yang aku gali
Tergali ditengah lumpur pekat
Dikelilingi pasir hisap yang melekat

Hingga kini masih aku mencoba
Walau kadang sering sedikit menyerah
Hampir pasrah pada semua
Pada semua yang membuat lelah
Dan gerah

Read More..

Akhirnya Sakit Juga

                            19-04-2013
Kemarin lusa...
Mendadak tubuh ini jatuh
Jatuh dari egonya yang terbusung
Membusung hingga lupa dengan kuasaNya

Perut ini mual...
Mual hingga isinya pun keluar
Bahkan air pun tak bisa masuk dirongganya
Dan udara pun tak cukup hinggap di porinya

Kemudian sekujur tubuh terasa penat
Bagai penat setelah menahan sejuta gedung
Bagai penat setelah menahan sejuta pukulan
Remuk....
Bercampur rasa yang hampir tak tertahan

12 jam berlalu
Kepala pening berpuing puing
Suhu tubuh pun meningkat perlahan
Lemas dan merasa tak mampu bergeming
Walau duduk terkulai sedikit menahan

Ternyata...
Aku hampir lupa
Terlalu tinggi percaya
Percaya pada diri sebesar semut kali
Lupa dari mana dapat semua
Lupa dari mana asal ceria

Huh...
Betapa bodohnya aku
Yang selalu mendapat teguran berkali kali
Selalu berhasil mendapat perhatianNya
Tentunya perhatian karena keburukan
Keburukan yang berulang...

Read More..

Kenangan dari Perpisahan

                        12-03-2013
Jejak tawa dari hari mulai pudar
Tapak canda dari siang terik mulai halus di akar
Bekas kerjasama dari ingatan mulai sirna dari kekar

Diujung pertemuan memang pasti disambut perpisahan
Namun diujung perpisahan pun pasti dapat salam hangat perjumpaan

Seperti hidup yang disambut kematian
Dan kematian yang telah dinanti oleh kebangkitan
Seperti malam yang dijemput siang
Dan siang yang telah ditunggu sang malam

Pertemuan bukanlah awal
Perpisahan pun bukanlah akhir
Pertemuan menjadi langkah
Perpisahan menjadi pintu
Seperti setiap jalan yang selalu ada pintu dikanan kirinya
Seperti setiap kota yang meninggalkan jejak langkah di permukaan jalannya
Semua silih berganti ditemui
Seperti siang dan malam

Yang akhirnya..
Menjadi secarik tiket pertemuan yang kekal
Atau dapat pula menjadi gapura perpisahan abadi

Read More..

                             03-01-2013
Baru saja
Ku lihat film di televisi
Ceritanya menyegarkan ingatan lama
Tentang sebuah nasihat yang tak pernah mati

Mencintai sesuatu
Janganlah terlalu
Begitu pun jika membenci itu
Karena jika sesuatu
Merusaknya dalam satu waktu
Maka cinta itu bisa menjadikan hati beku
Dapat pula membuat benci jadi cinta yang haru

Ketika cinta yang terlalu
Dikhianati oleh rasa yang pilu
Dusta yang berlabuh dihati satu
Menjadi karat yang dapat jadi hati batu
Rapuh hingga akhirnya runtuh
Hancur menjadi butiran gemuruh
Bagai pasir tertiup angin puyuh
Berantakan hingga tak terdengar keluh
Hati pun dapat menjadi bejat
Karena frustasi telah menyelimuti pekat
Dan depresi yang merasuk dalam sukma berkarat
Hingga pikiran tak dapat lagi melihat
Yang benar itu tampak salah
Yang salah terlihat benar tak gerah
Dan jalan pun akhirnya gelap
Kelam dalam kalbu yang terlahap
Dan diujung bertemu kawanan setan tak gagap
Dan mau juga berteman dengan iblis yang kalap

Walau tak semua seperti itu
Tapi ada baiknya jika tetap menjaga
Karena semua yang terlalu
Tetap saja membawa aniaya

Read More..

2013.....??

                              01-01-2013
Berlalu sudah masa setahun
Kadang tak terasa jika telah maju
Tau-tau sudah di penghujung waktu
Dan banyak impian semakin dikejar terburu

Satahun telah lalu menemani
Mengemban rencana dengan rapi
Namun penghujung waktu tlah berlalu
Masih saja aku merasa jemu
Jemu oleh banyaknya hal yang belum terlampau
Karena ilmu yang belum terjangkau

Semalam berdiri aku diatas bola
Bola besar berisi gas yang besar
Melihat keindahan di tepi pelabuhan
Menatap cantiknya kapal kapal menari
Sambil memancarkan suar dan kembang api
Terpancar kegembiraan di atas bumi
Riang tak menatap pada maut di depan mata

Sejenak aku terkejut
Oleh ketakutan akan kematian
Walau ujungnya tetap dapat ku hirup nafas
Namun sempat pasrah jua hati di depan mati
Berdebar masih menatap keangkasa
Membayangkan bagaimana cara aku mati

Sadar lagi untuk yang kesekian kali
Namun masih saja diri ini ingkar
Tak pernah menjadi lebih baik
Masih tetap menjadi mimpi
Angan. Menggapai surga nanti

Read More..