Samudra Naluri

08 Juni 2015

Suasana baru....
Begitu indah ketika melihat sekitarku
Ternyata inilah selimut dunia itu
Terbentang luas lautan biru

Ternyata seperti ini
Dimasa lalu hanya berlalu tanpa ku tahu
Namun lembaran hari terlewati
Begitu indah lambaian itu
Kurasa ini tak seberapa
Hanya secarik saja menyapa

Bayangkan..
Bayangkan saja...

Jika terhampar luas dihadapanmu samudra itu
Sedang kau hanya berdiri sendiri
Bepijak diatas dahan yang terapung
Dan gunung gunung berbaris mengitari
Tanpa ada bumbu persaingan yang keji
Tanpa ada butiran dengki mengejarmu
Tanpa ada asap benci yang selalu menjamu
Tanpa ada panasnya kelicikan yang menyengat hati
Hanya kamu...
Hanya kamu....
Ditemani alam ini..
Menikmati indahnya dunia jika kita menyadari

Bayangkan..
Bayangkan saja...
Jika ada waktu bagimu
Terbentang luas dibawahmu
Jajaran galaksi yang dulu hanya kau tau dari buku
Berjajar rapi bintang-bintang tanpa susunan pasti
Berpijar terang cahaya diatasmu
Tanpa ada rasa panas menyengat
Dan kau..
Tetap dapat bernafas lega
Tanpa ada yang mencaci
Tanpa ada yang mengkhianati
Tanpa ada yang memuji
Tanpa ada yang memburu hati

Hanya kau sendiri...

Kemudian lihatlah dunia ini,
Mungkin kita akan merasa
Masih juga mencintai dunia ini
Walau kita telah benar mengerti
Dunia ini telah sering menyakiti
Namun..
Itulah kita,
Karena itu kita ada

Kembali lagi aku,
Disini menikmati hari...
Indah...
Namun ku berharap
Indahnya dunia tak hanya disini
Seandainya saja.....
Semua manusia itu tahu,
Damai itu indah,
Benar itu indah,
Jujur itu indah,

Tapi tak bisa juga
Karena dunia tak akan bisa disebut dunia
Jika tak berdampingan antara mereka
Seperti halnya cahaya
Cahaya terang dan cahaya gelap
Jujur dan dusta
Lurus dan berliku
Pahit dan manis
Dingin dan panas
Baik dan buruk
Hitam dan putih
Dan itu tak hanya takdir pasti
Namun juga pilihan hati

Bagaimana dengan pilihanmu
? ? ? ? ?

Read More..

EGO ??

Kadang..
Manusia tidak bercermin pada hatinya
Bahkan dirinya pun malu menatap cermin itu

Mengatakan ego seseorang lebih tinggi
Namun tak memandang
Sebesar apa pula ego yang dimilikinya

Seperti aku..
Yang kata orang,...
Semaunya sendiri
Urakan
Sembrono
Dan tak mau mendengar
Jika diberi nasihat tak mau menuruti
Jika diberi kabar tak mau mendengar
Jika diberi tau ini itu tak mau menjalani
Jika diberi saran tak mau melaksanakan

Begitulah kiranya orang memandangku
Terutama saat saran dan nasihat menyangkut adat dan kebiasaan orang orang itu

Namun..
Coba kita lihat dari sudut pandang lainnya

Orang tidak egois seperti apa
Yang jika memberi nasihat harus dituruti
Yang jika memberi saran harus dilaksanakan
Yang memberi kabar harus didengar
Yang memberi tau ini itu harus dijalankan
Yang marah, mengumbar cacian, celaan dan fitnah
Apabila saran nasihat dan lainya tidak diikuti, dijalankan, didengar, dituruti.......

Apalagi jika membawa status sebagai orang tua..
Padahal anaknya telah memiliki tanggung jawab dengan keluarga kecilnya
Maka kata-kata orang tua adalah nasihat
Bukan perintah seperti saat si anak masih menjadi tanggung jawabnya dalam hal kahidupan baik makan minum sampai pendidikan

Marah dengan alasan nasihat tak didengar
Demi membuat lega dan senang hati orang tua
Ah.....
Jika nasihatnya masuk ke dalam jurang...apakah masih harus dilaksanakan tanpa pemikiran yang matang

Dan pertanyan yang terucap hanyalah
Siapa??
Siapa yang menghasutmu
Kapan??
Kapan akan dilaksanakan nasihatnya
Bagaimana??
Bagaimana akan memulainya

Tak pernah terbesit di otak mereka
Kenapa??
Kenapa tidak dijalankan
Punya prinsip lain kah
Punya jalan hidup lain kah
punya sumber ilmu lain kah
Punya keyakinan lain kah

Itulah mengapa kunyatakan
Semua manusia sama saja dalam hal egois
Karena setiap orang
Punya prinsip hidup yang digenggamnya
Punya keyakinan jalan hidupnya

Read More..

Diantara mobil - masalah

                                     28-03-2014
Kadang..
Kebiasaan buruk terukir dalam perilaku
Tertatah dalam bawah sadar
Tertanam dalam nafsu
Tertancap dalam pandangan

Seperti berkendara tak bisa laju
Empat puluh lebih kurang sepuluh
Menyusup ditengah kendaraan lain
Berkelok diantara mobil-mobil mewah

Tadi..
Ketika bergerak lincah diantara roda empat
Putaran motor ku berhenti
Karena spion dua mobil yang cukup
Dan percuma dipaksakan

Namun tiba-tiba
Kaca mobil kiri terbuka
Dan kulihat tangan kanan bergerak keluar
Apa yang terjadi???
Dia mengatupkan spionnya
Agar aku bisa berlalu

Begitulah..
Dalam kehidupan
Ada kalanya kita berhenti sejenak merenung
Membiarkan masalah berlalu
Menerpa kita agar kita bisa merasa
Dan kita bisa melaluinya dengan tersenyum
Tanpa wangi dan harum
Masih bisa kita merona
Karena masalah yang datang
Adalah sebuah anugerah
Tanpa masalah
Tak dapat kita mengerti rasa
Rasa senang
Rasa gembira
Rasa riang
Rasa ceria
Karena tak mungkin kita merasa sedih
Ataupun kalut
Tanpa masalah mendampingi

Read More..

Bumiku Semakin Sekarat

Kini..
Semakin banyak hal terbalik dijumpai
Semakin banyak kambing hitam dicari
Semakin banyak sabar terkubur mati
Semakin banyak ego berserakan dimuka bumi

Anak-anak sok menjadi dewasa..
Tawuran..
Pembunuhan..
Pencurian..
Pemerkosaan..
Premanisme..
Geng..
Hingga bekerja keras demi keluarga

Namun..
Disisi lain orang dewasa bertingkah layaknya anak-anak..
Demo anarkis..
Bertengkar didepan forum..
Bergulat merebut jabatan..
Saling menuntut atas kekalahan..
Suka mengadu hal yang masih dicurigai..
Tidak mau antre..
Tidak paham aturan..
Suka melanggar ketentuan..
Demo mogok kerja yang merugikan orang banyak...hanya demi loyalitas ataupun kebersamaan profesi, ataupun ..... apalah namanya
Walaupun yang dibela sebenarnya memang salah...
Arogansi tinggi..
Mudah terpancing amarah..
Mudah terhasut..
Bahkan sering merengek..

Adapula..
Yang mencari kambing hitam ditengah kerumitan..
Macet dikatakan jalan sempitlah penyebabnya..
Padahal..
Selebar apapun jalannya, jika perilaku manusianya sama.. tetaplah akan macet..
Karena macet disebabkan oleh ketidakdisiplinan manusianya..
Ego yang tinggi,
Tidak sabar,
Dan tanda banyaknya yang kurang bermoral..
Tentunya bukan macet yang berhubungan dengan perbaikan jalan

Belum lagi banyak petugas hukum..
Yang ternyata berperan sebagai penjahatnya...
Ya....
Korupsi,
Pungutan liar,
Tidak jujur,
Tidak amanah,
Sewenang-wenang,
Dan juga........bermoral - - - - - -

Hanya contoh kecil dari keterbalikan kehidupan ini
Bayangkan..
Apakah bumi ini benar-benar akan terbalik..
Dimana seluruh kehidupan akan tertimbun..
Dan tandanya....????
Adakah seorang yang sadar

Read More..

Marriage Preparation

15-07-2013 Akhirnya.... Dekat pula dengan waktu Yang membuat berdebar Bimbang diantara kebimbangan Melayang diatas keyakinan Terbang diantara keteguhan Beberapa langkah telah dilewati Namun ada saja yang membuat pening Emosi tak terbendung pecah berkeping-keping Kurang ini Kurang pula itu ada saja....... Awalnya berjalan agak lancar Kemudian terkejut dengan waktu yang cepat Ditengah kembali senyum itu mekar Namun ada saja yang membuat resah dan penat Hingga saat telah terasa nafas sedikit lega Masih ada juga masalah yang belum terselesaikan Hmmmm.. Kurasa.. Jalan di depan itu cukuplah berat Walau dilalui tak sendiri lagi Batu yang dilewati tentunya semakin penuh karat Walau bentuknya tak besar lagi Dinding yang harus diterjang pun rasanya bertambah tebal Walau nanti memukul dengan tangan dua pasang Emosi rasanya semakin saja kebal Sabar sukar untuk singgah dengan tenang Hanya masalah kecil.. Diawal sudah semakin besar Membalut hati agar tak kasar Membalut jiwa agar tak kerdil Hari-hari penantian Menanti dengan kegalauan Dan telah terserang "Galau Syndrome" Hari rasanya berjalan lambat Seperti enggan untuk berlalu Menunggu sesuatu... Seperti hal yang tak tentu Terpikir ini Terpikir itu Terpikir bagaimana ini Terpikir bagaimana itu Rasanya kepala ini penuh Susah... Kadang Gelisah Kadang Riang Kadang Resah Kadang Senang Kadang pasrah Kadang girang Kadang berdesah Kadang tersenyum terang Kadang bersungut tanpa gairah Kadang tertawa tak jarang Kadang....... semua terasa bercampur Hingga tak menentu Apa yang dirasa
Read More..

Kisah Suram Mantan Pejalan Dunia Hitam

                                     23-06-2013
Jalan itu begitu gelap
Bagai lorong yang kedap
Udara pun berhembus hanya sekejap
Seperti kilat yang datang menyantap

Ketika kulangkahkan kaki di dalamnya
Terasa nyaman dengan semua keindahannya
Indah dengan semua lumpur nista
Dan dengan semua perhiasan hina

Dunia yang sangat pekat dengan gelap
Langitnya penuh dengan awan maksiat
Yang setiap saat siap menurunkan Hujan zina dan kekufuran

Rumah-rumahnya
Terbentuk dari bilik-bilik dusta
Dan diwarnai oleh cat aniaya
Cahayanya dari bintang dendam
Dan penuh dengan iri dengki

Mencuri itu langkah yang halal
Dan fitnah sarapan yang lezat
Khianat bagai pakaian kebesaran
Dan...
Lagi-lagi dusta
Tampak seperti mahkota

Asap rokok adalah atmosfir luar biasa
Dan mabuk melengkapi setiap hembusan nafas

Kadang aku berfikir
Bahwa tulisan ini tak pernah berujung
Tak terdapat titik koma
Tak ada pula jeda

Kadang aku merasa lelah
Berlari dari semua kekacauan
Dari gelapnya malam
Yang mengejar tanpa istirahat

Dunia itu tampaknya indah
Namun diliputi jilatan neraka

Dunia itu tampaknya sejuk
Namun tak sesejuk hembusan angin surga

Dunia itu tampaknya mewah
Tapi mewah oleh lumpur dosa

Dunia itu tampaknya nyaman
Dan selalu mengajak kembali
Menarik paksa tanpa ampunan
Dan terus melumuri dengan kemaksiatan

Indah...
Namun menjerumuskan
Menghancurkan perlahan
Namun jelas tanpa takaran

Kini..
Aku mencoba melangkah
Di dunia yang penuh cahaya surya
Di liputi cahaya Illahi
Berjuang pergi dari dunia hitam
Yang penuh dengan rasa kecam

Read More..

Diantara Nasi dan Ilmu

                 08-06-13
Pada sebuah obrolan
Tiba-tiba saja aku teringat sesuatu
Tentang ucapan papa ku di waktu lalu
Yang dulu terasa menyakitkan
Kini baru dapat aku buat pengartian

Dulu..
Ketika masih ada di masa kuliah
Pernah satu waktu nilai jatuh pasrah
Dan...
Aku sampaikan itu pada mereka
Mereka yang memberikan biaya

Papa ku sontak berkata halus
Halus namun berat untuk ditebus
"Karena apa?
Apakah pacar??
Ataukah hal lainnya??"
Kemudian menyusul kata-kata itu
"Bukan masalah kalau tidak makan hanya 2 hari,
Tugasmu hanya belajar,
Masalah makan tinggal bilang saja"

Waktu itu
Secarik kata itu bagaikan pedang
Yang menebas paru hingga sesak
Membelah mata hingga tak bisa memandang
Dan tak bisa aku mengelak

Hati hanya bisa berkata lirih
"Jangankan 2 hari aku tak makan
3 hari pun pernah aku lalu hanya dengan air yang nampak segar
Hingga tubuh lunglai tanpa energi menghiasi
Namun tetap beruntung ada di akhir pekan"

Bertahun-tahun berlalu
Hingga tiba pada sebuah obrolan kecil..
Dan seperti biasa
Aku berucap sesuatu yang sebelumnya aku tak tahu

"Papa ku pernah menyampaikan sesuatu..
Yang dulu membuat hatiku terpukul..
Kata-kata yang sangat mulia
Dan cukup menyimpan makna
Dan kini...
Dengan rajutan kata yang telah dihias....
Menjadi sungguh luar biasa"
"TAK MAKAN 2 HARI ITU HAL YANG BIASA,
NAMUN JANGAN PERNAH TAK DAPAT ILMU 2 HARI,
KARENA ILMU ITU LEBIH BERHARGA,
SELALU ADA DISETIAP DETIK,
SETIAP MENIT,
SETIAP JAM,
SETIAP HARI,
SETIAP MINGGU DAN BULAN,
SETIAP TAHUN DAN ABAD,
ILMU ADA DESETIAP LEKUKAN WAKTU
BAHKAN SAAT MAKAN TAK MENGHAMPIRI SELAMA 2 HARI"

Read More..

Beberapa Perubahan Mulai Tampak

                   01-06-2013
Sesuai keadaan dulu
Ketika akan masuk aku
Kedalam wilayah yang kini
Menjadi tempat aku menggali
"Seharusnya aku resign
Tepat 2 bulan lagi"
Karena dalam perencanaan
Hanya ada 2 tahun saja

Namun..
21 bulan berlalu
Yang terjadi tidak seperti dulu

Kini..
Aku merasa masih perlu
Bertahan untuk sesuatu
Walau kadang ku rasa jemu
Menghadapi semua itu

Sayangnya...
Aku tertantang
Menjalani apa yang terjadi
Seperti yang sering aku dengungkan
Tanpa ini maka tidaklah dikatakan kerja
Tidaklah dikatakan usaha

Lagipula..
Aku belum memberikan apa-apa
Sebagai ganti upah yang telah ku terima
Rasanya sungguh tidaklah nyaman
Sampai dapat sesuatu
Yang begitu berarti
Yang dapat aku berikan

Sayangnya..
Aku tertantang
Menghadapi semua
Walau sempat menurun drastis
Kinerja yang aku alami
Namun...
Semua akan berlalu
Tapi tidak begitu saja..........

Read More..