14-10-2011
Tiap jiwa punya jalan sendiri
Tiap kaki tangan memiliki ability
Tiap nafas punya bidangnya sendiri
Namun sayang..
Aku terlalu serakah
Ingin bisa menguasai semua
Hingga akhirnya puncak pun tak pernah bisa
Mengerti semua namun ahli bukan jalannya
Bagai susunan jari jemari
Bagai permukaan kulit nangka yang sedikit berduri
Bagai gunung-gunung yang duduk diatas bumi
Tak semua sama
Ada yang menjulang, tinggi, dan tegak
Ada yang sedang, berdiri, dan mendampingi
Ada pula yang rendah, diam, dan siap menghabisi
Ada juga yang datar, entah rendah atau tinggi
Tak seperti kaca dipermukaannya yang sama tampaknya
Tak seperti melamin yang halus juga kelihatannya
Rata namun benar-benar sama rupanya
Hingga tak dapat aku mengerti
Mana yang baik mana yang biasa
Mana yang bisa dan mana yang biasa
Mana yang benar-benar berkuasa atau yang hanya sekedar bisa
Terkadang
Mengajak kaki untuk mendaki itu sukar
Menarik hati menuju langit tertinggi itu sukar
Membawa tekad dan niat mengarah ketempat suci itu pun sukar
Terkadang memang butuh sepenggal perjuangan
Bagai sang bulan yang mengejar cahaya surya
Hanya untuk dapat menerangi si malam yang kadang kelam
Dan menyinari kegelapan yang kadang penuh kecaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar