Tak akan ada Jalan lain

Tak ada gumpalan awan gelap di atas sana
Tak ada kilat berpecutan di atas sana
Tak ada angin linglung tersesat di kejauhan sana
Tak ada tusukan dingin datang dari arah sana
Badai itu datang
Badai pikiran yang tiba-tiba menerjang
Badai intervensi terselubung yang garang
Badai moral yang membawa gersang

Datang menghantam dengan kehalusan tingkat dewa
Menggembala pikiran ke arah berbeda
Melahap perlahan idealis dan keyakinan
Melahap dengan pasti prinsip dan kunci pikiran

Kemana jiwa berlari
Kemana hati bersembunyi
Kemana kaki melangkah menghindari
Kemana pikiran harus meloncati
Banyak jalan namun terhalangi
Banyak jembatan namun terhadangi
Banyak lorong namun telah dibatasi

Hanya ada satu jalan tersisa untuk pergi
Hanya ada satu gang untuk hati bersembunyi
Hanya ada satu pintu untuk jiwa meminta dilindungi
Di atas hamparan sajadah yang membumi
Dalam sujud dan tetesan air mata membasahi
Dalam diam doa dan pasrahnya hati
Di atas tengadah jiwa yang berserah diri
Mengembalikan semua pada Ilahi
Menyerahkan semua pada Penguasa hati
Memohon perlindungan hati
Memohon perlindungan jiwa yang sendiri
Menyerahkan semua tanpa sisa ego di hati
Memohon pada Penguasa hidup ini
Sebagai hamba paling lemah dari yang lemah
Sebagai makhluk paling rendah dari yang rendah

Read More..

Jenuh

Biar...
Biarkan saja
Semua berjalan seperti yang kau saksikan
Biarkan saja
Semua berlalu seperti yang kau temu
Biarkan saja
Semua terjadi seperti yang kau lewati
Biarkan saja

Tak perlu menjadi pahlawan yang terlalu
Yang harus selalu merubah yang berlalu
Merasa harus selalu menghancurkan batu
Yang dijumpa setiap mata beradu
Semua ini sudah tertulis dalam buku
Buku yang semua mata tak ada yang tahu
Buku yang tersimpan dalam ruang satu
Buku yang semua tak dapat menyentuh

Biar...
Biarkan saja semua terjadi begini
Biarkan saja semua mengalir
Biarkan saja,

Apa memang tak masalah
Untuk bersikap secuek itu
Apa memang tak masalah
Untuk berdiri begitu

Biar...
Biarkan saja

Read More..

Sepatu

12-05-2019

Seandainya...
Ketika memanjat bisa menggunakan sepatu biasa
Tanpa terpeleset
Dan tetap dapat mencengkram tebing atau batuan
Slim dan fit
Kuat
Mungkin aku tak akan membeli sepatu panjat
Untuk dapat menapak pinggiran point atau tebing
Mencapai puncak

Seandainya...
Ketika bermain badminton tidak dilantai beton
Atau vinl, manapun yg bisa terpeleset tanpa karet di sepatu
Mungkin aku tak akan membeli sepatu khusus badminton
Karena dipakai dijalan biasa
Sedikit kurang nyaman karena terlalu mencengkram kedalam lantai

Seandainya...
Ketika berjalan ke puncak tak melewati bebatuan
Atau pasir dengan butir ribuan
Atau air yang dimana mana merasuki tanah
Atau hujan yg sewaktu waktu bisa datang
Atau ranting dahan tajam yang pasti akan dilewati
Mungkin aku tak akan membeli sepatu khusus hyking

Seandainya...
Sepatu untuk kerja itu ringan
Meskipun safety toe nya tetap menghiasi
Dan penambilannya besar lebih dari si kaki
Mungkin aku tak akan pernah membeli sepatu untuk jalan atau berlari

Seandainya...
Sepatu roda itu rodanya dapat tersimpan saat tidak terpakai
Namun tetap melekat dalam sepatu tersembunyi
Dan bentuknya tetap minimalis
Tidak berat memberi beban kaki
Mungkin aku akan membeli sepatu roda untuk dapat menggelinding di atas kaki

Seandainya
Sepatu air itu bentuknya normal seperti sepatu pada umumnya
Tapi tetap tahan air dan cepat kering
Terutama tahan pada air laut yang asin
Mungkin aku tak akan membeli sepatu air untuk berjalan di atas indahnya penghuni laut yang beacam-macam

Berkhayal dengan imaji
Membayang sepucuk sepatu
Dengan sejuta fungsi
Tenis, badminton, running, roller, safety toe, oil resistant, water resistant, pas dijalan lantai, pas dijalan raya, pas di jalan berlumpur, pas di tanah kering, pas di tebing dan memanjat, pas....untuk semua aktivitas...

Tapi ...kasihan sepatu yang sudah diterbitkan
Beredar kesana kemari
Berpose disetiap toko olahraga..

So...

Read More..

Predictable

                                                                    11-04-2019

Kalau seandainya
Kukatakan bahwa yang terjadi
Sesuai dengan apa yang telah diprediksi
Mungkin bisa dikata
Bahwa sombong mulai merasuk dalam diri
Mengunci mati dari dalam hati

Kalau seandainya
Kukatakan bahwa yang tampak didepan mata
Sesuai dengan apa yang telah tertuang dalam peta
Mungkin bisa dikata
Bahwa tinggi hati telah meresap dalam jiwa

Kalau seandainya
Kukatakan bahwa yang menerpa kulit ini
Sesuai dengan apa yang terasa bagai perulangan hari
Mungkin bisa dikata
Takabur telah bercampur padu dalam nafas ini

Kalau seandainya
Kukatakan bahwa yang berlalu hari ini
Telah berlalu dimasa kemarin dalam mimpi
Mungkin bisa dikata
Aku telah lupa diri

Namun....
Beberapa kilas tak dapat dipungkiri
Seperti dalam dunia psikologi
Seperti dalam dunia humanity
Kehidupan memang bagai roda
Bumi pun selalu berputar
Bukan urusan atas bawah depan belakang
Tapi berputarnya roda bisa menjadi isyarat
Bahwa dimanapun berada polanya tetap sama

Entah itu watak atau karakternya
Entah itu wajah atau auranya
Entah itu suara atau suasananya
Entah itu momen atau kejadiannya
Entah itu kalimat atau kata-katanya
Entah itu aliran air atau hembusan udara
Entah itu gempa atau hanya debur ombaknya
Entah itu kesunyian atau keheningannya
Entah itu hiruk pikuk atau keramaiannya
Entah itu benda-benda atau aksesorisnya
Entah itu jiwa atau raganya
Entah itu kehidupan atau kematiannya

Semua bagai berputar mengelilingi satu sumbu yang sama
Hingga disini dan disana akan tetap ditemui
Walaupun dengan wujud yang berbeda
Atau apapun munculnya dengan hal yang benar berbeda
Akan ada secuil kesamaan
Setetes kesamaan
Atau bahkan sebait kesamaan

Hingga merasa begitu banyak dejavu dilalui
Dapat membuat padi semakin menunduk
Dapat juga membuat semakin tegak menjulang

Yang pasti...
Pola itu tetap ada

Dan seharusnya
Itu dapat membuat hidup semakin ringan
Semakin memahami
Semakin mengerti
Langkah apa yang harus dilepaskan
Niat apa yang harus diluncurkan

Seharusnya
Memejamkan mata pun
Akan semakin mudah
Semudah menghirup dan melepaskan nafas
Dari dalam jiwa

Read More..

Kembar ???

                                                             28-01-2019

Mencoba menikmati debur ombak sore hari
Di tepian pesisir berhias angin bernyanyi
Ditemani awan yang menatap ke arah sini
Duduk bertiga diatas lonjoran besi

Mencoba menikmati...
Ombak yang bergulung riuh
Tak peduli pada deretan pemancing yang hening
Tak peduli pada jajaran kepala yang bermain di tepian

Beberapa titik tanah telah aku lalui
Walau masih belum ada seperseribu dunia ini
Walau masih hanya dijalur negeri pertiwi
Walau masih disisi bumi ini

Kurasa...
Dimana aku menjejakkan kaki
Dimana aku menghembuskan nafas ini
Dimana aku melepaskan pandangan penuh nyali
Dimana aku merebahkan punggung tak berduri

Kutemui orang-orang serupa
Mereka berbeda
Beda jiwa
Beda nafas
Beda nyawa
Namun bagiku mereka benar serupa
Ada yang serupa raga
Ada yang serupa nama
Ada yang serupa aura
Ada yang serupa suara
Ada yang serupa kata kata
Ada yang serupa watak
Ada yang serupa cela
Ada yang serupa hina
Ada yang serupa mulia

Benarlah...
Hubungan baik itu perlu dijaga
Paling tidak, tak perlu kita membuat luka
Dan juga
Menghadapi masalah itu mulia
Selain membuat diri tak terpenjara
Juga akan bebas dimanapun berada
Tanpa ada rasa waswas yang menyapa
Tanpa ada rasa terkejar masa lalu tanpa asa

Karena dimanapun kita melangkahkan jiwa
Disana akan kita berjumpa juga
Dengan apa yang pernah kita hindari sebelumnya
Atau juga
Berjumpa dengan yang telah  kita hadapi ditempat lainnya

Seperti asap, api, angin, tanah, air, petir.....
Dimanapun tempatnya
Mereka selalu ada
Hanya dalam bentuk yang kadang berbeda
Atau dengan perilaku yang tak sama...
Asap ...
Saat kita jumpa diatas nyala lampu minyak
Tampil dengan warna hitam nya,
Saat kita jumpa dengan para pengguna vape...
Mereka muncul dengan warna putih dan aroma manisnya

Angin...
Saat kita berada dipegunungan
Jumpa dengan sejuk dan dinginnya
Saat kita berada di kutub
Merasalah kita dengan kebekuannya yang menusuk
Saat berada di tengah perbedaan temperatur lingkungan ekstrim
Jumpa kita dengan kecepatannya yang menggelora

Api...
Saat diatas lilin ditengah meja makan
Tampak suasana romantisnya
Saat diatas pemusnahan sampah
Tampak suasana panas yang sedikit menggelora
Ketika yang melahap rumah atau barang berharga
Maka akan terlihat keganasannya

Tanah...
Saat kita jumpa ditengah pemukiman yang sejuk dan tentram
Terasa ketenangannya
Saat kita saksikan longsoran di pengunungan gundul
Tampak rasa ngeri mengikuti
Saat kita jumpa rapuhnya pijakan dunia
Akan kita lihat rasa takut menghantui
Dan menyelimuti rasa derita pada pemukiman pasca gempa

Air...
Saat kita penuh dahaga
Hadir dia menggelora dalam membasahi rasa
Saat gerah menyerbu raga
Hadir dia menyegarkan dan membersihkan
Saat hujan dengan intensitas normal
Hadir dia membawa kesejukan dan suasana dingin
Saat muncul dengan nama yang ganas...Banjir Melanda
Sengsaralah para pasukan bernyawa yang ada di depannya

Petir...
Dia hadir sebagai kumpulan tenaga yang menggelora
Dalam hidup keseharian
Kecil dalam balutan karet dan plastik
Membantu semua merasakan indahnya dunia
Dalam hujan
Adanya dia membantu memecah gumpalan air dilangit
Namun...saat wujud raksasanya yang bertandang
Beruang pun dapat menjadi debu yang bertaburan

Dimanapun berada...
Selalu kita akan jumpa
Begitu juga dengan manusia...
Dimanapun tempatnya,
Isinya selalu sama
Hanya berbeda jiwanya
Hanya berbeda nafasnya
Hanya berbeda nyawanya

Read More..

Yang Kecil Pun Turut Berganti

                                                                       17-01-2019

Tahun..Bulan...Hari....Jam.....Menit......Detik.........
Waktu telah berganti
Banyak hal pun mengiringi
Dari satu ke yang lain
Dari debur ombak hingga warna langit

Kini telah berganti lagi
Tahun dalam perhitungan masehi
Diiringi pula oleh hari-hari
Yang setia sejajar mendampingi
Musim mungkin lebih awal berganti
Ombak mungkin lebih dulu berlari
Dingin mungkin tiba lebih dini
Namun semua seakan sama
Melangkah dalam waktu seirama
Seperti tanpa gema
Tanpa bayangan yang tersisa

Seperti hal nya tahun
Suasana pun dalam hidup tak tertimbun
Bergerak mengikuti pusaran waktu yang anggun

Kini aku disini
Menapak jejak di atas tanah yang baru
Menghirup rendah udara pulau bali
Menangkap suara ombak menderu
Memandang pegunungan yang tampak berani
Merasakan tatapan langit yang lembut tak sayu

Bagai mendapat timbunan Ruby
Menatap ilmu banyak menanti
Tajam pula pandangan wawasan mengamati
Seakan langkah telah ada yang menarik tali
Tapi hati tetap perlahan bergerak dengan pasti
Mencoba untuk dapat menikmati
Apa yang akan digenggam dalam hati
Apa yang akan disandar disisi kepala ini

Dibelakang....
Ada tempat yang ditinggal pergi
Namun tak akan pernah hilang ditelan gelapnya hari
Karena yang lalu....
Tetaplah menjadi masa lalu
Namun itu tetap berarti....
Karena setitik tunas yang menerbitkan masa kini
Dan itu tak akan pernah bisa terhapus mati
Akan tetap melekat dalam setiap pandang

Kini..
Biarkan hati menyusuri
Jalan dan setapak yang ada disini
Biarkan telinga dan imaji menikmati
Angin, ombak, hujan, panas, dingin dan gunun ug berdiri
Biarkan hati melangkah dengan pasti

Read More..

Mimpi Rindu

                                                 15/06/2018

Pagi tadi...
Ya...pagi tadi,
Saat suara takbir berkumandang..
Saat suara itu melambangkan kemenangan
Dan kesedihan...
Karena berjumpa dengan bulan berkah
Dan berpisah dengan bulan indah
Merdu...sendu.....haru.....

Namun sayangnya..
Kepala tak bisa diam
Karena diam mengundang mimpi menjemput
Karena diamku adalah lorong...
Menuju dunia penuh kehampaan
Ketenangan....
Keheningan...
Dunia mimpi....yang kosong

Ya...
Datanglah bayangan-bayangan
Keluarga...
Kawan..
Rekan...
Pekerjaan..
Perjuangan...
Pengorbanan..
Khayalan...
Impian...
Pertengkaran..
Dan.....
............tak terungkapkan

Anehnya...
Tiba~tiba
Seandainya Engkau disini ya Rasul
Seandainya Engkau ada ditengah kami
Seandainya Engkau ....
..........bersama kami
Tentu pertikaian ini tak sejauh ini
Tentu perselisihan ini tak setinggi ini
Karena Engkau....
Mendadak hati ini rindu ya Rasul
Aku sadar...
...seandainya....aku terlahir pada zaman Engkau diangkat
Tak ada jaminan aku akan mencintaimu
Tak ada jaminan aku akan mengikutimu
Karena itu...
Seandainya Engkau disini ya Rasul
Aku ingin berjumpa denganmu
dan bertanya....bertanya apapun
Aku ingin berjumpa denganmu
dan mendekat,
Kupikir...hanya mendekat denganmu
Hati ini akan terasa tenang
apalagi mendengar suaramu

Kemudian tersadar aku
Dan berfikir...
...kenapa bisa terbesit hal itu
Apa aku tertidur
Atau aku terlalu menikmati
Berputarnya kepala ini
Yang meniti jalan~jalan semu
Menjemput pikiran yang jauh
Menjaga agar tak terpejam mata
Agar tetap terjaga

Read More..

Like Father Like Son

                                                 14/06/2018

Ternyata...
Pepatah yang berkata
Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya
Memang benar adanya
Walau tak semua
Bisa dikata hampir semua

Dulu..
Aku melihat papa disana
Begitu sibuknya
Mengabdikan diri untuk negara
Tak tau itu apa
Pengabdian atau Tanggung Jawab yang tak dapat diabaikannya
Hingga pada suatu acara
Seperti hari~hari besar Agama
Hari~hari Raya
Selalu saja berlalu tanpa jejaknya
Karena beliau menapakkan langkahnya
di jalanan...memastikan keamanan
Memastikan perjalanan yang lain aman
Hingga sanak saudara
Hanya dapat melihat wakilnya saja

Kini...
Tak pernah ada rencana
Untuk mewarisi jejak yang telah beliau tanam
Untuk mengikuti arah yang telah beliau ukirkan
Ternyata Aliran nafas kehidupan menarik diri ini
Masuk kedalam pusaran tanggung jawab yang hampir serupa
Dan akhirnya
Kini sanak saudara hanya melihat wakil ku
Dalam beberapa acara temu
Termasuk hari~hari besar itu
Termasuk hari ini.....

Yaa...
Untuk sekedar menghibur hati
Sering terbesit ucapan menenangkan
Jika dulu papa memastikan amannya perjalanan orang~orang
Untuk dapat berkumpul bersama
Dihari yang besar
Maka aku memastikan agar orang-orang bisa memasak untuk makan bersama
Dihari yang besar

Read More..

Banjir

                            10.01.2017

Biasanya berlalu lewat berita
Biasanya tampil dalam layar kaca
Wajah duka dan penuh harap
Tenaga yang terkuras dan tergagap

Malam ini aku meluncur pulang
Didalam sebuah bus malam penuh tak sesak
Melalui kota demi kota gemilang
Dan berhenti sesaat untuk melihat
Tak dapat berlalu lancar seperti biasa
Mata pun memandang dua orang
Yang dikira penjual nasi goreng atau semacamnya
Menatap kedalam sebuah gang
Berjongkok

Dari sini,
Sepertinya itu terendam air
Karena dihiasi serakan sampah
Roda bergulir kedepan
Tampak sedikit jelas akhirnya
Kenapa perjalanan sedikit tersendat
Jalan didepan mungkin digenangi air
Karena rumah di belakang itu terendam separuh
Roda bergulir kedepan
Tampak sebuah jalan masuk
Dipenuhi air berlinang
Tampak rumah bagai mandi berendam air dalam bak
Semakin kedalam
Tampak petugas duduk diperahu
Lelah

Ternyata ditampakkan pula dihadapan
Sedikit pesan pengingat
Bahwa tak selamanya dapat terus terhindar
Namun tak juga mustahil untuk menghindar
Hanya sepucuk pesan
Yang merendam banyak kehidupan

Read More..

2017

Tahun telah berganti lagi
Baru saja berlalu beberapa hari
Dan tangan teringat membuka diary
Dan mencoba mencatat kembali
Satu dua kata hati
Kalau memang bisa disebut hati

Kali ini tulisan sendiri
Bukan dari kawan atau sanak family
Bukan dari rekan atau dari belahan hati
Bukan pula dari pohon yang berdiri
Hanya ingin sedikit tertumpah
Walau lebih kearah keluh kesah
Dan terdengar seperti sampah
Hati yang tak bergairah

Hampir dua putaran masa matahari
Berjalan di kehidupan seperti saat ini
Diawali karena rasa percaya diri yang tinggi
Dengan bumbu ketidakpercayaan pasti
Kekhawatiran akan campurtangan yang rusak
Ketakutan akan jalan menjadi penuh kerak
Akhirnya melewati dengan beriring benci
Tak lupa membawa dusta dihati
Walaupun di ujung nya mulai membuka diri
Dan terang untuk semua telah ditulis
Tetap saja rasa itu masih ada

Diawali oleh khawatir
Tumbuh menjadi ketakutan
Lahirlah kebencian
Berkembang menjadi kebohongan

Lingkungan ini sungguh terasa menyulitkan
Kadang terasa lelah
Seperti terlalu besar berupa beban
Kadang terasa bersemangat
Seperti terlalu ringan bagai awan

Yang menjauhkan akhirnya dijauhkan
Yang mendustai akhirnya tersembunyi
Yang dikhawatirkan akhirnya menjadi menakutkan

Nafas ini kadang tampak ringan
Kadang tampak berat
Jika dilihat bagai kunang-kunang
Kadang redup kadang terang
Terasa pula bagai jantung
Kadang kempis kadang mengembang

Dari sudut pandang sang awan
Kaki ini terlihat nyaman
Ketika dirumah tampak bagai berhari-hari lamanya
Seperti seorang pengangguran
Walau sebenarnya dapat dihitung menggunakan jari tangan
Ketika di laut pun rasanya lama
Dan tentu jari tangan perlu tambahan
Sedangkan perjalanan diantaranya tampak begitu lama
Walau sebenarnya hanya berupa hitungan jam
Namun disatu sisi perjalanan itu
Menjauhi yang ingin selalu dekat
Dan disisi satunya benar-benar menjauhi yang ingin dijauhi

Apa yang bisa dijauhi kini hanyalah diri sendiri
Mencoba mengubur jati diri sebagian
Kerusakan mulai menggerogoti mental
Dan memang dibiarkan seperti itu
Mulanya tegak pada tonggak
Mulai jatuh seiring terbenamnya mentari
Dan memang dibiarkan seperti itu

Seandainya bukan lelaki
Mungkin sudah berdagang air mata
Menjajakan ratapan kesedihan
Mengumbar keluh kepedihan
Bagai mayat hidup menunggu obat kematian
Namun berharap pula dapat cahaya kehidupan
Seandainya bukan lelaki
Mungkin dinding hati akan dibiarkan berserakan
Karena hancur oleh retakan kepedihan
Getas oleh sakitnya kesendirian
Sayang itu hanya seandainya
Dan berandai-andai sungguh dijauhkan

Kini...
Tahun telah berganti
Telah berjalan beberapa hari
Walau hati tetap mengharap dapat kembali
Namun saat ini hanya dapat menjalani
Bertemu dengan kejenuhan
Bertemu dengan kesendirian
Bertemu dengan kepedihan
Bertemu dengan kebencian
Bertemu dengan kapahitan
Dan akan selalu membawa hati
Dalam kotak laci terkunci
Didalam sebuah brankas tersembunyi
Membiarkan semua berlalu
Dengan wajah yang tersenyum
Aura terang membiru
Cahaya semangat seperti baru

Agar yang melihat dapat selalu senang
Agar yang bertemu dapat selalu riang
Tanpa perlu tau hati bimbang
Semua hanya perlu tahu
Hidup itu untuk senang

Seperti kata seorang kawan
"Hidup itu mudah, hanya yang menjalaninya yang membuat tampak susah"
Hanya perlu menampakkan mudahnya kehidupan
Agar kemudahan menjalani dapat tertular
Dan semua dapat merasakan senang

Read More..

Alunan Waktu

Sungguh..
Waktu berlalu begitu cepat..

Saat anakku melambaikan tangannya
Seraya mengatakan ucapan selamat
"Abi kerja"
"Hati-hati"
"Ikut dulu"
"Dadah"
Rasanya baru kemarin kami mengajari bicara
Rasanya baru kemarin kami ajarkan berlari
Rasanya baru kemarin kami ajarkan berjalan
Rasanya baru kemarin kami memandikan
Rasanya baru kemarin kami menimang sesaat setelah lahir....

Sungguh,..
Waktu berlalu begitu cepat

Menengok sesaat ke adik-adikku yang t'lah dewasa..
Rasanya seperti masih menatap mereka
Yang hanya setinggi 80 cm
Rasanya seperti masih menggendong mereka
Dipunggung menuju sekolah
Rasanya seperti masih menggandeng
Melewati jalanan becek dan debu

Sungguh,..
Waktu berlalu begitu cepat

Seperti baru saja kulalui masa kuliah
Bahkan kadang seperti beru kemarin selesai SMK
Atau baru kemarin juga keluar dari SLTP
Rasanya baru puas melewati sekolah dasar

Sungguh,..
Waktu berlalu begitu cepat

Dulu yang setiap hari kulalui dengan menatap wajah kedua orang tuaku
Kini kulalui dengan menatap wajah istri dan anakku

Dulu yang setiap hari kulalui dengan pandangan kamar rumah dan jalanan
Kini kulalui dengan pandangan jalanan lautan kantor dan rumah

Sungguh,..
Waktu berlalu begitu cepat

Sesal hanya menambah ketidak ikhlasan dalam menjalani kehidupan
Kadang aku merasa lelah
Dan hanya ingin berhenti disatu waktu
Dan menghentikan waktu sesaat
Untuk menikmati waktu-waktu
Senang bersama kedua orangtua
Senang bersama adik-adik
Senang bersama istri dan anak

Sungguh,..
Waktu berlalu begitu cepat

Karena semua menganggapnya begitu
Dan ingin rasanya
Menganggap waktu itu berjalan cukup lambat

Read More..

Guratan di Kaca Bus

Hahahaha....
Mungkin hanya seutas tawa dalam senyuman
Yang dapat aku teriakkan dalam dalam
Menyisir sekitar dengan pandangan
Menyelimuti pikiran dengan lamunan

Menjadi saksi dipadatnya angkutan ini
Mengingatkanku dengan sosok yang ku kagumi
Saat pasukan ratusan manusia menyambut indah
Sebuah warna didalam kalender cerah
"Tanggal berwarna merah"

Papa..
Seorang patriot dan superhero
Dimana negara ada dipundaknya
Serta keluarga dalam genggaman jemarinya

Hampir setiap kawan merayakan hari liburnya
Di tanggal merah yang tampak sakral
Kami nikmati dengan pandangan sudut sudut rumah
Pandangan latar dan pekarangan
Serta imajinasi alam luar yang mempesona

Namun jangan anggap itu kesedihan
Karena..
Dikala kawan tertidur dalam selimut malam
Kami ceria menyusuri jalanan dan menyapa alam
Saat semua sibuk berjibaku dengan peluhnya
Kami ceria berjibaku dengan tanggal merah kami sendiri

Terasa...
15 tahun lebih telah berlalu,
Dan kini..
Menurun padaku apa yang terjadi dulu
Mungkin sebuah warisan
Warisan ideologi dan idealisme yang bergema
Yang mengeluarkan gelombang prinsip jiwa
Dan terlahir mengalir jalanan yang sama
Jalanan kehidupan lengkap dengan aromanya

Kini aku berdiri ditengah kerumunan penumpang
Berdiri menatap semua dengan senang
Bernostalgia
Dan merakit ingatan ingatan lama
Merangkai bahan bahan cerita
Menunggu hingga terasa lelah

Read More..

Setengah Cahaya Masa Lalu

Tiba-tiba saja jadi teringat kembali
Masa-masa yang dulu pernah terlewati
Yang tak pernah bisa terulang lagi

Teringat kawan
Teringat akan kejadian
Teringat waktu separuh lalu
Mengenang kembali melawan jemu

Terbayang dikepala
Tiga kawan yang kini jauh disana
Telah melalui aliran sungainya sendiri

Seorang, kini menjadi besar
Memiliki ilmu dan tahta yang kekar
Dulu, menjadi acuanku dalam hal religius
Sering kami berdiskusi dan berkisah mistis
Sering kami bersua tentang hiburan imajinasi
Hingga bermain pada suatu pagi yang gelap
Bersama pedang kayu dan serbuk kayu
Disisi makam disisi jembatan
Yang menarikku juga dalam dunia martial art
Untuk yang pertama kali
Yang meminjamkan buku-bukunya
Dan yang pernah kubawa buku tugasnya tanpa mengakui
Aku tak pernah bisa mengejarnya dalam akademik
Saat hati mulai gersang, tak jarang aku mendatanginya, walau hanya untuk mendengar beberapa kata
Dan lingkaran sosialnya cukup tinggi dan putih

Seorang, kini menjadi kuat
Memiliki fisik dan tekad
Dulu, menjadi acuanku dalam bersosial
Sering kami berdiskusi dan berkisah cinta
(dia, bukan aku)
Membicarakan kehidupan disekolah
Membicarakan kesenangan dan masa depan
Mengajariku bertahan hidup dalam dunia yang keras
Dan memberi nilai ketaatan yang luar biasa terhadap orang tua
Walau tampak seperti preman, namun masih menjunjung adat
Lingkungan sosialnya pun cukup luas walau sedikit abu-abu
Saat aku dalam kesempitan pandangan, padanya sering aku berlari
Walau hanya untuk mengucap salam

Seorang lagi, kini semakin dewasa
Dulu menjadi acuanku dalam ketaatan orang tua
Trauma berkendara denganku
Karena kalalaianku hampir aku kehilangan dirinya
Sering kami bermain bersama
Mungkin karena ada ikatan antar sesama putra jawa kelahiran borneo
Saat bersamanya, rasanya kemampuanku dalam melihat suatu masalah meluas
Hingga rasanya bijak dihati semakin bertumpuk
Saat aku dalam krisis semangat, meluncur aku padanya, walau hanya melihatnya melakukan sesuatu
Lingkaran sosialnya cukup besar juga untuk seorang yang lugu

Dari kami,
Aku yang termuda
Sosialku yang paling sempit
Karena sukar membaur
Ingatanku akan nama pun sedikit tipis

Kini,
Kami telah berpencar sekian lama
Mungkin empat atau enam atau delapan atau sepuluh tahun lamanya
Dan jarang bertemu untuk waktu selama itu

Kini,
Semua telah memiliki keluarga kecilnya
Memiliki danaunya masing-masing
Memiliki aliran sungainya
Dan memiliki apinya

Berharap,
Bisa kami berkumpul lagi
Berempat
Entah hanya untuk bercanda atau bercerita
Atau untuk bermain seperti dulu

tedy, pianto, yudi
Miss you

Read More..

Alangkah Uniknya Negeri Ini

                                                     06-03-2016

Heran..
Bingung...
Aneh....
Itulah yang mungkin aku pikirkan,
Ketika berjalan menyusuri garis-garis kota
Saat roda berputar diramainya lalu lintas
Ketika terduduk terpana di sudut jalan
Saat terdiam bagai patung di tengah kerumunan

Mungkin,
Kata "unik" merupakan sebutan yang sedikit cocok
Menggambarkan polah tingkah kawan-kawan se negeri
Yang kadang membuat panas hati
Atau membuat beku pikiran ini

Mereka ingin dihormati
Namun berat menghormati rekan
Mereka ingin dihargai
Namun sukar menghargai kawan

Tak ingin macet
Tapi peraturan lalu lintas selalu dilanggar
Tak ingin banjir
Tapi saluran air ditutup dengan sampah
Tak ingin panas
Tapi hutan dan pohon dijadikan gedung bertingkat
Tak ingin kelaparan
Tapi petani dikucilkan
Tak ingin kekeringan
Tapi hujan buat mereka kebingungan
Tak ingin sengsara
Tapi tak mau berusaha
Tak ingin dipenjara
Tapi terus saja menyimpang
Tak ingin kesepian
Tapi semua orang diajak bertengkar

Tak mau sedikit bersabar
Maunya menang sendiri
Dan merasa selalu paling benar
Merasa hebat
Tak kekurangan tanpa bantuan orang lain
Bahkan kadang tuhan hanya sampingan

Seluas apapun lapangan akan selalu sempit bagi mereka
Selebar apapun jalan akan selalu kecil bagi mereka
Sebanyak apapun kekayaan akan selalu kekurangan
Sebesar apapun karunia akan selalu berkata "Tuhan tak adil"

Salahkah jika negeri ini penuh korupsi
Penuh kemacetan disetiap sela kota-kota
Penuh banjir dikala hujan bertandang
Penuh bencana mengantre disetiap daerah
Penuh kemiskinan dan kesengsaraan
Penuh kemunafikan
Dan terpuruk dalam arena perang

Itulah uniknya kita
Tetap saja bisa bangga,
Dan bisa berkoar hebat..
Dan hanya ditopang oleh beberapa semut kecil
Yang sadar bahwa harus ada perubahan..

Namun mereka hanya sendiri
Ditengah kerumunan yang unik

Itulah uniknya kita
Sibuk menjual barang pribadi
Namun bingung membeli barang yang sama dinegeri sana
Hanya beda kemasan

Itulah uniknya kita
Perut dan kenyamanan individu selalu nomor satu
Walau harus melihat saudara kembar sengsara
Apa mau dikata

Dan uniknya kita
Yang selalu menuntut kepada masinis negara
Walau sebenarnya karena kesalahan sendiri
Yang selalu meminta
Padahal bisa memberi
Yang selalu jeli dengan kesalahan kawan
Padahal diri sendiri lebih hina
Tak dapat melihat gajah cantik didepan mata
Hanya terlihat semut busuk diseberang pulau

Itulah....
Uniknya negeri ini
Uniknya kita disini
Uniknya kehidupan ini

Read More..

Semua Benar Semua Salah

                                                      02.02.2016
"Aku tidak takut..
Karena aku benar,
Sebesar apapun perawakan dan jabatan
Aku tak pernah takut,
Tapi jika aku salah,
Sekecil apapun perawakan dan jabatan
Aku akan tunduk"

Kata itu,..
Tiba-tiba saja terngiang
Dengan penuh amarah terpacu
Dan haus akan hujatan amukan

Tak jarang pula
Kudengar kata yang hampir mirip
Baik makna maupun warnanya
Tanpa aura yang arif

Namun aku bingung dengan mereka
Selalu berkata seperti mereka juaranya
Benar...benar...benar...
Seakan menggiring kita bahwa ada celah untuk salah
Tapi apa....
Mereka yang berkata seperti itu
Sebagian besar memang tak pernah mau salah
Hanya sekedar untuk sampul
Bahwa seakan mereka orang yang benar saat itu

Akhirnya hanya bisa terlintas
"Benar" dan "Salah" itu relatif
Karena "benar"nya setiap orang berbeda
Setiap "benar" memiliki argumen yang bias
Karena tidak memiliki acuan yang sama
Hanya bertumpu pada pemikiran pasif
Tanpa ilmu tanpa kebijakan
Tanpa bijak tanpa kesadaran
Tanpa lapang dada
Tanpa rasa saling membutuhkan

Namun,..
Yang berkata itu
Hanya orang yang egois
Berfikir mampu bertahan sendiri
Dari kehidupan yang sadis

Jika ingin sama benarnya
Harusnya gaun acuan pun sama
Santapan aturan pun sama
Hidangan ketentuan pun sama
Dan dapat dipertanggungjawabkan

Namun...
Lagi dan lagi dan lagi,
Kita banyak tertinggal dari tetangga
Kita banyak darah tak sekolah
Kita banyak nafas tak berjiwa
Kita hanya memiliki kepala dengan bayangan uang
Kita hanya berangan tentang kekayaan
Dan bertahan hidup
Setiap sel kita hanya ego yang tinggi
Hanya berontak yang kita resap
Dan rusuh serta kacau adalah solusi

Kapan...
Kapan..
Kapan.
Kita bisa berubah,
Jika masih tetap seperti ini
Tak ada gerakan kecil yg dihargai hujan
Tak ada pelopor yang bernafas lega

Read More..

After Different

                                        27-12-2015
Dulu..
Saat asa terbentuk
Dan cita-cita tersebut
Serta langkah telah tersulut
Lahir niat dengan sedikit terlambat
Menjadi berbeda....
Karena hidup hanya sekali
Dan mati pun sekali
Kondisi biasa

Kini...
Setelah separuh waktu berlalu
Langkah itu benar terwujud
Niat itu tak sedikitpun berkerut

Dan akhirnya,
Semua benar berbeda
Cara berfikir,...
Sudut pandang,...
Hingga aksesoris kehidupan pun berbeda

Kadang...
Muncul sedikit sesal,..
Namun,
Bagai mendapat cemeti dari hati
Dia berkata,...
"Ini lah aku"

Dengan begitu...
Tak ada lagi rasa lelah dan sesal menjejal

Mencoba untuk menikmati
Indahnya awan yang sudah terbentuk
Indahnya bintang yang sudah tercipta
Indahnya angin yang telah dihembuskan
Indahnya terik yang telah terpancar
Indahnya langit yang telah disandingkan
Sambil terbayang...
Akan indahnya harapan yang telah digantungkan
Akan indahnya impian yang telah dipasangkan
Akan indahnya tujuan yang telah diajukan
Akan indahnya cita yang telah digambarkan
Akan indahnya kehidupan yang telah ditakdirkan

Di dunia ini,...
Segala sesuatu mungkin terjadi
Bahkan buln dan matahari pun
Bisa terjatuh kedalam bumi

Untuk itu,..
Tiada tempat untuk sesal tersimpan
Yang ada hanya semangat yang dalam
Untuk menembus kegelapan
Untuk menembus cahaya
Untuk menembus kehidupan...

Yang Berbeda ^_^

Read More..

Do you trust me.....

                              20/10/2015
Teringat dimasa lampau
Dimana aku sukar percaya waktu
Manusia dan apapun itu
Hingga akhirnya kupilih jalan berliku

Sendiri...
Tanpa berharap ada yang menemani
Sendiri..
Namun merasa pasti

Karena memang...
Percaya susah diberikan
Apalagi diserahkan
Atau dipindahtangankan

Kini saat semua itu berlalu
Dan hati mulai mencoba lagi
Untuk yang kesekian kali
Mencoba berdamai dengan waktu
Mencoba membuka percaya pada apapun itu
Malah terjebak...
Dalam lingkaran bertuliskan dusta
Dalam persembunyian penyakit hati
Dalam kesombongan yang mati
Dalam penghianatan yang jeli

Apa aku harus bermain lagi
Dengan dua wajah yang telah mati
Dengan dua hati yang telah menimbun diri
Dengan dua lidah yang tak keji

Padahal aku ingin berhenti....
Namun akhirnya mulai menggali lagi
Semua yang terkubur
Semua yang hancur

Namun akhirnya kambali jua
Pada masa lampau yang menyakitkan

Read More..

Nyamuk

                               14-10-2015

Berdengung....
Bergemuruh...
Diantara telinga dan mata,
Ternyata nyamuk,
Sahabat kecil yang selalu ada
Menemani disetiap malam kelabu
Walau dalam kesendirianku
Mereka selalu ada menunggu

Namun sayang,
Mereka tak bisa menyebrangi lautan
Sehingga kesepian aku ditengah tengahnya..

Tampak indah rasanya
Menjadi seekor nyamuk
Lahir saat ini
Esok telah pergi
Dan kelak...tak ada hisab untuk mereka
Tak ada tanggung jawab yang begitu besar
Hanya rintangan manusia yang benci
Yang ringan tangannya untuk memburu mati

Tak perlu pula mereka berlama lama bernafas
Bersekolah dan bekerja
Mengikuti aturan aturan yang ada
Mereka hanya tinggal menjalani naluri
Kegiatan turun temurun setiap hari

Tak perlu mereka mengabdi
Berpindah dari satu titik ke titik jauh lainnya
Menjauh dari kumpulan
Dan berdiam sendiri

Hanya perlu bertahan hidup sehari,....

Nyamuk...nyamuk....nyamuk....
Terima kasih telah menjadi kawanku
Maaf,
Bila tanpa sengaja tangan ini membunuhmu
Atau kaki ini menindasmu
Maaf,
Bila kadang kontrol diriku lepas
Nafsu memburu begitu besar untuk mu
Hingga jariku penuh dengan darahmu

Read More..

Mulai Lelah Atau Kalah

                           13/10/2015
Sungguh terasa...
Enam periode berlalu begitu saja
Tanpa rasa yang ceria
Selalu diliputi kabut duka

Aku menjadi hilang dalam sekejap
Entah siapa yang kini berdiri tegap
Tak punya keyakinan yang mantap
Tak punya keteguhan yang sigap

Aku telah sirna dalam kilatan waktu
Entah siapa kini yang duduk membatu
Berselimut kegalauan nampak jemu
Berpakaian ratapan haru biru

Tak dapat melihat nikmat
Tak dapat merasa keindahan
Tak dapat mengeluarkan syukur
Dan kini hanya bersikap penuh ego

Merasa terjebak akan sesuatu
Merasa terpenjara dalam lingkaran waktu
Merasa tergusur oleh angin menderu
Merasa terbuang oleh bualan palsu

Entah....
Karena hati mulai lelah
Ataukah jiwa ini perlahan mulai kalah

Entah..
Apa pikiran ini mulai lelah
Ataukah diri ini mulai menyerah

Entah.
Bagaimana aku bisa kembali

Read More..

Single Fighter

Akhirnya,
Pada akhirnya,
Babak awal dari sebuah akhir
Akhir dari bab baru yang getir

Kembali lagi menjadi petarung tunggal
Ditengah lingkaran dunia begal
Namun,..
Kali ini merupakan sebuah langkah baru
Dan rintangannya pun masih biru

Aku heran,
Masih ada saja yang seperti itu
Dan kini jumlahnya hampir menyeluruh
Dalam lingkup yang aku tempuh
Sungguh,..langkahku tampak layu

Dalam sebuah ikatan kerja
Sepantasnya saling menopang
Saling mengisi....
Bukan saling sembunyi
Mencari keuntungan dari saku ini
Saling picik
Apalagi saling mengusik

Namun,
Sepertinya sudah jalanku,
Untuk bisa selalu
Menghadapi yang seperti itu..
Rintangan emosi
Ujian ketabahan
Tangga kesabaran...

Apakah terulang lagi
Do'a yang membumi
Memutus tali dan pintu rizqi
Atau do'a yang panjang
Ada akibat ada sebab terpampang
Atau do'a yang mengunci
Langkah kaki terasa mati
Atau do'a yang menenangkan
Yang meminta cahaya turun dihatinya
Yang meminta kegelapan sirna dari pikirannya
Yang meminta haus dan lapar dolar terbakar dari nafsunya

Memang,
Sungguh tugas yang cukup berat
Karena kali ini memang naik peringkat
Hingga lingkaran setan semakin pekat
Dan banyak amunisi yang mulai berkarat
Memulai dari awal
Menyiapkan segala bekal
Mengasah semua yang dangkal
Berjuang dengan semangat kekal

Semoga,
Mereka semua terbangun
Dari rayuan para setan yang anggun
Dan mulai menatap dunia
Yang akan segera mencapai akhir

Read More..