Mencari Lelahku

                             11-10-2012
8.08
Itulah yang ditunjukkan jam di tanganku
Menit itu pertama ku tempuh
Di tengah terik yang berat
Menyengat hingga dalam kalbu

7.28
Itulah yang ditunjukkan jam di tanganku
Menit itu ada diwaktu kedua
Disamping panas yang berkarat
Mengerat hati hingga tampak layu
Namun mencoba aku untuk menyapu
Dengan kayuhan tanpa keluh
Dengan keringat tanpa gemuruh

Teringat masa dulu dimana aku
Mengayuh puluhan langkah terpaku
Siang malam menahan layu
Pagi petang tanpa rasa malu
Kini menjadi kenangan dihati
Dikala hati diselubungi emosi
Amarah dan dendam yang menyakiti

Kini..
Memori itu menjadi pelipur
Kenangan itu menjadi penyejuk
Bagai ada ditengah salju
Walau langit sedang hujan batu

Read More..

Ditengah pesta

                             06-10-2012
Tampak ceria dari raut mukanya
Tampak gembira dari sorot matanya
Mereka gembira
Ditengah pesta

Sebagian sibuk dengan cerianya
Sebagian lagi terpikir dengan bebannya
Tak sedikit pula yang membawa masalahnya
Namun tak tampak oleh mata

Senang tetaplah senang
Walau diantara kegundahan nyata
Sedih tetap sedih
Walau ditengah pesta yang tak pamrih
Mencoba untuk meninggalkan
Hal yang membuat tertekan
Walau hanya untuk sekejap
Walau hanya untuk sekilat mata terpejam

Read More..

Selalu Jumpa dengan Pilihan

                                  05-10-2012
Dalam setiap langkah
Dalam setiap alir darah
Selalu tak lelah
Jumpa dengan pilihan yang gerah

Pada setiap hening jiwa
Pada setiap sunyi raga
Selalu dengan biasa
Bertemu pilihan yang terduga

Diantara kejap mata
Diantara lantang suara
Tak gentar oleh pilihan yang aniaya
Tak mundur oleh pilihan yang binasa

Dihadapan nafas memburu
Dihadapan nadi dari hulu
Tetao tegas dihadapan pilihan baru
Yang setiap waktu dapat membuat bisu

Bagai diantara jurang yang dalam
Ketika bertemu dengan yang kelam
Bagai ditengah lautan biru
Kala berjumpa dengan yang haru
Bagai di atas awan
Saat berjalan di atas pilihan
Yang jika maju akan tertekan
Jika mundur akan terperosok dari haluan
Akan tertindas apabila mengambil kanan
Dan ke kiri menjemput luka menakutkan
Ke atas akan terpatung kedinginan
Dan ke bawah akan langsung dihancurkan

Berdiri di atas awan tan perlengkapan
Kemudian terjun bebas mengudara
Dan mendarat pada kematian
Atau lumpuh dengan penyesalan

Namun....
Apapun yang terjadi
Harus tetap diputuskan
Walau nanti hilang nafasku
Hingga sirna raga yang semu

Read More..

Mencoba menyelam kembali

Terkadang...
Apa yang diniatkan dalam hati
Tak sepenuhnya terjadi
Entah itu karena diri ini
Atau karena hal lain mempengaruhi

Padahal....
Semua kendali ada pada hati
Yang kemudian disampaikan pada tangan kaki
Melalui otak kanan kiri
Bertumpu pada aliran nadi

Semua yang terjadi akhirnya
Menjadi bagian dari suatu rangkaian
Suatu rantai yang terus berjalan
Namun tetap bergantung diujung hati
Apa yang selanjutnya nanti
Harusnya memang dibawah kendali
Walau tak sadar diri ini melampaui

Namun....
Ternyata tak semudah menatap nadi
Kendali selalu diluar hasil yang pasti
Beruntung tidaknya nanti
Siapa yang dapat mebgerti

Semua kadang memandang
Dengan mata tertutup sebelah saja
Kemudian mengucap
Apa yang sama dengan pikirannya
Tanpa tahu langkah sebenarnya
Tanpa tahu apa faktanya
Tanpa tahu bagaimana terjadinya
Ataupun apa prosesnya

Itulah manusia
Memandang bukan pada proses
Langkah, cara, ataupun yang dilewati
Namun hanya ada pada akhirnya
Hasil apa yang ditunjukkan

Tuhanku beda
Allah tak mengajarkanku hal itu
Terpenting adalah langkahnya
Proses ataupun cara menyelesaikannya
Hingga hasil tak begitu penting
Karena jika prosesnya salah
Maka diakhir pun akan mengikuti

Read More..

Dibalik dinding...Siapa yang tahu?

                                 04-10-2012
Keringat yang telah bercucuran
Pusing yang melekat tajam
Hingga sakit perut yang meremas
Selama sekian hari ini
Seperti tidak ternilai lagi

Dibanding dengan yang awalnya biasa
Berubah menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan
Selembar piagam dan sebatang trophy
Menjadi pengikat agar lanjut hingga akhir

Walau dukungan tak seberapa
Walau kata hanya tinggal kata
Dan sakit hati tak terobati
Ditambah lagi menjadi korban
Korban keEgoisan seorang
Yang merasa telah berhasil memimpin
Dan ujungnya memberikan jalan yang salah

Hati hanya tibggal berdoa
Dan berharap banyak

Read More..

Benci dalam langkah yang telah gerah

                                    03-10-2012
Aku berangkat lebih awal dari biasa
Berjalan menuju halte
Naik bus sebagai penumpang ke-dua
Menikmati buruknya udara di pagi yang kelam
Memandang wajah-wajah pelerja keras
Bahkan hingga pekerja teladan
Masuk tepat pulang tepat
Ada pula pekerja yang konsisten
Masuk awal pulang awal
Atau pulang terlambat masuk pun juga

Sambil menahan kantuk
Menuruni tangga bus pun sempoyongan
Berjalan berkilo-kilometer
Hingga keringat menggambar peta dipundak
Menyantap nasi pun terasa nikmat
Walau kantong sedikit tipis

Pulang pun jua demikian
Berjalan ratusan meter
Hingga pakaian kuyup oleh derasnya hujan keringat
Menahan sedikit lapar yang melilit pikiran
Hingga bus datang membawa gerah dalam ruangnya
Terkantuk-kantuk sambil menahan kaki tetap berdiri
Hingga akhirnya turun pun masih lanjut langkah panjang
Dengan sedikit goyang kepala
Menatap jalan pun tak genap

Hingga di atas dipan
Terasa nikmat walau sekejap mata

Berfikir sedikit
Tak ingin berharap
Namun hati masih terasa sakit jika teringat
Sungguh.......
Sebagai arca yang berharga
Yang dapat mengungatkan
Kelak jika menjadi pemimpin
Jangan lupa jika kau pernah membencinya

Read More..

Antara mau dan keterpaksaan

                       02-10-2012
Lelah...
Ketika pikiran mulai naik
Bergerak tanpa ada jeda yang baik
Mengalir tanpa ada arus balik

Ingin melawan
Namun ada rasa keterikatan
Ingin pergi
Namun tanggung jawab belum terselesaikan
Ingin menghindar namun percuma

Berdiri dibawah pemimpin
Yang tak ingin tau keadaan
Tak ingin mengerti kerja sama
Dan seakan najis dengan saran sebenarnya

Lelah....
Namun tak dapat pergi begitu saja
Letih....
Namun tak mungkin dapat nengelak

Read More..

Menanjak menuju puncak

                                  01-10-2012
Kata orang....
Untuk mencapai puncak gunung
Ada biaya yang harus dibayar
Ibarat barter dalam dagangan
Puncak dibayar dengan tenaga
Dibayar oleh keringat seribu jagung
Ditempuh oleh nafas yang kekar
Dilalui oleh langkah penuh harapan
Diterima dengan rasa sejuta rupa

Kata orang.....
Mencapai derajad manusia dunia
Tak bisa jika hanya duduk menerima
Hanya menjalankan rutinitasnya saja
Dan pulang sebelum jam lima

Kata orang.......
Mencapai derajad tinggi akhirat
Tak bisa hanya berdiri seraya meratap
Tak bisa hanya dengan kebiasaan
Bangun pun harus sebelum semut berkelana

Memang semua itu
Tak semudah meludah dijalan basah
Tak seringan mengangkat angan
Tak seperti mengedipkan mata

Kadang..
Semua harus dibayar oleh pengorbanan
Harta, waktu, jarak, rasa, serta jiwa
Dan semua itu terkadang belum cukup
Untuk mendapat apa yang diingini
Untuk mendapat apa yang jadi tragedi
Dalam hidup ini
Dalam dunia ini
Bersama nafas yang mulai iri
Dengan udara yang lepas kesana sini

Read More..