Do you trust me.....

                              20/10/2015
Teringat dimasa lampau
Dimana aku sukar percaya waktu
Manusia dan apapun itu
Hingga akhirnya kupilih jalan berliku

Sendiri...
Tanpa berharap ada yang menemani
Sendiri..
Namun merasa pasti

Karena memang...
Percaya susah diberikan
Apalagi diserahkan
Atau dipindahtangankan

Kini saat semua itu berlalu
Dan hati mulai mencoba lagi
Untuk yang kesekian kali
Mencoba berdamai dengan waktu
Mencoba membuka percaya pada apapun itu
Malah terjebak...
Dalam lingkaran bertuliskan dusta
Dalam persembunyian penyakit hati
Dalam kesombongan yang mati
Dalam penghianatan yang jeli

Apa aku harus bermain lagi
Dengan dua wajah yang telah mati
Dengan dua hati yang telah menimbun diri
Dengan dua lidah yang tak keji

Padahal aku ingin berhenti....
Namun akhirnya mulai menggali lagi
Semua yang terkubur
Semua yang hancur

Namun akhirnya kambali jua
Pada masa lampau yang menyakitkan

Read More..

Nyamuk

                               14-10-2015

Berdengung....
Bergemuruh...
Diantara telinga dan mata,
Ternyata nyamuk,
Sahabat kecil yang selalu ada
Menemani disetiap malam kelabu
Walau dalam kesendirianku
Mereka selalu ada menunggu

Namun sayang,
Mereka tak bisa menyebrangi lautan
Sehingga kesepian aku ditengah tengahnya..

Tampak indah rasanya
Menjadi seekor nyamuk
Lahir saat ini
Esok telah pergi
Dan kelak...tak ada hisab untuk mereka
Tak ada tanggung jawab yang begitu besar
Hanya rintangan manusia yang benci
Yang ringan tangannya untuk memburu mati

Tak perlu pula mereka berlama lama bernafas
Bersekolah dan bekerja
Mengikuti aturan aturan yang ada
Mereka hanya tinggal menjalani naluri
Kegiatan turun temurun setiap hari

Tak perlu mereka mengabdi
Berpindah dari satu titik ke titik jauh lainnya
Menjauh dari kumpulan
Dan berdiam sendiri

Hanya perlu bertahan hidup sehari,....

Nyamuk...nyamuk....nyamuk....
Terima kasih telah menjadi kawanku
Maaf,
Bila tanpa sengaja tangan ini membunuhmu
Atau kaki ini menindasmu
Maaf,
Bila kadang kontrol diriku lepas
Nafsu memburu begitu besar untuk mu
Hingga jariku penuh dengan darahmu

Read More..

Mulai Lelah Atau Kalah

                           13/10/2015
Sungguh terasa...
Enam periode berlalu begitu saja
Tanpa rasa yang ceria
Selalu diliputi kabut duka

Aku menjadi hilang dalam sekejap
Entah siapa yang kini berdiri tegap
Tak punya keyakinan yang mantap
Tak punya keteguhan yang sigap

Aku telah sirna dalam kilatan waktu
Entah siapa kini yang duduk membatu
Berselimut kegalauan nampak jemu
Berpakaian ratapan haru biru

Tak dapat melihat nikmat
Tak dapat merasa keindahan
Tak dapat mengeluarkan syukur
Dan kini hanya bersikap penuh ego

Merasa terjebak akan sesuatu
Merasa terpenjara dalam lingkaran waktu
Merasa tergusur oleh angin menderu
Merasa terbuang oleh bualan palsu

Entah....
Karena hati mulai lelah
Ataukah jiwa ini perlahan mulai kalah

Entah..
Apa pikiran ini mulai lelah
Ataukah diri ini mulai menyerah

Entah.
Bagaimana aku bisa kembali

Read More..

Single Fighter

Akhirnya,
Pada akhirnya,
Babak awal dari sebuah akhir
Akhir dari bab baru yang getir

Kembali lagi menjadi petarung tunggal
Ditengah lingkaran dunia begal
Namun,..
Kali ini merupakan sebuah langkah baru
Dan rintangannya pun masih biru

Aku heran,
Masih ada saja yang seperti itu
Dan kini jumlahnya hampir menyeluruh
Dalam lingkup yang aku tempuh
Sungguh,..langkahku tampak layu

Dalam sebuah ikatan kerja
Sepantasnya saling menopang
Saling mengisi....
Bukan saling sembunyi
Mencari keuntungan dari saku ini
Saling picik
Apalagi saling mengusik

Namun,
Sepertinya sudah jalanku,
Untuk bisa selalu
Menghadapi yang seperti itu..
Rintangan emosi
Ujian ketabahan
Tangga kesabaran...

Apakah terulang lagi
Do'a yang membumi
Memutus tali dan pintu rizqi
Atau do'a yang panjang
Ada akibat ada sebab terpampang
Atau do'a yang mengunci
Langkah kaki terasa mati
Atau do'a yang menenangkan
Yang meminta cahaya turun dihatinya
Yang meminta kegelapan sirna dari pikirannya
Yang meminta haus dan lapar dolar terbakar dari nafsunya

Memang,
Sungguh tugas yang cukup berat
Karena kali ini memang naik peringkat
Hingga lingkaran setan semakin pekat
Dan banyak amunisi yang mulai berkarat
Memulai dari awal
Menyiapkan segala bekal
Mengasah semua yang dangkal
Berjuang dengan semangat kekal

Semoga,
Mereka semua terbangun
Dari rayuan para setan yang anggun
Dan mulai menatap dunia
Yang akan segera mencapai akhir

Read More..

Samudra Naluri

08 Juni 2015

Suasana baru....
Begitu indah ketika melihat sekitarku
Ternyata inilah selimut dunia itu
Terbentang luas lautan biru

Ternyata seperti ini
Dimasa lalu hanya berlalu tanpa ku tahu
Namun lembaran hari terlewati
Begitu indah lambaian itu
Kurasa ini tak seberapa
Hanya secarik saja menyapa

Bayangkan..
Bayangkan saja...

Jika terhampar luas dihadapanmu samudra itu
Sedang kau hanya berdiri sendiri
Bepijak diatas dahan yang terapung
Dan gunung gunung berbaris mengitari
Tanpa ada bumbu persaingan yang keji
Tanpa ada butiran dengki mengejarmu
Tanpa ada asap benci yang selalu menjamu
Tanpa ada panasnya kelicikan yang menyengat hati
Hanya kamu...
Hanya kamu....
Ditemani alam ini..
Menikmati indahnya dunia jika kita menyadari

Bayangkan..
Bayangkan saja...
Jika ada waktu bagimu
Terbentang luas dibawahmu
Jajaran galaksi yang dulu hanya kau tau dari buku
Berjajar rapi bintang-bintang tanpa susunan pasti
Berpijar terang cahaya diatasmu
Tanpa ada rasa panas menyengat
Dan kau..
Tetap dapat bernafas lega
Tanpa ada yang mencaci
Tanpa ada yang mengkhianati
Tanpa ada yang memuji
Tanpa ada yang memburu hati

Hanya kau sendiri...

Kemudian lihatlah dunia ini,
Mungkin kita akan merasa
Masih juga mencintai dunia ini
Walau kita telah benar mengerti
Dunia ini telah sering menyakiti
Namun..
Itulah kita,
Karena itu kita ada

Kembali lagi aku,
Disini menikmati hari...
Indah...
Namun ku berharap
Indahnya dunia tak hanya disini
Seandainya saja.....
Semua manusia itu tahu,
Damai itu indah,
Benar itu indah,
Jujur itu indah,

Tapi tak bisa juga
Karena dunia tak akan bisa disebut dunia
Jika tak berdampingan antara mereka
Seperti halnya cahaya
Cahaya terang dan cahaya gelap
Jujur dan dusta
Lurus dan berliku
Pahit dan manis
Dingin dan panas
Baik dan buruk
Hitam dan putih
Dan itu tak hanya takdir pasti
Namun juga pilihan hati

Bagaimana dengan pilihanmu
? ? ? ? ?

Read More..

EGO ??

Kadang..
Manusia tidak bercermin pada hatinya
Bahkan dirinya pun malu menatap cermin itu

Mengatakan ego seseorang lebih tinggi
Namun tak memandang
Sebesar apa pula ego yang dimilikinya

Seperti aku..
Yang kata orang,...
Semaunya sendiri
Urakan
Sembrono
Dan tak mau mendengar
Jika diberi nasihat tak mau menuruti
Jika diberi kabar tak mau mendengar
Jika diberi tau ini itu tak mau menjalani
Jika diberi saran tak mau melaksanakan

Begitulah kiranya orang memandangku
Terutama saat saran dan nasihat menyangkut adat dan kebiasaan orang orang itu

Namun..
Coba kita lihat dari sudut pandang lainnya

Orang tidak egois seperti apa
Yang jika memberi nasihat harus dituruti
Yang jika memberi saran harus dilaksanakan
Yang memberi kabar harus didengar
Yang memberi tau ini itu harus dijalankan
Yang marah, mengumbar cacian, celaan dan fitnah
Apabila saran nasihat dan lainya tidak diikuti, dijalankan, didengar, dituruti.......

Apalagi jika membawa status sebagai orang tua..
Padahal anaknya telah memiliki tanggung jawab dengan keluarga kecilnya
Maka kata-kata orang tua adalah nasihat
Bukan perintah seperti saat si anak masih menjadi tanggung jawabnya dalam hal kahidupan baik makan minum sampai pendidikan

Marah dengan alasan nasihat tak didengar
Demi membuat lega dan senang hati orang tua
Ah.....
Jika nasihatnya masuk ke dalam jurang...apakah masih harus dilaksanakan tanpa pemikiran yang matang

Dan pertanyan yang terucap hanyalah
Siapa??
Siapa yang menghasutmu
Kapan??
Kapan akan dilaksanakan nasihatnya
Bagaimana??
Bagaimana akan memulainya

Tak pernah terbesit di otak mereka
Kenapa??
Kenapa tidak dijalankan
Punya prinsip lain kah
Punya jalan hidup lain kah
punya sumber ilmu lain kah
Punya keyakinan lain kah

Itulah mengapa kunyatakan
Semua manusia sama saja dalam hal egois
Karena setiap orang
Punya prinsip hidup yang digenggamnya
Punya keyakinan jalan hidupnya

Read More..

Diantara mobil - masalah

                                     28-03-2014
Kadang..
Kebiasaan buruk terukir dalam perilaku
Tertatah dalam bawah sadar
Tertanam dalam nafsu
Tertancap dalam pandangan

Seperti berkendara tak bisa laju
Empat puluh lebih kurang sepuluh
Menyusup ditengah kendaraan lain
Berkelok diantara mobil-mobil mewah

Tadi..
Ketika bergerak lincah diantara roda empat
Putaran motor ku berhenti
Karena spion dua mobil yang cukup
Dan percuma dipaksakan

Namun tiba-tiba
Kaca mobil kiri terbuka
Dan kulihat tangan kanan bergerak keluar
Apa yang terjadi???
Dia mengatupkan spionnya
Agar aku bisa berlalu

Begitulah..
Dalam kehidupan
Ada kalanya kita berhenti sejenak merenung
Membiarkan masalah berlalu
Menerpa kita agar kita bisa merasa
Dan kita bisa melaluinya dengan tersenyum
Tanpa wangi dan harum
Masih bisa kita merona
Karena masalah yang datang
Adalah sebuah anugerah
Tanpa masalah
Tak dapat kita mengerti rasa
Rasa senang
Rasa gembira
Rasa riang
Rasa ceria
Karena tak mungkin kita merasa sedih
Ataupun kalut
Tanpa masalah mendampingi

Read More..

Bumiku Semakin Sekarat

Kini..
Semakin banyak hal terbalik dijumpai
Semakin banyak kambing hitam dicari
Semakin banyak sabar terkubur mati
Semakin banyak ego berserakan dimuka bumi

Anak-anak sok menjadi dewasa..
Tawuran..
Pembunuhan..
Pencurian..
Pemerkosaan..
Premanisme..
Geng..
Hingga bekerja keras demi keluarga

Namun..
Disisi lain orang dewasa bertingkah layaknya anak-anak..
Demo anarkis..
Bertengkar didepan forum..
Bergulat merebut jabatan..
Saling menuntut atas kekalahan..
Suka mengadu hal yang masih dicurigai..
Tidak mau antre..
Tidak paham aturan..
Suka melanggar ketentuan..
Demo mogok kerja yang merugikan orang banyak...hanya demi loyalitas ataupun kebersamaan profesi, ataupun ..... apalah namanya
Walaupun yang dibela sebenarnya memang salah...
Arogansi tinggi..
Mudah terpancing amarah..
Mudah terhasut..
Bahkan sering merengek..

Adapula..
Yang mencari kambing hitam ditengah kerumitan..
Macet dikatakan jalan sempitlah penyebabnya..
Padahal..
Selebar apapun jalannya, jika perilaku manusianya sama.. tetaplah akan macet..
Karena macet disebabkan oleh ketidakdisiplinan manusianya..
Ego yang tinggi,
Tidak sabar,
Dan tanda banyaknya yang kurang bermoral..
Tentunya bukan macet yang berhubungan dengan perbaikan jalan

Belum lagi banyak petugas hukum..
Yang ternyata berperan sebagai penjahatnya...
Ya....
Korupsi,
Pungutan liar,
Tidak jujur,
Tidak amanah,
Sewenang-wenang,
Dan juga........bermoral - - - - - -

Hanya contoh kecil dari keterbalikan kehidupan ini
Bayangkan..
Apakah bumi ini benar-benar akan terbalik..
Dimana seluruh kehidupan akan tertimbun..
Dan tandanya....????
Adakah seorang yang sadar

Read More..