Alangkah Uniknya Negeri Ini

                                                     06-03-2016

Heran..
Bingung...
Aneh....
Itulah yang mungkin aku pikirkan,
Ketika berjalan menyusuri garis-garis kota
Saat roda berputar diramainya lalu lintas
Ketika terduduk terpana di sudut jalan
Saat terdiam bagai patung di tengah kerumunan

Mungkin,
Kata "unik" merupakan sebutan yang sedikit cocok
Menggambarkan polah tingkah kawan-kawan se negeri
Yang kadang membuat panas hati
Atau membuat beku pikiran ini

Mereka ingin dihormati
Namun berat menghormati rekan
Mereka ingin dihargai
Namun sukar menghargai kawan

Tak ingin macet
Tapi peraturan lalu lintas selalu dilanggar
Tak ingin banjir
Tapi saluran air ditutup dengan sampah
Tak ingin panas
Tapi hutan dan pohon dijadikan gedung bertingkat
Tak ingin kelaparan
Tapi petani dikucilkan
Tak ingin kekeringan
Tapi hujan buat mereka kebingungan
Tak ingin sengsara
Tapi tak mau berusaha
Tak ingin dipenjara
Tapi terus saja menyimpang
Tak ingin kesepian
Tapi semua orang diajak bertengkar

Tak mau sedikit bersabar
Maunya menang sendiri
Dan merasa selalu paling benar
Merasa hebat
Tak kekurangan tanpa bantuan orang lain
Bahkan kadang tuhan hanya sampingan

Seluas apapun lapangan akan selalu sempit bagi mereka
Selebar apapun jalan akan selalu kecil bagi mereka
Sebanyak apapun kekayaan akan selalu kekurangan
Sebesar apapun karunia akan selalu berkata "Tuhan tak adil"

Salahkah jika negeri ini penuh korupsi
Penuh kemacetan disetiap sela kota-kota
Penuh banjir dikala hujan bertandang
Penuh bencana mengantre disetiap daerah
Penuh kemiskinan dan kesengsaraan
Penuh kemunafikan
Dan terpuruk dalam arena perang

Itulah uniknya kita
Tetap saja bisa bangga,
Dan bisa berkoar hebat..
Dan hanya ditopang oleh beberapa semut kecil
Yang sadar bahwa harus ada perubahan..

Namun mereka hanya sendiri
Ditengah kerumunan yang unik

Itulah uniknya kita
Sibuk menjual barang pribadi
Namun bingung membeli barang yang sama dinegeri sana
Hanya beda kemasan

Itulah uniknya kita
Perut dan kenyamanan individu selalu nomor satu
Walau harus melihat saudara kembar sengsara
Apa mau dikata

Dan uniknya kita
Yang selalu menuntut kepada masinis negara
Walau sebenarnya karena kesalahan sendiri
Yang selalu meminta
Padahal bisa memberi
Yang selalu jeli dengan kesalahan kawan
Padahal diri sendiri lebih hina
Tak dapat melihat gajah cantik didepan mata
Hanya terlihat semut busuk diseberang pulau

Itulah....
Uniknya negeri ini
Uniknya kita disini
Uniknya kehidupan ini

Read More..

Semua Benar Semua Salah

                                                      02.02.2016
"Aku tidak takut..
Karena aku benar,
Sebesar apapun perawakan dan jabatan
Aku tak pernah takut,
Tapi jika aku salah,
Sekecil apapun perawakan dan jabatan
Aku akan tunduk"

Kata itu,..
Tiba-tiba saja terngiang
Dengan penuh amarah terpacu
Dan haus akan hujatan amukan

Tak jarang pula
Kudengar kata yang hampir mirip
Baik makna maupun warnanya
Tanpa aura yang arif

Namun aku bingung dengan mereka
Selalu berkata seperti mereka juaranya
Benar...benar...benar...
Seakan menggiring kita bahwa ada celah untuk salah
Tapi apa....
Mereka yang berkata seperti itu
Sebagian besar memang tak pernah mau salah
Hanya sekedar untuk sampul
Bahwa seakan mereka orang yang benar saat itu

Akhirnya hanya bisa terlintas
"Benar" dan "Salah" itu relatif
Karena "benar"nya setiap orang berbeda
Setiap "benar" memiliki argumen yang bias
Karena tidak memiliki acuan yang sama
Hanya bertumpu pada pemikiran pasif
Tanpa ilmu tanpa kebijakan
Tanpa bijak tanpa kesadaran
Tanpa lapang dada
Tanpa rasa saling membutuhkan

Namun,..
Yang berkata itu
Hanya orang yang egois
Berfikir mampu bertahan sendiri
Dari kehidupan yang sadis

Jika ingin sama benarnya
Harusnya gaun acuan pun sama
Santapan aturan pun sama
Hidangan ketentuan pun sama
Dan dapat dipertanggungjawabkan

Namun...
Lagi dan lagi dan lagi,
Kita banyak tertinggal dari tetangga
Kita banyak darah tak sekolah
Kita banyak nafas tak berjiwa
Kita hanya memiliki kepala dengan bayangan uang
Kita hanya berangan tentang kekayaan
Dan bertahan hidup
Setiap sel kita hanya ego yang tinggi
Hanya berontak yang kita resap
Dan rusuh serta kacau adalah solusi

Kapan...
Kapan..
Kapan.
Kita bisa berubah,
Jika masih tetap seperti ini
Tak ada gerakan kecil yg dihargai hujan
Tak ada pelopor yang bernafas lega

Read More..

After Different

                                        27-12-2015
Dulu..
Saat asa terbentuk
Dan cita-cita tersebut
Serta langkah telah tersulut
Lahir niat dengan sedikit terlambat
Menjadi berbeda....
Karena hidup hanya sekali
Dan mati pun sekali
Kondisi biasa

Kini...
Setelah separuh waktu berlalu
Langkah itu benar terwujud
Niat itu tak sedikitpun berkerut

Dan akhirnya,
Semua benar berbeda
Cara berfikir,...
Sudut pandang,...
Hingga aksesoris kehidupan pun berbeda

Kadang...
Muncul sedikit sesal,..
Namun,
Bagai mendapat cemeti dari hati
Dia berkata,...
"Ini lah aku"

Dengan begitu...
Tak ada lagi rasa lelah dan sesal menjejal

Mencoba untuk menikmati
Indahnya awan yang sudah terbentuk
Indahnya bintang yang sudah tercipta
Indahnya angin yang telah dihembuskan
Indahnya terik yang telah terpancar
Indahnya langit yang telah disandingkan
Sambil terbayang...
Akan indahnya harapan yang telah digantungkan
Akan indahnya impian yang telah dipasangkan
Akan indahnya tujuan yang telah diajukan
Akan indahnya cita yang telah digambarkan
Akan indahnya kehidupan yang telah ditakdirkan

Di dunia ini,...
Segala sesuatu mungkin terjadi
Bahkan buln dan matahari pun
Bisa terjatuh kedalam bumi

Untuk itu,..
Tiada tempat untuk sesal tersimpan
Yang ada hanya semangat yang dalam
Untuk menembus kegelapan
Untuk menembus cahaya
Untuk menembus kehidupan...

Yang Berbeda ^_^

Read More..

Do you trust me.....

                              20/10/2015
Teringat dimasa lampau
Dimana aku sukar percaya waktu
Manusia dan apapun itu
Hingga akhirnya kupilih jalan berliku

Sendiri...
Tanpa berharap ada yang menemani
Sendiri..
Namun merasa pasti

Karena memang...
Percaya susah diberikan
Apalagi diserahkan
Atau dipindahtangankan

Kini saat semua itu berlalu
Dan hati mulai mencoba lagi
Untuk yang kesekian kali
Mencoba berdamai dengan waktu
Mencoba membuka percaya pada apapun itu
Malah terjebak...
Dalam lingkaran bertuliskan dusta
Dalam persembunyian penyakit hati
Dalam kesombongan yang mati
Dalam penghianatan yang jeli

Apa aku harus bermain lagi
Dengan dua wajah yang telah mati
Dengan dua hati yang telah menimbun diri
Dengan dua lidah yang tak keji

Padahal aku ingin berhenti....
Namun akhirnya mulai menggali lagi
Semua yang terkubur
Semua yang hancur

Namun akhirnya kambali jua
Pada masa lampau yang menyakitkan

Read More..

Nyamuk

                               14-10-2015

Berdengung....
Bergemuruh...
Diantara telinga dan mata,
Ternyata nyamuk,
Sahabat kecil yang selalu ada
Menemani disetiap malam kelabu
Walau dalam kesendirianku
Mereka selalu ada menunggu

Namun sayang,
Mereka tak bisa menyebrangi lautan
Sehingga kesepian aku ditengah tengahnya..

Tampak indah rasanya
Menjadi seekor nyamuk
Lahir saat ini
Esok telah pergi
Dan kelak...tak ada hisab untuk mereka
Tak ada tanggung jawab yang begitu besar
Hanya rintangan manusia yang benci
Yang ringan tangannya untuk memburu mati

Tak perlu pula mereka berlama lama bernafas
Bersekolah dan bekerja
Mengikuti aturan aturan yang ada
Mereka hanya tinggal menjalani naluri
Kegiatan turun temurun setiap hari

Tak perlu mereka mengabdi
Berpindah dari satu titik ke titik jauh lainnya
Menjauh dari kumpulan
Dan berdiam sendiri

Hanya perlu bertahan hidup sehari,....

Nyamuk...nyamuk....nyamuk....
Terima kasih telah menjadi kawanku
Maaf,
Bila tanpa sengaja tangan ini membunuhmu
Atau kaki ini menindasmu
Maaf,
Bila kadang kontrol diriku lepas
Nafsu memburu begitu besar untuk mu
Hingga jariku penuh dengan darahmu

Read More..

Mulai Lelah Atau Kalah

                           13/10/2015
Sungguh terasa...
Enam periode berlalu begitu saja
Tanpa rasa yang ceria
Selalu diliputi kabut duka

Aku menjadi hilang dalam sekejap
Entah siapa yang kini berdiri tegap
Tak punya keyakinan yang mantap
Tak punya keteguhan yang sigap

Aku telah sirna dalam kilatan waktu
Entah siapa kini yang duduk membatu
Berselimut kegalauan nampak jemu
Berpakaian ratapan haru biru

Tak dapat melihat nikmat
Tak dapat merasa keindahan
Tak dapat mengeluarkan syukur
Dan kini hanya bersikap penuh ego

Merasa terjebak akan sesuatu
Merasa terpenjara dalam lingkaran waktu
Merasa tergusur oleh angin menderu
Merasa terbuang oleh bualan palsu

Entah....
Karena hati mulai lelah
Ataukah jiwa ini perlahan mulai kalah

Entah..
Apa pikiran ini mulai lelah
Ataukah diri ini mulai menyerah

Entah.
Bagaimana aku bisa kembali

Read More..

Single Fighter

Akhirnya,
Pada akhirnya,
Babak awal dari sebuah akhir
Akhir dari bab baru yang getir

Kembali lagi menjadi petarung tunggal
Ditengah lingkaran dunia begal
Namun,..
Kali ini merupakan sebuah langkah baru
Dan rintangannya pun masih biru

Aku heran,
Masih ada saja yang seperti itu
Dan kini jumlahnya hampir menyeluruh
Dalam lingkup yang aku tempuh
Sungguh,..langkahku tampak layu

Dalam sebuah ikatan kerja
Sepantasnya saling menopang
Saling mengisi....
Bukan saling sembunyi
Mencari keuntungan dari saku ini
Saling picik
Apalagi saling mengusik

Namun,
Sepertinya sudah jalanku,
Untuk bisa selalu
Menghadapi yang seperti itu..
Rintangan emosi
Ujian ketabahan
Tangga kesabaran...

Apakah terulang lagi
Do'a yang membumi
Memutus tali dan pintu rizqi
Atau do'a yang panjang
Ada akibat ada sebab terpampang
Atau do'a yang mengunci
Langkah kaki terasa mati
Atau do'a yang menenangkan
Yang meminta cahaya turun dihatinya
Yang meminta kegelapan sirna dari pikirannya
Yang meminta haus dan lapar dolar terbakar dari nafsunya

Memang,
Sungguh tugas yang cukup berat
Karena kali ini memang naik peringkat
Hingga lingkaran setan semakin pekat
Dan banyak amunisi yang mulai berkarat
Memulai dari awal
Menyiapkan segala bekal
Mengasah semua yang dangkal
Berjuang dengan semangat kekal

Semoga,
Mereka semua terbangun
Dari rayuan para setan yang anggun
Dan mulai menatap dunia
Yang akan segera mencapai akhir

Read More..

Samudra Naluri

08 Juni 2015

Suasana baru....
Begitu indah ketika melihat sekitarku
Ternyata inilah selimut dunia itu
Terbentang luas lautan biru

Ternyata seperti ini
Dimasa lalu hanya berlalu tanpa ku tahu
Namun lembaran hari terlewati
Begitu indah lambaian itu
Kurasa ini tak seberapa
Hanya secarik saja menyapa

Bayangkan..
Bayangkan saja...

Jika terhampar luas dihadapanmu samudra itu
Sedang kau hanya berdiri sendiri
Bepijak diatas dahan yang terapung
Dan gunung gunung berbaris mengitari
Tanpa ada bumbu persaingan yang keji
Tanpa ada butiran dengki mengejarmu
Tanpa ada asap benci yang selalu menjamu
Tanpa ada panasnya kelicikan yang menyengat hati
Hanya kamu...
Hanya kamu....
Ditemani alam ini..
Menikmati indahnya dunia jika kita menyadari

Bayangkan..
Bayangkan saja...
Jika ada waktu bagimu
Terbentang luas dibawahmu
Jajaran galaksi yang dulu hanya kau tau dari buku
Berjajar rapi bintang-bintang tanpa susunan pasti
Berpijar terang cahaya diatasmu
Tanpa ada rasa panas menyengat
Dan kau..
Tetap dapat bernafas lega
Tanpa ada yang mencaci
Tanpa ada yang mengkhianati
Tanpa ada yang memuji
Tanpa ada yang memburu hati

Hanya kau sendiri...

Kemudian lihatlah dunia ini,
Mungkin kita akan merasa
Masih juga mencintai dunia ini
Walau kita telah benar mengerti
Dunia ini telah sering menyakiti
Namun..
Itulah kita,
Karena itu kita ada

Kembali lagi aku,
Disini menikmati hari...
Indah...
Namun ku berharap
Indahnya dunia tak hanya disini
Seandainya saja.....
Semua manusia itu tahu,
Damai itu indah,
Benar itu indah,
Jujur itu indah,

Tapi tak bisa juga
Karena dunia tak akan bisa disebut dunia
Jika tak berdampingan antara mereka
Seperti halnya cahaya
Cahaya terang dan cahaya gelap
Jujur dan dusta
Lurus dan berliku
Pahit dan manis
Dingin dan panas
Baik dan buruk
Hitam dan putih
Dan itu tak hanya takdir pasti
Namun juga pilihan hati

Bagaimana dengan pilihanmu
? ? ? ? ?

Read More..