Kejujuran ditengah Kegelapan

                                                                 09-03-2012
Kadang...
Setinggi hati merasa mudah menjalani hidup
Ada pula lubang menghadang menjadikan semangat sedikit redup

Kadang...
Telinga yang telah tertutup oleh bisikan kejinya hidup
Ada pula suara meledak menanti membuat gugup

Kadang...
Tegarnya jiwa melalui jurang kemunafikan
Ada pula setan serupa dengan kawan

Namun...
Sebesar apapun gunung melintang jalan
Setinggi apapun binatang kelicikan
Seluas apapun samudra ketidakjujuran

Langkah harus tetap sendiri
Sendiri berjalan di jalan Illahi
Walau seburuk kotoran orang memandang
Walau serendah kakus orang berkata
Walau sehina jalanan orang merasa
Jangan hati terbawa mati
Jangan hati ikut bunuh diri
Jangan hati ikut mengakali
Jangan hati ikut mencurangi
Jangan hati ikut mencuri
Jangan hati ikut.....KEJI

Jahat itu banyak rupanya
Kadang terlihat buruk dia
Namun kadang kita tertipu oleh ketaatannya
Sering kita tertipu oleh kebaikannya
Dan masih kita tertipu oleh kepeduliannya

Jangan berkata aku ini tak sombong
Jangan berkata aku ini lurus
Jangan berkata aku ini bersih

Namun....
Pikirkanlah........
Apakah benar aku tak sombong
Apakah benar kesombonganku telah pergi
Apakah benar aku telah lurus
Kemana saja langkah kaki telah meniti
Apakah benar aku ini bersih
Darimana saja rizki yang aku simpan dalam daging tubuhku
Apakah benar.....


Read More..

Hidup Itu Anugerah

                                                                 03-03-2012
Kadang memang mudah untuk diucapkan
Kadang terasa sudah merasakan
Kadang merasa sudah terlalu yakin pada pendiriannya
Namun kadang memang harus menjaga lisan yang terlepas

Kesombongan itu
Bagaikan air di permukaan gersang
Pada kemarau yang terlampau panjang
Nampaknya sudah kering kerontang
Nampaknya sudah tidak ada
Namun ternyata masih tersangkut di dalam dada
Namun ternyata mesih terganjal didalam hati yang tenang

Kesabaran itu
Bagaikan air di lautan lapang
Pada musim hujan yang panjang
Nampaknya menyegarkan badan
Nampaknya melegakan pandangan
Namun ternyata pekat tanpa kesegaran
Namun ternyata lekat dengan kesunyian
Dan lenyap dari keyakinan

Read More..

Melangkah Pergi

                                                                  28-02-2012
Ternyata....
Hidup itu memang singkat
Bagai hamparan angin yang berhembus dekat
Bagai bentangan pasir dibawah kaki melekat

Udara tampak begitu indah
Ketika melihat nyawa ada diujung mata
Lumpur pun terasa segar didada
Saat jiwa ada diatas kepala

Tapi hati kadang merasa heran
Banyak nafas yang begitu mengangkat dada
Merasa jalannya akan lama
Banyak pula mata yang menyimpan dusta
Dusta dendam dan aniaya
Memburu harta mengemis dunia
Tanpa melihat neraka ada dibawah maya
Tersembunyi dibawah langkah yang menganga
Siap melahap mereka yang lupa surga

Mata kadang lelah
Menyaksikan miskinnya jiwa ada dimana mana
Melihat rendahnya moral yang mulia
Menatap rakusnya kaki tangan hati yang hina
Tidakkah mereka pernah bertanya
Kemana dunia ketika mereka telah sirna
Tidakkah mereka berkaca
Bagaimana ruh masuk ke alam baka

Telinga kadang sakit
Menggelitik menusuk dengan kait
Mendengar suara fitnah yang berkelit
Hanya untuk selembar duit
Hanya untuk mendapat dunia se-tumit
Apakah mereka pernah membayang
Kemana jiwa binasa bersama uang
Ataukah tak pernah memandang
Bagaimana tubuh hancur oleh harta dunia

Jika dasar jiwa merasa kurang
Sekaya apapun mereka akan tetap merasa miskin
Setinggi apapun mereka akan tetap merasa hina
Sejauh apapun mereka akan tetap merasa tak seberapa
Sebesar apapun mereka...
Akan terus menggali, tanpa henti
Mengabaikan kehidupan nanti
Mengabaikan akhir dari dunia ini
Jika tak tegas dengan rasa kurang
Maka hidup akan dipermainkan oleh kekurangan
Hidup akan dikontrol oleh rasa kekurangan
Begitulah jika tak pernah mau berkenalan dengan hidup
Tak mengerti hidup
Tak paham apa yang dicari oleh hidup

Cukupkanlah kawan.....
Cukupkanlah...
Sedikit apapun yang dimiliki
Jika hati merasa cukup
Maka akan tercukupi semuanya
Kendalikanlah hidup
Jangan hidup yang mengendalikan kita
Keraslah pada hidup
Jangan sampai hidup keras pada kita

Read More..

Wajah, Senyuman, dan Kata

                                                                 26-02-2012
Pagi....
Saat jendela mata mulai terbuka
Tampak segar hamparan sinar surya
Berhambur memadati wajah yang sedikit gerah
Kulihat menyudut memenuhi ruang pekat ini
Sinarnya melumat semua yang ada
Disela lemari perasaan
Dicelah pintu jiwa yang tampak berantakan
Diantara dua mata yang sembab oleh kegelapan

Masih berfikir riskan hal yang itu-itu saja
Yang tak akan pernah habis walau cahaya mulai padam
Yang tak akan sirna sebelum dunia berpindah alam

Teringat wajah-wajah itu
Teringat senyuman menyimpan sayatan
Teringat kata yang menyakitkan

Wajah dimana kerakusan harta menggerogoti
Wajah dimana tiada pernah paham apa maknanya
Wajah yang tak pernah puas apa yang ada di hamparan tangan
Wajah yang tak pernah mengerti artinya dunia
Wajah...yang menipu dengan sikap sesaatnya
Wajah ..yang menipu dengan penampilannya
Wajah...yang menipu dengan sujud dan wudlunya
Wajah itu...
Yang membuat hati menjadi gelap pekat berserat

Senyum itu...
Senyuman yang menyimpan banyak tanda maksiat
Senyuman yang menyimpan banyak pemaksaan
Senyuman yang menyimpan banyak kelicikan
Senyuman yang menipu...
Menipu dengan raut senyum pengharapan
Menipu dengan raut senyum kebaikan
Menipu dengan raut senyum dendam
Menipu dengan raut senyum kebejatan
Senyum itu...
Yang membuat hati menjadi kasar bergerigi duri

Kata kata itu...
Kata yang sakit didengar telinga
Kata yang sakit dipandang mata
Kata minta dengan paksa membawa nista
Kata yang busuk mengandung kelicikan bara
Kata yang hina menyimpan sejuta aniaya
Kata-katayang menipu..
Menipu dengan nada minta
Namun memaksa sangat dalam terpanjat
Menipu dengan nada pengharapan
Namun menikam dengan kecam
Menipu dengan suara tampak tulus
Namun menghujat dalam ancaman
Menipu dengan irama indah
Namun mematikan
Kata-kata itu...
Yang membuat hati jadi buta berselimut hina

Namun...kini diri ada diantaranya
Berdiri sendiri hampir tanpa kawan bersama
Duduk sendiri mempertahankan keyakinan yang ada
Ingin rasa berlari namun jiwa menahan jangan sirna
Semua....hanya sebagai batu bagi hati
Semua...hanya sebagai irama dalam kehidupan
Semua...hanya sebagai soal yan di uji
Semua...
Hanya sebagai jalan menuju hari
Hari dimana semua akan berhanti
Berhenti dari semua.....
Bahkan berhenti dari semua kehidupan
Read More..

Sedikit lelah

                                                                  25-02-2012
Gejolak dalam celah otak
Cukup mengguncang ketenangan langkah
Gemuruh yang mengembang dalam medulla
Cukup melemaskan saraf tubuh yang tak lincah

Ketika berfikir melampaui
Pikiran pun tak akan terkendali
Akan membawa diri lemah seperti mati
Tindakan pun tak terbatas hati
Pikiran kadang terlalu buta untuk dapat melangkah
Membutuhkan seutas tongkat yang tegak
Dan dasar bumi yang alurnya terasa didasar jiwa
Pikiran terkadang terlalu rendah
Hingga mempengaruhi tempatnya
Jadi tampak sedikit bodoh berkerah

Ujung jalan
Akhirnya hanya mengarah pada kata menyerah
Walau pandangan menipu hati
Namun sayang hati masih punya ribuan mata
Dapat meraba dalam gelapnya malam
Dapat merasa dalam kacaunya suasana
Dapat menatap dalam kejamnya udara

Janganlah dipaksa hati untuk selalu berusaha
Kadangkala butuh detik untuk mengambil nafas
Janganlah ditarik hati untuk berjuang terlalu
Kadangkala butuh hari untuk dapat menenangkan
Janganlah......terlalu dibawa menjadi beban

Biarkan....
Biarkan hati dapat merasa
Merasa kesedihan ataupun kesenangan di depan mata
Biarkan...
Biarkan hati dapat memandang
Memandang benar atau salah di depan gerbang
Biarkan..
Biarkan hati dapat mendengar
Mendengar permintaan dan sedikit pergunjingan
Biarkan.
Biarkan hati merasa dibutuhkan
Dibutuhkan oleh semua yang merasa

Read More..

Pemburu dunia dan surga

                                                                 24-02-2012
Hanya sedikit yang dapat mengerti
Hingga akhirnya hanya sedikit yang dapat menghargai
Hanya sedikit yang dapat memahami
Hingga akhirnya hanya sedikit yang bisa mendekati suci

Mereka yang tak paham
Menipu jiwanya dengan harga dunia
Menghasut hatinya untuk selalu memburu
Menggelapkan pandangannya dari peduli
Dan memotong bathin dari disiplin
Mereka mengejar...
Memburu dengan menggebu
Hingga samar terlihat di depan mata
Mana yang iya
Dan mana yang menggema
Ujungnya nampak maya
Halal jadi dihina dan dianiaya
Haram jadi halal dihati mereka
Jalan pun sudah tak mempengaruhi lagi
Langit pula tak menakuti
Kilat dan badai sudah tak ada artinya
Apalagi maut yang sewaktu datang berkedip
Mereka kebal
Mereka bebal
Dari cahaya
Dari sinar purnama


Yang dapat memahami
Hanya membiarkannya mengalir
Berjalan diatas bumi dengan langkah amanah
Menerima apa yang harus diterima
Menolak apa yang harus ditolak
Tak meminta Tak memaksa
Tak pernah berbuat aniaya
Yang hak itu hak
Yang bathil itu bathil
Yang salah itu salah
Yang benar itu benar
Mengalir dalam nafas yang selalu berganti
Mengisi celah dalam darah
Tak pernah memburu
Namun selalu diburu

Biarkanlah mengalir
Hidup telah ada yang mengatur
Hitup telah ada yang menjamin
Tanpa rasa kelabu
Tanpa rasa jemu

Kelak akan terasa
Ketika umur tak lagi muda
Ketika mata tak lagi sesiap saat ini
Ketika nafas tak lagi sesigap ini
Read More..

Belajar pemadam

                                                                  24-02-2012
Hari ini...
Aku belajar menggunakan peralatan pemadam
Awalnya biasa saja
Tanpa ada rasa apa apa
Tapi....
Setelah sekian menit berlalu
Tangan ini penat...
Yang awalnya ringan jadi terasa mulai berat
Bahkan terasa berlipat-lipat..

Jadi teringat para pasukan merah
Para pejuang pemadam kebakaran
Betapa kuatnya mereka
Kuat hati
Kuat energi
Kuat jiwa
Kuat pula rasa

Melawan amukan panas bergejolak
Melawan penat dikaki tangannya
Melawan emosi dalam hatinya
Melawan takut dalam dirinya
Melawan merahnya dunia....
Read More..

Waktu

                                                                 23-02-2012
Menatap kempali dalam pusaran waktu
Menyisir disetiap gelembung arus yang memadati
Mencoba mengambil sedikit memori masa lalu
Dimana langkah masih belum seperti ini

Masuk dalam lingkaran waktu lalu
Melihat secuil ingatan dalam kegelapan
Ditengah belantara rimba yang menusuk paru
Sesak karena termakan kesesatan
Namun segar karena telah merasakan
Betapa indah berdiri diluar ikatan setan
Betapa merdu nafas diluar awan hitam

Mengalir kearah garis dalam perubahan
Beranjak ingin berubah
Namun hanya sampai pada hati
Tanpa kata maupun ungkapan
Tak ada pula luapan perbuatan
Hanya ada dalam perasaan
Hanya ada dalam hati yang tertelan
Namun.............
Langkah menjadi lebih menekan

Meluncur melewati sekian masa
Hingga akhirnya kembali dalam jurang
Sebuah lubang yang sedikit membawa kembali gelap
Hingga bimbang...
Apa kini hati telah sirna dari singasananya
Apa jiwa telah kembali tenggelam

Diantara cahaya dan ruang pekat mencekam
Berdiri jasad tanpa kaki hati
Berdiam hati tanpa ada sinar menemani
Read More..