Tangisan

                 23-05-2013
Beberapa hari
Mata terasa kasar sekali
Awalnya kukira kantuk dalam menyerang lagi
Atau lelah yang terlalu berarti

Namun..
Ternyata mata semakin pedih
Tanpa ada yang melumasi
Rasanya ingin tidur lagi dan lagi
Terpejam tanpa hiraukan yang disekitar sini

Air mata ini habis
Entah apa penyebab terkikis
Bisa juga terjadi krisis

Air mata ini mengering
Padahal lama tak ku pakai sering
Namun terjadi juga
Dan rasanya sungguh tak biasa

Diantara sakit dan pedih
Seperti kantuk yang tak kunjung sirna
Dan lelah yang tak juga gerah

Read More..

General Performance

                 19-05-2013
Ini yang keSekian kali
Aku..
Dianggap sesuatu
Yang aku pun tak mengira

Jika diperhatikan lebih teliti
Aku pun heran
Dari sisi apa mereka mengamati
Hingga identitasku benar-benar berhasil disamar kan

Coba saja melihatku
Aku sendiri heran dengan diriku

Mulai....
Kuli,
Tukang,
Mandor,
Pekerja bengkel,
Sales,
Mahasiswa,
Pelajar SMA
Sampe penjaga swalayan,

Sering orang bertanya secara tiba-tiba
"Mas, kipas yang ini harganya berapa?"
"Mas, sandal yang itu ada ukurannya nggak?"
"Terima kasih mas kereta dorongnya!"
Bahkan berdiri disamping tukang bakso pun
Dikira aku lah pramusajinya

Itu contoh yang bagusnya...
Yang lain......sepertinya cukup aku saja yang tau ^_^

Tapi syukurlah
Karena secara tak langsung
Membantuku menjaga identitas
Membantuku menjadi diriku
Bukan menjadi jubah yang menutupiku

Read More..

Jangan Fitnah Kawanku

                 18-05-2013
Hujan..
Mungkin di dunia ini
Aku termasuk salah satu insan
Yang malas memakai jas hujan
Dikala hujan lebat atau rintik-rintik

Dari seratus kejadian hujan
Mungkin aku memakainya lima kali
Karena alasan seragam pagi hari
Atau karena alat yang dibawa
Atau karena pakaian terakhir minggu ini

Kenapa??
Karena menurutku
Hujan itu indah
Hujan itu menyegarkan
Hujan itu menyenangkan
Dan yang penting lagi...
Hujan itu sahabat baik ku

Ketika tetesannya menyentuh kepala ku
Terasa dingin dan membuatku terasa nyaman

Ketika hembusannya menerpa wajahku
Terasa menyenangkan dan nyaman dipermukaannya
Ketika dia tak kencang
Maka akan kucoba melebarkan penutup mata ini
Agar tetesannya membasahi bolanya

Tetesannya yang menerpa tubuh ini
Terasa pijatan halus keseluruh titik syaraf
Dinginnya menenangkan jiwa
Sehingga merenung pun terasa senyap
Seakan hanya aku seorang
Ditengah dunia yang berbinar terang

Namun sayang...
Namanya menjadi sedikit suram
Karena ulah saudara sebangsa ku
Bangsa manusia
Yang membuat saluran tertutup
Yang membuat jalannya jadi terhambat
Yang membuat jalan masuknya terkunci
Dengan halusnya permukaan sang gunung
Dan penuhnya permukaan dengan gedung
Serta asap produksi yang hina
Asap kendaraan yang mencela
Dan limbah yang dibuang tanpa hati iba

Namanya pun difitnah
Dicaci dan dimaki
Dituding dengab nama yang tak sedap

Hujan asam
Penyebab banjir
Penyebab longsor
Penyebab sakit kepala
Penyebab sakit jantung
Penyebab sakit......

Kasihan kawanku
Mendapat akibat yang bukan ulahnya
Dan dibenci sekian banyak manusia
Serta dijauhi semua insan

Kuharap..
dia tak bisa marah
dia tetap menjalani tugasnya
dia tetap sabar

dia tetaplah sahabatku
Sahabat karibku

Read More..

Mencari Motivasi

                12-05-2013
Beberapa saat setelah ujung angka Dua Belas
Tepatnya di awal hari yang begitu suram
Mencoba mencari arti dan sedikit motivasi
Untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan
Berjalan di tengah malam
Dengan alasan lapar tak juga karam
Melihat kehidupan penyambut hari
Yang lama tak ku jumpai

Di warung makan pinggir jalan
Bertemu dengan sepasang remaja
Perempuannya berkata kenyang
Padahal banyak masih sisa di piring yang tak goyang
Laki lakinya hanya berkata habiskan
Jika tidak pun bukan masalah yang harus dipikirkan
Jadi teringat seseorang
Yang kini pastinya sedang terlelap
Dan membawa ikatanku dihatinya

Lalu kulihat bintang
Yang searah dengan jalanku pulang
Berkedip hanya sesaat
Seperti mataku yang sudah tak kuat

Kulihat seorang tua tidur di tanah pinggir jalan
Tukang becak tidur di becaknya
Ada pula yang tidur di bengkelnya
Di warungnya
Kios kecilnya
Kendaraanya
Trucknya
Atau dimana berhentinya

Semua itu berlawanan
Dengan suara musik menggema dari dalam cafe
Atau dari tempat karaoke
Dari kenyamanan bed dalam kamar
Atau nyamannya kursi dalam mobil yang kekar
Atau indahnya AC dan kipas angin yang besar

Sesaat kemudian pengendara kendaraan roda dua berlalu
Dengan kecepatan yang sangat tak ragu
Namun anehnya tak hanya satu...
Dimana helm nya
Bertiga berboncengan ria
Tanpa pakaian layak
Tanpa standar kendaraan jelas
Dan suara yang urakan

Dan...
Perut sebenarnya terasa kenyang
Namun
Terasa ingin lapar di atas
Huwf....
Makan...makan...makan...
Dan belum kutemukan yang dapat memotifasiku
Untuk mengerjakan semua tugas tugas ku
Apa jadinya nanti

Read More..

Mulai Menua

                 10-05-2013
Daya tahan ku mulai meredup
Tubuh ini mulai melemah dan sayup
Organ pun tak setegar di masa lalu
Begitu pula dengan kepala yang membatu

Kemarin terbawa aku
Pada suaru waktu yang mendesak ku
Mendesak untuk dapat berdiri terpaku
Menunggu
Menunggu sebuah kepastian waktu
Demi tanggung jawab yang menahan ku

24 jam berlalu
Bersandar pada kasur 4 jam aku
Kemudian terjaga dan bertahan 8 jam tak semu
Terpejam mata ini kembali 2 jam terburu
Dan siap kembali untuk 6 jam dalam hitungan waktu
Istirahat jiwa ku 1,5 jam lamanya hingga shubuh menyentuh
Dan siaga aku hingga 9 jam yang baru

Kini setelah 2 jam membaringkan tubuh
Aku mulai berfikir mundur memandang ke dalam
Mencoba melihat fakta
Mencoba meraba makna

Mungkin kepala ini telah letih
Menahan beban pikiran disela neuron neuronnya
Menahan mata untuk tetap terjaga
Menahan hidung untuk tetap terbuka
Menahan telinga untuk terus mendengan suara
Menahan tangan kaki untuk terus siaga
Menahan jantung dan organ tetap kerja
Menahan hati bertahan nyata
Manahan agar semua seakan berjalan sesuai rencana

Nyatanya..
Kepala ku terasa kosong
Bagai komputer yang tiba-tiba hang
Dan bagai kertas yang benar-benar blank
Bicara pun rasanya tak terangkat
Mendengar namun tak terpusat
Berfikir namun terasa terjerat

Huh...
Kondisinya benar-benar beda
Lain seperti dulu
Lain masa lain pula daya
Ku rasa tandanya telah tiba
Semakin banyak terkumpul iba

Mulai gigi yang dulu tanggal dan mulai rusak
Pandangan yang tiba-tiba menua
Dan daya yang mulai tak terjaga

Namun..
Berharap ini belum waktu ku
Masih banyak yang harus dilalu
Walau diri sudah mulai melemah
Hati masih ingin tampak gagah

Read More..

Hati yang Gelap

                 07-05-2013
Mencoba diri ini
Menimbun kegelisahan dalam-dalam
Mencoba hati ini
Mengubur kegelapan dalam-dalam

Kini..
Aku masih saja terpuruk
Diantara gelapnya dunia penuh nafsu
Terpojok dijalan tua yang menakutkan
Hingga kegelapan seakan menjadi pilihan

Kini..
Masih saja aku terperosok
Terperosok kedalam liang yang sama berkali kali
Mencoba sudah hati untuk dapat melepas
Namun masih saja terjerumus kedalamnya

Kadang hati ini sadar apa yang dilakukannya
Kadang jiwa ini penuh tangis karenanya
Kadang tubuh ini berselimut sesal dibawahnya
Kadang pikiran ini lelah pula ditengahnya

Ketika berjalan aku
Ku coba menarik langkah kaki ke masa lalu
Mencoba melihat kembali saat aku terjatuh
Saat kegelapan menyelimuti
Saat kegelapan menjadi kawan
Saat kegelapan menjadi pakaian
Mencoba mendengar kembali
Saat kegelapan menjadi lawan bicara
Saat kegelapan menjadi suara di kepala
Saat kegelapan seakan menjadi naluri dalam nurani
Menjerat hati
Mengelabui langkah kaki
Terjerat aku dalam kubangannya

Kini.
Aku ingin pergi
Dari gelapnya hati
Dari gelapnya mata ini
Dari gelapnya nafas siri
Dari gelapnya langkah kaki
Aku ingin pergi...
Walau tak meminta aku agar gelap itu pergi
Yang kupinta hanya itu....
Dijaga aku dari gelap itu
Dijaga aku dari kebrukan itu
Dan dijaga aku pula dari nafsu
Yang meninggalkan debu
Yang membawa pada neraka aku

Read More..

Nenek (2)

                 06-05-2013
Teringat..
Dulu ketika awal aku berkenalan
Berkenalan dengan tulisan
Tulisan yang mungkin menjenuhkan
Menjenuhkan bagi yang mencoba mengartikan

Kala itu aku membaca disebuah buku
Tentang puisi berjudulkan nenek ku
Kemudian ku coba mengambil kertas baru
Dan mulai kutulis ulang semua itu
Kubaca berulang kali
Dan ku ubah sesekali
Ku ganti kata demi kata
Hingga seakan menjadi kalimat yang bias
Yang belum pernah terukirkan
Yang belum pernah terpikirkan
Hingga saat ini aku tersenyum sendiri
Sedikit masam mengenang masa itu...
Kini coba ku ungkap
Yang sesungguhnya ada dalam nurani.

Aku kenal beliau sejak kecil
Ku ikuti langkah dan senyumnya
Ku sambut pulang letih dan binar matanya
Dia lah nenek ku
Yang mengasuhku diwaktu itu
Waktu dimana aku belum tau sesuatu

Aku panggil dia ibu
Karena mami ku memanggilnya seperti itu
Sering ku buat marah beliau
Namun tak mampu mengalahkan sayang nya padaku

Langkah kaki nya tegar
Tak pernah gontai walau sesaat
Genggamannya halus namun erat
Bagai kain beludru diselimuti serat

Hatinya benar benar sebening tetes embun
Tampak bersih dan menyejukkan
Hatinya benar benar sekuat bambu
Walau tampak lembut
Akan sangat menyiutkan nyali jika aku diganggu

Beliau ajarkan aku kesehatan tanpa obat
Berkenalan dengan tanaman buah yang berkasiat
Dan melingkupi nafas dengan oksigen tanpa karat
Udara pagi selalu meliputi disetiap langkahnya

Jalan puluhan kilometer sudah menjadi sarapan paginya
Silaturahim menjadi santapan malamnya
Dan mengangkat saudara dari kesusahan adalah makanan siangnya

Hatinya yang besar belum dapat aku cerminkan
Yang menerima setiap fitnah dan ejekan
Seraya berkata
"Tidak apa-apa, jika tidak kepada kita, kepada siapa lagi mereka dapat melakukannya"

Beliau bagai perisai di hadapan hatiku
Beliau bagai akar di bawah jiwaku
Beliau bagai pohon kasturi di atas jasadku
Beliau bagai penjaga di belakang nyawaku

Menuntun pada seruan Adzan yang indah
Menuntun pada bacaan qur'an yang menggema
Menuntun pada maaf yang tak biasa
Menuntun pada kasih sayang saudara

Kini...
Hampir 12 tahun jasad beliau tertidur
Hampir selama itu pula aku melangkah tanpanya
Hampir selama itu kucoba mengerti didikannya
Hampir selama itu....
Aku mencoba bertahan sepertinya

Semoga kelak
Kami dapat bertemu di surgaNya
Atau jika aku tak sampai
Dapat kulihat senyumnya dari nerakaNya
Walau hanya sekedar memastikan keberadaannya
Benar bahagia di dalam surgaNya

Read More..

Sepucuk Kata untuk Ayah Ibu ku

                 05-05-2013
Teringat beberapa sobekan
Sobekan memori dari masa lalu
Masa dimana aku dibesarkan
Dibesarkan oleh sepasang manusia yang begitu luar biasa

Tak terbayang
Kelak aku juga akan punya keturunan
Namun aku tau
Aku tak kan bisa sabaik itu
Sebaik mereka mengurus dan mendidik ku
Seluar biasa itu.

Aku ingat
Mereka mengarahkan ke jalan yang aku tak pernah tau
Mereka buat aku merasa semua yang perlu
Seakan dari seratus isi dunia
Aku harus bisa melihat semua
Walau tak sempurna

Mereka mengajarkan membaca
Membaca tulisan
Membaca perasaan
Membaca keadaan
Membaca semua yang rentan

Mereka mengajarkan semua
Mulai indahnya ketidakpunyaan
Hingga beratnya terpenuhi semua dengan godaan
Hidup dengan kesusahan
Hingga hidup dengan limpahan kekayaan
Hidup dalan kenangan
Hingga hidup tanpa kenalan
Hidup yang nyata
Yang terbelit hingga tampak longgar nafas terhirup
Dari kehidupan yang nyata hingga berpapasan dengan ghaib

Mereka mengenalkan
Pada perhatian dan kasih sayang
Pada kekerasan dan ketegasan
Pada hadiah dan hukuman
Pada keburukan dan keindahan
Pada yang terselubung dan yang tertampakkan

Mereka menunjukkan
Betapa indahnya perjuangan
Betapa indahnya anugerah
Betapa indahnya kesabaran
Betapa indahnya ketabahan
Serta ikhtiar yang benar benar tak kan sirna termakan zaman

Mereka antarkan aku untuk merasakan
Apa itu kesendirian
Apa itu kebersamaan
Apa itu kehidupan
Serta arti indahnya kematian

Mereka bimbing aku dalam langkah
Langkah yang tegar dalam kekalutan
Langkah yang indah dalam kesedihan
Langkah yang ceria ketika dalam permasalahan

Dan masih banyak yang mereka tanam
Tertanam dalam di hati ini
Terakar dalam tubuh ini
Hingga terukir dalam kepala

Tak akan sirna dari kenanganku
Tak akan pudar dari jiwaku
Tak akan musnah dari pandanganku
Tak akan lepas dari genggamanku
Mereka yang begitu berarti bagiku

Aku berharap
Aku berdo'a
Aku memohon

Agar kelak
Kami dapat bertemu di surgaNya
Atau jika aku tak sampai
Aku ingin melihat mereka dari nerakaNya
Walau sekedar memastikan
Mereka bahagia di surgaNya

Read More..